20 Des

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(disesuaikan dengan kebutuhan lapangan)

 

Mata pelajaran             : Bahasa dan Sastra Indonesia

Kelas/semester            : XI/1

Pertemuan ke              :

Alokasi waktu             : 2×45 menit

Standar Kompetensi   : Memerankan tokoh dalam pementasan drama

Kompetensi Dasar       : Menyampaikan dialog disertai gerak-gerik dan mimik, sesuai dengan watak tokoh

Indikator                     : Siswa mampu :

1. Membaca dan memahami teks drama yang diperankan.

2. Menghayati watak tokoh yang akan diperankan.

3. Menyampaikan dialog disertai gerak-gerik dan mimic dan intonasi  sesuai dengan watak tokoh.

4. Mampu melakukan gerak-gerik dan mimik, sesuai watak tokoh

 

Tujuan Pembelajaran   : Siswa mampu menyampaikan dialog disertai gerak-gerik dan mimik sesuai dengan watak tokoh.

Materi Ajar                  :  Naskah drama

 

 

 

 

Cara membaca dan memahami naskah drama

Cara menghayati watak tokoh

  1. Teknik berdialog
  2. Gerak (action)
  3. Mimik/ pantomimik
  4. Blocfdking
  5. Tata panggung
  6. Tata busana
  7. Tata bunyi
  8. Tata lampu

 

1)      Membaca dan Memahami Teks Drama

Sebelum memerankan drama, kegiatan awal yang perlu kita lakukan ialah membaca dan memahami teks drama.Teks drama adalah karangan atau tulisan yang berisi nama-nama tokoh, dialog yang diucapkan, latar panggung yang dibutuhkan, dan pelengkap lainnya (Kontum, lighting, dan musik pengiring). Dalam teks drama, yang diutamakan ialah tingkah laku (acting) dan dialog (percakapan antartokoh) sehingga penonton memahami isi cerita yang dipentaskan secara keseluruhan. Oleh karena itu, kegiatan membaca teks drama dilakukan sampai dikuasainya naskah drama yang akan diperankan.

Dalam teks drama yang perlu dipahami ialah pesan-pesan dan nilai-nilai yang dibawakan oleh pemain. Dalam membawakan pesan dan nilai-nilai itu, pemain akan terlibat dalam konflik atau pertentangan. Jadi, yang perlu dibaca dan dipahami ialah rangkaian peristiwa yang membangun cerita dan konflik-konflik yang menyertainya

2)      Menghayati Watak Tokoh yang akan Diperankan

Sebelum memerankan sebuah drama, kita perlu menghayati watak tokoh. Apa yang perlu kita lakukan untuk menghayati tokoh? Watak tokoh dapat diidentifikasi melalui (1) narasi pengarang, (2) dialog-dialog  dalam teks drama, (3) komentar atau ucapan tokoh lain terhadap tokoh tertentu, dan (4) latar yang mengungkapkan watak tokoh.

Melalui penghayatan yang sungguh-sungguh, kita dapat memerankan tokoh tertentu dengan baik. Watak seorang tokoh dapat diekspresikan melalui cara sang tokoh memikirkan dan merasakan, bertutur kata, dan bertingkah laku, seperti dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Artinya, watak seorang tokoh bisa dihayati mulai dari cara sang tokoh  memikirkan dan merasakan sesuatu, cara tokoh bertutur kata dengan tokoh lainnya, dan cara tokoh bertingkah laku.

3)      Menyampaikan dialog disertai gerak-gerik dan mimic dan intonasi  sesuai dengan watak tokoh

Gerak-gerik adalah gerakan tubuh atau anggota tubuh yang dimaksudkan untuk mendukung ekspresivitas seorang pelaku saat memerankan dialog tokoh yang diperankannya. Mimik adalah gerak-gerak wajah sebagai ungkapan atau ekspresi psikologis sang tokoh ketika menghadapi suatu permasalahan tertentu.

Selain dialog, hal yang perlu diperhatikan adalah akting atau peragaan. Akting adalah penampilan satu peran yang menyebabkan penonton dapat tersangkut pada ilusi yang dibangun oleh aktor. Sarana yang penting untuk membangun akting adalah gerak-gerik.

Gerak-gerik dalam drama dibedakan menjadi :

1. Movement : gerakan langkah-langkah kaki di atas panggung. Ada gerakan menjauhi penonton (upstage), melangkah memasuki arena panggung (onstage), dan meninggalkan arena panggung.

2. Gesture : gerkan tangan, angkat bahu, geleng kepala, dan sebagainya.

3. Business : kesibukan kecil untuk menghidupkan suasana perasaan, misalnya menulis, dsb.

VOKAL

a.Volume (keras/lemah)

b. Artikulasi (pelafalan)

c. Tempo (cepat/lambat)

d. Intonasi (naik/turun, tinggi/rendah

4) Mampu melakukan gerak-gerik dan mimik, sesuai watak tokoh

Adapun hal-hal yang harus diperhatikan saat mengekspresikan dialog adalah :

1. Setiap gerakan harus dilakukan dengan ekspresi dan mata merupakan pusat ekspresi,

2. jangan melakukan gearkan tanpa suatu alasan/tujuan,

3. jangan membelakangi penonton, walaupun harus berputar, pertahankan agar wajah tetap terlihat dan,

4. blocking (penempatan pemain). Yang dimaksud dengan blocking adalah kedudukan aktor pada saat di atas pentas. Dalam permainan drama, blocking yang baik sangat diperlukan, oleh karena itu pada waktu bermain kita harus selalu mengontrol tubuh kita agar tidak merusak blocking.  Blocking tersebut harus seimbang, utuh, bervariasi dan memiliki titik pusat perhatian serta wajar. Jelas, tidak ragu ragu, meyakinkan. Kesemuanya itu mempunyai pengertian bahwa gerak yang dilakukan jangan setengah setengah dan jangan sampai berlebihan. Kalau ragu ragu terkesan kaku sedangkan kalau berlebihan terkesan over acting

Bocking harus dimengerti (wajar).  Apa yang kita wujudkan dalam bentuk gerak tidak menyimpang dari hukum gerak dalam kehidupan. Misalnya bila mengangkat barang yang berat dengan tangan kanan, maka tubuh kita akan miring ke kiri, dsb.

Blocking harus memiliki motivasi yang jelas berarti gerak-gerak anggota tubuh maupun gerak wajah harus sesuai tuntutan peran dalam naskah.

Naskah drama

Naskah Drama

Klara

Drama mini satu babak

Pemain: Klara, Boyke, suster perawat, dan dokter Wicaksana

Sebuah kamar ruang praktik dokter. Ada sebuah dipan berlapis sprei putih. Di seberang dipan terdapat sebuuk dari luarahara pintu diket almari obat. Di sisi pintu masuk terdapat sebuah meja dinas dokter dengan sebuah kursi goyang si sisi luar dekat pintu. Dokter Wicaksana sedang duduk di belakang meja sambil menulis.Terdengar suara pintu diketuk dari luar.

Dokter : Ya, silakan masuk !

Suster  :  (Seorang suster perawat masuk) Dok, ada sepasang pasien yang kemarin.

Dokter : Oh  ya. suruh masuk saja, Sus !

Suster  : Baik, Dok. (Suster keluar.Kemudian,masuk sepasang pasien muda belia)

Dokter : Silakan duduk ! (Sepasang pasien muda belia duduk menghadap Dokter Wicaksana. Yang   perempuan duduk di kursi sebelah kanan, yang laki-laki duduk di kurrsi sebelah kiri sambil menundukkan kepala)

Klara   : Bagaimana, Dokter ?

Dokter :Sesuai dengan hasil laboratorium, air seni Anda positif . Artinya , Anda hamil . Selamat! (Dokter Wicaksana berusaha menyalami Klara)

Klara   : Hah? Apa, Dokter? Hamil ….? (Mendongak kaget. Sesaat ia tidak bias berkata apa-apa. Ia hanya memandang Dokter Wicaksana denagn tatapan kosong. Boyke terpana) Saya hamil, Dokter ?

Boyke  : Benar, Dokter ? (Dokter Wicaksana tidak segera menjawab . Ia hanya duduk sambil mempermainkan pulpen ditangannya sambil memandang mereka)

Klara   : Tapi Dokter, (gemetar) kami belum menghendaki kehamilan ini.

Dokter : Oh ya ? (Sedikit heran)

Klara   : Kami belum kawin Dokter! Kami masih SMA

Dokter : (Mendongok kaget) Jadi ? Bagajmana mungkin belum kawin tapi bisa hamil ?

Boyke  : Maksudnya, Kami belum menokah, Dokter!

Dokter : Oooooooo ! (Berdiri , Kemudian berjalan-jalan kian kemari diruang praktik itu, kemudian duduk kembali) Mengapa ini bisa  terjadi ? Kalian masih sangat muda, masih duduk di SMA! Mengapa ini bisa terjadi?

Boyke  : Tak kami sangka sebelumya , Dokter, bahwa kehamilan ini akan terjadi.

Dokter : Sudah sering melakukannya ?

Boyke  : Baru tujuh kali, Dokter . Sebenarnya kami sudah melakukan beberapa pencegahan, tapi …..

Dokter : Pencegahan ? Pencegahan bagaimana ?

Boyke  : Saya menggunakan kondom, Klara minum pil ….

Dokter : (Menggeleng-geleng kepala , takjub) Kondom dan pil ( Berhenti sejenakk) Suatu kombonasi yang bagus sebenarnya, tapi toh kebobolan juga kan ? (Klara dab Boyke hanya menunduk, tidak  dapat berkata-kata lagi) Baiklah, semua sudah terjadi. Anda masih SMA sudah sering melakukan hubungan seks. Apa sebenarnya yang kalian cari dengan semua itu ?

Klara   :  Kami saling mencintai…..

Boyke  : Iya, Dokter. Kami saling mencintai .

Dokter : Haruskah cinta dinyatakan dengan berhubungan seksual(Klara dan Boyke terdiam) Saya mengerti persoalan kalian. Kalian saling mencintai dan bertekad hidup bersama nantinya. Memang tidak ada yang mengalahkan cinta. Tetapi, tidakkah kalian menyadari bahwa sekarang ini ada begitu banyak pandangan tentang cinta? Saya tidak tahu kalian menganut aliran yang mana dan itu tidak penting bagi saya. Tetapi, ada yang kalian lupakan dalam hal ini, bahwa dalam hiduo yang sesak seperti sekarang, kita harus memiliki wawasan yang luas dan total. Dengan wawasan itulah kita memilih. Tidak mudah memang. Tetapi, mengapa mesti tidak berhati-hati ?

Boyke  : (Agak marah, menyela pembicaraan dokter) Dokter, kami Memilki pandangan tersendiri tentang hidup ini , yang kami rsa tidak perlu dicampuri oleh siapa pun. Kami datang kesini bukan untuk mendengarkan pembicaraan Dokter, melainkan untuk minta bantuan Dokter….

Dokter : Oh ya ? Bantuan apa yang anda maksudkan ? Saya selalu siap membantu anda.

Boyke  : Dokter, kami belum siap dan tidak menghendaki kehamilan klara….

Dokter : (Mengangkat alis, diam sejenak, memikirkan kata-kata Boyke barusan) Oh… baru mengerti saya sekarang. Tapi, Anda telah salah alamat…

Klara   : Maksud Dokter ?

Dokter : Ya , Saya bukanlah dokter yang suka melakukan aborsi untuk  kasus seperti ini.

Boyke  : Tapi, Dok…

Dokter : Ya ? Tapi apa ?

Boyke  :Tidak bisakah Dokter menolong kami ?

Dokter : Sangat bisa! Pertolongan saya adalah saya hanya bisa menganjurkan sebaiknya kalian menikah!

Boyke  : Tapi kami masih muda. Kami tidak mau menikah dalam usia sangat muda.

Dokter : Tapi kalian sudah melakukan sesuatu yang sebenarnya hanya menjadi hak orang-orang yang sudah menikah, bukan seperti kalian yang belum menikah!

Klara   : Tapi kami saling mencintai, Dokter. Sebagian besar teman kami yang berpacaran  juga melakukannya…..

Dokter : (Terdiam sejenak. Ia hanya menundukkan kepalanya sambil menatapi kedua tangannya yang bersilangan diatas meja). Saya memang sudah biasa membantu persalinan tetapi tidak untuk menggugurkannya.

Boyke  : Jadi, bagaimana, Dokter ?

Dokter : Begini saja. Anda berdua pulang dan bicarakan segera masalah ini dengan orangtua anda masing-masing. Saya menyarankan Anda berdua bertanggung jawab atas perbuatan yang anda lakukan. Tidak ada cara lain kecuali Anda berdua harus menikah ! (Memanggil suster) Suster !

Suster  : Saya, Dok!

Dokter : Bawa kedua pasien ini keluar dan tidak usah ditarik biaya!

Suster  : Baik,  Dok! (Suster mengajak sepasang pasien muda belia itu keluar meninggalkan ruangan)

Dokter  wicaksana  masih duduk di kursi goyangnya. Ia teringat akan anak gadisnya yang juga masih duduk di bangku SMA. Kemudian, ia berkata kepada penonton.

Dokter: Inilah akibat kebiasaan kita berlindung di balik kata tabu yang ternyata secara diam-diam menimbulkan sikap permisif masyarakat ternyata hanya mengaburkan batas-batas apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Harus segera kita tata kembali mengenai batas boleh dan tidak boleh itu. Kita  harus mengatakannya dengan jelas dan terang!

selesai

pondok melati, November 2005

ide cerita Faisal baraas

Metode  pembelajaran

 

ROLE PLAYING

Langkah-langkah :

  1. Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan
  2. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dalam waktu beberapa hari sebelum KBM
  3. Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang
  4. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai
  5. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan
  6. Masing-masing siswa berada di kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan
  7. Setelah selesai ditampilkan, masing-masing siswa diberikan lembar kerja untuk membahas penampilan masing-masing kelompok.
  8. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya
  9. Guru memberikan kesimpulan secara umum

10.  Evaluasi

11.  Penutup

LEMBAR KERJA SISWA

Nama Siswa   :

Kelas

Tanggal          :

  1. Apa yang dimaksud dengan gerak-gerik dan mimik?
  2. Apa yang perlu  dilakukan untuk menghayati tokoh?
  3. Apa yang harus diperhatikan saat mengekspresikan dialog?
  4. Apa yang dimaksud dengan blocking?
  5. Jelaskan gerak-gerik dalam drama?
  6. Apa yang dimaksud dengan gesture?
  7. Apa yang dimaksud dengan movement?
  8. Bagaimana  menghayati watak tokoh?

 

 

Rubrik penilaian untuk kinerja memberikan tanggapan atas opini dalam artikel koran

NAMA                                                    :

KELAS/NO. ABS                                :

TANGGAL PENILAIAN                    :

KOMPETENSI DASAR                     :

 

 

ASPEK

 

RINCIAN

NILAI 

KURANG  

CUKUP BAIK AMAT BAIK
D  (10) C (15) B (20) A (25) 

 

ISI TANGGAPAN

Bersifat krtis dan tidak keluar dari topic bahasan   lafal, intonasi, dan ekspresi
Orisinal dan berpikir kreatif (tidak meniru/mengulang tanggapan orang lain)
Didukung  alasan, bukti serta referensi /landasan teori memadai
 

SISTEMATIKA

TANGGAPAN

Didahului   pengantar /latar belakang/  mengidentifikasi duduk persoalan
Ada   pernyataan utama di awal dan ditunjang  gagasan penjelas / pengembang di tengah
Ada kesimpulan/penegasan   dan saran di akhir
 

BAHASA TANGGAPAN

Kalimat efektif dan komunikatif
Diksi tepat, khusus, variatif,
Struktur kalimat  tepat dan baku
 

ETIKA  DAN TEKNIK BEBRICARA

Menghargai pendapat orang lain
Kata-katanya santun dan tidak emosional
Volume suara, artikulasi dan intonasi berbicara jelas dan  tepat
 

JUMLAH SKOR

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: