ANALISIS KESALAHAN DALAM SKRIPSI

20 Des

ANALISIS KESALAHAN DALAM SKRIPSI

Oleh:

Nurjannah Gultom (Ekstensi B)

Dara Syahadah (Ekstensi B)

Sri Wahyuni Matondang (Ekstensi B)

SKRIPSI 1

Judul: Kontribusi Penguasaan Konjungsi Subordinatif Terhadap Kemampuan Menulis Kalimat Subordinatif Oleh Siswa Kelas X SMA Pencawan Medan Tahun Pembelajaran 2006/2007

Penulis: Ingan Malem Maria Ginting

  1. 1. Sampul

Pada bagian sampul skripsi dikatakan “Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan”. Kata sebagian seharusnya salah satu.

  1. 2. Lembar Pengesahan
    1. Lembar pengesahan 1, dalam skripsi tertulis “Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan”, dan ditanda tangani oleh dosen pembimbing skripsi. Seharusnya pada lembar pengesahan 1 tertulis “Dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diuji dalam ujian mempertahankan skripsi”, dan ditanda tangani oleh dosen pembimbing skripsi.
    2. Lembar pengesahan 2, dalam skripsi tertulis, “Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan”, dan disahkan oleh dosen penguji. Seharusnya pada lembar pengesahan 2 tertulis, “Dinyatakan Telah Diuji dalam ujian mempertahankan skripsi di meja hijau”, dan ditanda tangani oleh dosen penguji.
    3. Skripsi ini hanya memiliki 2 lembar pengesahan. Seharusnya lembar pengesahan 3 berisi tentang pernyataan sebagai berikut, “dinyatakan telah memenuhi syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan”, ini disahkan oleh dekan dan jurusan.

 

 

 

 

  1. 3. Abstrak

Abstrak di dalam skripsi telah memuat tujuan penelitian, hipotesis, metodologi penelitian, hasil yang diperoleh, dan kesimpulan penelitian. Namun di dalam abstrak belum terdapat garis besar mengenai masalah dalam pendidikan.

  1. 4. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah yang tertera dalam skripsi adalah:

  1. Penguasaan siswa tentang pengertian konjungsi
  2. Penguasaan siswa tentang jenis-jenis konjungsi
  3. Penguasaan siswa tentang pengertian konjungsi subordinatif
  4. Penguasaan siswa tentang jenis-jenis konjungsi subprdinatif
  5. Kemampuan siswa mengidentifikasi makna hubungan  subordinasi pada kalimat subordinasi
  6. Kemampuan siswa menulis kalimat dengan menggunakan konjungsi subordinatif

Apabila bentuk kalimat pada identifikasi masalah adalah seperti pada poin-poin di atas, itu bukan merupakan masalah. Maka seharusnya bentuk kalimat identifikasi masalah adalah:

a)      Lemahnya penguasaan siswa tentang pengertian konjungsi

b)      Lemahnya penguasaan siswa tentang jenis-jenis konjungsi

c)      Lemahnya penguasaan siswa tentang pengertian konjungsi subordinatif

d)     Lemahnya penguasaan siswa tentang jenis-jenis konjungsi subprdinatif

e)      Lemahnya kemampuan siswa mengidentifikasi makna hubungan  subordinasi pada kalimat subordinasi

f)       Lemahnya kemampuan siswa menulis kalimat dengan menggunakan konjungsi subordinatif

  1. 5. Pembatasan Masalah

Dalam skripsi ini penulis telah membatasi masalah yang telah dicantumkan dalam identifikasi masalah. Artinya, pembatasan masalah telah relevan dengan identifikasi masalah. Pembatasan masalahnya adalah jenis-jenis konjungsi subordinatif dan kemampuan menulis kalimat subordinatif.

  1. 6. Rumusan Masalah

Masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai sebagai berikut:

  1. Bagaimana tingkat penguasaan siswa tentang konjungsi subordinatif?
  2. Bagaimana tingkat kemampuan siswa menulis kalimat subordinatif?
  3. Apakah ada kontribusi penguasaan konjungsi subordinatif terhadap kemampuan menulis kalimat subordinatif.

Dapat dikatakan bahwa rumusan masalah relevan dengan latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah. Selain itu rumusan masalah juga telah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan.

 

SKRIPSI 2

Judul: Perbedaan Kemampuan Mengarang Eksposisi Siswa Yang Menggunakan Metode Deduktif Dan Metode Induktif Studi Terhadap Siswa Kelas XI SMA Negeri 3 Binjai  Tahun Pembelajaran 2006/2007

Penulis: Sahrayni

  1. 1. Sampul

Pada bagian sampul skripsi dikatakan “Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan”. Kata sebagian seharusnya salah satu.

  1. 2. Lembar Pengesahan
    1. Lembar pengesahan 1, dalam skripsi tertulis “Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan”, dan ditanda tangani oleh dosen pembimbing skripsi. Seharusnya pada lembar pengesahan 1 tertulis “Dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diuji dalam ujian mempertahankan skripsi”, dan ditanda tangani oleh dosen pembimbing skripsi.
    2. Lembar pengesahan 2, dalam skripsi tertulis, “Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan”, dan disahkan oleh panitia ujian. Seharusnya pada lembar pengesahan 2 tertulis, “Dinyatakan Telah Diuji dalam ujian mempertahankan skripsi di meja hijau”, dan ditanda tangani oleh dosen penguji.
    3. Lembar pengesahan 3, dalam skripsi tertulis,” dinyatakan telah memenuhi syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan,” dan disahkan oleh tim penguji. Seharusnya pada lembar pengesahan 3 berisi tentang pernyataan sebagai berikut, “dinyatakan telah memenuhi syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan”, ini disahkan oleh dekan dan jurusan.

 

  1. 3. Abstrak

Abstrak di dalam skripsi telah memuat tujuan penelitian, hipotesis, metodologi penelitian, hasil yang diperoleh, dan kesimpulan penelitian. Namun di dalam abstrak belum terdapat garis besar mengenai masalah dalam pendidikan.

  1. 4. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah dalam skripsi ini tidak relevan dengan apa yang terdapat dalam latar belakang masalah. Selain itu identifikasi juga ditulis dalam bentuk pertanyaan. Sedangkan identifikasi masalah seharusnya dituliskan dalam bentuk pernyataan. Identifikasi masalah dalam skripsi adalah:

  1. Bagaimana kemampuan mengarang eksposisi siswa yang menggunakan metode deduktif?
  2. Bagaimana kemampuan mengarang eksposisi siswa yang menggunakan metode induktif?
  3. Bagaimana kesatuan gagasan dan koherensi yang dibangun siswa dalam mengarang eksposisi? (tidak terdapat dalam latar belakang masalah)
  4. Apakah terdapat perbedaan kemampuan mengarang eksposisi siswa yang menggunakan metode deduktif dan induktif?

Setelah kami membaca kembali latar belakang masalah dalam skripsi, maka kami menemukan beberapa identifikasi masalah yang lebih relevan. Identifikasi masalah tersebut adalah:

  1. Penggunaaan metode pembelajaran yang belum memadai.
  2. Metode yang digunakan siswa dalam mengarang eksposisi belum maksimal.
  3. Tidak semua metode pembelajaran yang digunakan memadai dalam mencapai tujuan instruksional tertentu.
  4. 5. Pembatasan Masalah

Dalam skripsi ini penulis telah membatasi masalah yang telah dicantumkan dalam identifikasi masalah. Artinya, pembatasan masalah telah relevan dengan identifikasi masalah. Pembatasan masalahnya adalah adanya perbedaan kemampuan mengarang eksposisi siswa yang akan diteliti dibatasi pada kesatuan gagasan dan koherensi yang dibuat oleh siswa. Namun masalah yang tercantum dalam identifikasi masalah tersebut yang kemudian dicantumkan dalam pembatasan masalah justru tidak terdapat dalam latar belakang masalah.

 

 

  1. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam skripsi  ditulis dalam bentuk pertanyaan. Rumusan masalahnya adalah “apakah terdapat perbedaan kemampuan mengarang eksposisi siswa yang menggunakan metode deduktif dan induktif?”

Rumusan masalah telah sesuai dengan pembatasan masalah.

SKRIPSI 3

Judul: Pengaruh Media Musik Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Oleh Siswa Kelas XI Smk Al-Alwashliyah Merbau Tahun Pembelajaran 2006/2007

Penulis: RISTIKA ELYA TANJUNG

  1. 1. Sampul

Pada bagian sampul skripsi dikatakan “Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan”. Kata sebagian seharusnya salah satu.

  1. 2. Lembar Pengesahan
    1. Lembar pengesahan 1, tidak ada. Seharusnya pada lembar pengesahan 1 tertulis “Dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diuji dalam ujian mempertahankan skripsi”, dan ditanda tangani oleh dosen pembimbing skripsi.
    2. Lembar pengesahan 2, tidak ada. Seharusnya pada lembar pengesahan 2 tertulis, “Dinyatakan Telah Diuji dalam ujian mempertahankan skripsi di meja hijau”, dan ditanda tangani oleh dosen penguji.
    3. Skripsi ini tidak memiliki lembar pengesahan. Seharusnya lembar pengesahan 3 berisi tentang pernyataan sebagai berikut, “dinyatakan telah memenuhi syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan”, ini disahkan oleh dekan dan jurusan.

 

  1. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah dalam skripsi ini tidak relevan dengan apa yang terdapat dalam latar belakang masalah. Selain itu identifikasi juga ditulis dalam bentuk pertanyaan. Sedangkan identifikasi masalah seharusnya dituliskan dalam bentuk pernyataan. Identifikasi masalah dalam skripsi adalah:

  1. Media apa yang sering digunakan guru di sekolah dalam mengapresiasikan puisi?
  2. Apakah media musik berdampak positif terhadap kualitas hasil belajar?
  3. Apakah siswa suka mendengarkan musik melalui audio-tape?
  4. Apakah media musik dapat berpengaruh positif dalam pembelajaran menulis puisi?

Setelah kami membaca kembali latar belakang masalah dalam skripsi, maka kami menemukan beberapa identifikasi masalah yang lebih relevan. Identifikasi masalah tersebut adalah:

  1. Lemahnya minat siswa terhadap mata pelajaran bahasa indonesia
  2. Sistem pengajaran atau metode pengajaran dan media pembelajaran yang diberikan oleh guru kurang memadai.
  3. Lemahnnya kemampuan siswa dalam menulis puisi.
  4. Lemahnya daya imajinasi siswa dan minimnya penguasaan kosa kata.
  5. 4. Pembatasan Masalah

Dalam skripsi ini penulis telah membatasi masalah yang telah dicantumkan dalam identifikasi masalah. Artinya, pembatasan masalah telah relevan dengan identifikasi masalah. Masalah yang akan diteliti dibatasi pada puisi karangan Ebiet G. Ade bertemakan alam dengan penggunaan media musik dan media tanpa musik (konvensional).

  1. 5. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam skripsi telah relevan dengan latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah. Rumusan masalah juga dibuat dalam bentuk pertanyaan.

  1. Seberapa besar kemampuan menulis puisi dengan menggunakan media tanpa musik (konvensional).
  2. Seberapa besar kemampuan menulis puisi dengan menggunakan media musik.
  3. Apakah ada pengaruh media musik terhadap kemampuan menulis puisi oleh siswa.

BAB II

Skripsi 1

Judul: Kontribusi Penguasaan Konjungsi Subordinatif Terhadap Kemampuan Menulis Kalimat Subordinatif Oleh Siswa Kelas X SMA Pencawan Medan Tahun Pembelajaran 2006/2007

Penulis: Ingan Malem Maria Ginting

 

Bab II pada skripsi berisi tentang landasan teoritis dan kerangka pemikiran. Sering pula ditulis tinjauan teoritis atau tinjauan pustaka. Dalam bab ini dijelaskan pembahasan tentang variable penelitian  dan hubungan antar variable secara teoritik sehingga secara rasional dapat bisa menemukan hipotesis. Skripsi ini berjudul Kontribusi Penguasaan Konjungsi Subordinatif Terhadap Kemampuan Menulis Kalimat Subordinatif Oleh Siswa Kelas X SMA Pencawan Medan Tahun Pembelajaran 2006/2007. Dengan demikian variabel-variabelnya adalah:

  1. Penguasaan konjungsi subordinatif (variabel x)
  2. Kemampuan menulis kalimat subordinatif (variabel y)

 

A.Kerangka Teoritis

Kerangka teorotis dalam skripsi ini telah memuat berbagai teori yang relevan terhadap kedua variabel di atas. Namun masih terdapat juga beberapa teori yang tidak relevan. Untuk lebih jelasnya akan dipaparkan berikut ini. Kerangka teoritis yang terdapat dalam skripsi adalah;

  1. Pengertian Penguasaan Konjungsi

Dalam poin ini penulis langsung memuat teori-teori tentang konjungsi. Seharusnya penulis terlebih dahulu memuat teori-teori tentang penguasaan.

  1. Pembagian konjungsi

Dalam poin ini penulis membagi konjungsi dalam 4 bagian yang mana salah satunya adalah konjungsi subordinatif. Namun penulis juga secara panjang lebar memaparkan beberapa teori tentang konjungsi korelatif, konjungsi kodinatif, dan konjungsi antar kalimat. Seharusnya tidak demikian karena tidak perlu.

  1. Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif relevan dengan variabel penelitian. Teori-teori yang dibahas dalam skripsi ini juga relevan.

 

  1. Pembagian Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif relevan dengan variabel penelitian. Teori-teori yang dibahas dalam skripsi ini juga relevan.

  1. Kemampuan Menulis

Dalam poin ini penulis tidak memuat teori-teori yang relevan tentang kemampuan dan menulis. Dalam skripsi tidak jelas dicantumkan sumber rujukan penulis. Dapat dilihat sebagai berikut: kemampuan merupakan kesanggupan atau kecakapan untuk melakukan sesuatu. Menulis merupakan kegiatan membuat goresan berupa lambing bunyi yang disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan maksud atau pesan. Kesanggupan, kecakapan seseorang dalam membuat goresan berupa lambang bunyi yang disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan maksud atau pesan disebut kemampuan menulis. Di sini tidak terdapat teori dan sumber rujukan yang relevan.

  1. Kalimat Subordinatif

Teori-teori dalam skripsi sudah relevan dengan variabel penelitian

  1. Tempat atau Posisi Konjungsi Subordinatif

Teori-teori dalam skripsi sudah relevan dengan variabel penelitian

  1. Makna Hubungan Subordinatif dalam Kalimat Subordinatif

Teori-teori dalam skripsi sudah relevan dengan variabel penelitian

  1. Menulis Kalimat Subordinatif

Teori-teori dalam skripsi sudah relevan dengan variabel penelitian

 

 

B.Kerangka Konseptual

Dari keseluruhan teori-teori yang terdapat dalam landasan teoritis di atas, penulis telah menulis beberapa teori baru. Ini dapat dilihat pada isi kerangka konseptual berikut.

Penguasaan konjungsi subordinatif adalah pemahaman atau kesanggupan menggunakan konjungsi subordinatif untuk menghubungkan dua klausa atau lebih yang tidak sederajat. Agar dapat menguasai konjungsi subordinatif dibutuhkan pengetahuan mengenai pengertian konjungsi subordinatif, pengelompokan konjungsi subordinatif yang meliputi konjungsi subordinatif waktu, syarat, pengandaian, tujuan, konsesif, pembandingan, sebab, hasil, alat, cara, komplementasi, atribut, dan perbandingan.

Kemampuan menulis kalimat subordinatif adalah kesanggupan seseorang memakai konjungsi subordinatif dalam pembentukan kalimat subordinatif yang terdiri dari induk kalimat (klausa utama) dan anak kalimat (klausa bawahan) .

Kemampuan dalam menulis kalimat subordinatif dipengaruhi oleh penguasaan konjungsi subordinatif. Dengan menguasai konjungsi subordinatif seorang akan dapat menulis kalimat subordinatif  yang syarat mutlaknya adalah menggunakan konjungsi subordinatif.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis kalimat subordinatif, yakni penggunaan konjungsi subordinatif yang tidak bertentangan, pemakaian subordinator yang sesuai dengan logika, pemakaian subordinator sebagai penghubung antar klausa, dan pemakaian tanda koma. Keempat hal inilah yang akan menjadi kriteria penilaian dalam menulis kalimat subordinatif dalam penelitian ini.

Penguasaan konjungsi subordinatif disebut sebagai variabel X dan kemampuan menulis kalimat subordinatif sebagai variabel Y yang keduanya mempunyai hubungan yang signifikan.

Teori-teori baru tersebut jika diteliti telah relevan dengan teori-teori yang terdapat pada landasan teoritis sebelumnya. Penulis membuat teori baru berdasarkan landasan teoritis. Teori baru tersebut memaparkan adanya hubungan antara penguasaan konjungsi subordinatif dengan kemampuan menulis kalimat subordinatif.

 

C.Hipotesis

Untuk memudahkan penulis dalam mengambil kesimpulan, maka diperlukan suatu hipotesis. Sebagian besar penelitian khususnya yang bertujuan mencari hubungan , pengaruh, atau perbandingan dari beberapa variabel atau objek biasanya menggunakan hipotesis yang berguna sebagai penuntun kegiatan sesuai dengan pendapat Arikunto (2005:45) mengatakan, “Untuk penelitian dua atau lebih variabel, hipotesis merupakan dugaan tentang kebenaran mengenai hubungan dua variabel atau lebih”.

Berdasarkan pendapat di atas, maka penulis membuat hipotesis penelitian yang menyatakan ada kontribusi yang signifikan antara penguasaan konjungsi subordinatif dengan kemampuan menulis kalimat subordinatif. Hipotesis ini muncul berdasarkan pemikiran bahwa semakin tinggi tingkat penguasaan seseorang terhadap suatu teori maka semakin mudah baginya untuk melakukan suatu praktik. Dengan kata lain penguasaan teori konjungsi subordinatif yang baik akan menghasilkan keterampilan menulis kalimat subordinatif yang baik pula.

Dalam hipotesis di atas penulis telah menetapkan adanya hubungan antara kedua variabel penelitian. Seperti halnya yang telah dipaparkan dalam kerangka konseptual.

 

.

Pada skripsi yang ke-2 berjudul “ PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGARANG EKSPOSISI SISWA YANG MENGGUNAKAN METODE DEDUKTIF DAN METODE INDUKTIF STUDI TERHADAP SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 BINJAI TAHUN PEMBELAJARAN 2006/2007” kami menganalisis bab 2. Dimana dalam bab tersebut terdapat kerangka teoritis, kerangka konseptual dan pengajuan hipotesis. Dalam bab ini dijelaskan pembahasan variabel penelitian  dan hubungan  antar variabel secara teoritik sehingga secara rasional bisa menurunkan hipotesis penelitian.

Untuk menganalisis skripsi ini, variabel yang dibahas yaitu:

 

  1. Kemampuan mengarang eksposisi
  2. Metode deduktif dan metode induktif

 

Kerangka Teoritis

Pada skripsi ini “ kemampuan mengarang eksposisi” (variabel X) dan “metode deduktif dan metode induktif” (varibel Y) telah dipaparkan dalam landasan teoritis. Akan tetapi untuk lebih jelasnya kami membahasnya satu persatu.

Skripsi yang ditulis oleh Sahrayni ini, penulis memaparkan pengertian “kemampuan” disertai dengan rujukannya. Dalam memberikan pendapatnya, penulis memaparkan terlebih dahulu pengertian “kemampuan” itu sendiri dari beberapa sumber yang dapat di percaya, yaitu KBBi (2003 : 707) dan Olson dalam Rosmawati (2006: 4), kemuadian ia menyimpulkan kembali pengertian “kemampuan” tersebut dengan kata-katanya yang berdasarkan bukti yang ada.  Kemudian ia memaparkan  pengertian “karangan” tersendiri beserta langkah-langkah dari mengarang, syarat-syarat karangan yang baik, jenis-jenis dari karangan tersebut dalam landasan teoritis pada skripsinya. Kemudian penulis menjabarkan kembali pengertian karangan eksposisi tersebut secara spesifikasi yang berkaitan dengan judul skripsinya. Dilanjutkan kembali dengan pengertian metode pembelajaran dimana penulis memaparkan metode deduktif dan metode induktif. Dalam menganalisis skripsi dari Sahrayni ini, menurut kami penulis tidak terlalu banyak memaparkan hal-hal yang tidak penting karna dalam skripsinya ia memaparkan garis besar yang menyangkut dalam penelitiannya kemudian penulis menspesifikasikan teori-teorinya. Kerangka teoris skripsi yang ditulis oleh Sahrayni ini, menurut kami telah sesuai.

Kerangka Konseptual

Pada kerangka teoritis yang penulis telah paparkan, menurut kami yang menganalisis skripsi ini, kerangka konseptual yang dijelaskan oleh penulis sesuai atau relevan dengan landasan teoritis.Dalam kerangka teoritis penulis memaparkan bahwa “hasil belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan akibat pengalaman. Di dalam hal menyajikan materi perlu materi pelajaran perlu digunakan metode pengajaran. Dengan metode deduktif dan metode induktif diharapkan tercapainya tujuan-tujuan pengajaran. Metode deduktif merupakan cara berfikir yang  menarik kesimpulan dari hal yang umum menjadi hal yang khusus. Atau dimulai dengan penjelasan-penjelasan isi pelajaran kemudian disusul dengan contoh-contoh. Sedangkan pendekatan induktif dalam hal ini berarti memberikan contoh-contoh terlebih dahulu dan kemudian merumuskan defenisinya, atau memberikan kesimpulan dari contoh-contoh. Karangan eksposisi adalah karangan yang mengutamakan penjelasan sesuatu objek atau gagasan (hal) dengan kelugesan sehingga pembaca mudah mengerti. Kemudian dalam kerangka konseptual penulis menatakan bahwa “dari uraian tersebut penulis melihat adanya perbedaan yang signifikan antara pembelajaran menggunakan metode deduktif dengan pembelajaran menggunakan metode induktif. Hal ini juga memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa”.

 

 

 

Hipotesis Penelitian

Hipotesis penelitian yang dinyatakan oleh penulis dalam hipotesisnya menunjukkan adanya perbedaan antara dua variabel. Dalam hipotesis penelitian yang disampaikan penulis dalam skripsinya” adanya perbedaan kemampuan mengarang eksposisi siswa yang menggunakan metode deduktif dan metode induktif ( studi terhadap siswa kelas XI SMA negeri 3 Binjai tahun pembelajaran 2006/2007)”.

Menurut analisis kami hipotesis yang diajukan oleh penulis sudah jelas, singkat, dan padat dan hipotesis yang diajukan dapat diuji kebenarannya. Hipotesis yang diajukan pun diangkat berdasarkan kajian teoritis dan kerangka konseptual.

 

Judul: PENGARUH MEDIA MUSIK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI OLEH SISWA KELAS XI SMK AL-ALWASHLIYAH MERBAU TAHUN PEMBELAJARAN 2006/2007

Penulis: RISTIKA ELYA TANJUNG

  1. Landasan Teoritis

Landasan teoritis dalam skripsi ini telah memuat berbagai teori yang berkaitan dengan variabel-variabel penelitian di atas. Yaitu PENGARUH MEDIA MUSIK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI OLEH SISWA.

  1. Hakikat Media Pembelajaran

1.1.   Ciri-ciri Media Pembelajaran

1.2.   Manfaat Media dalam Pembelajaran

1.3.   Jenis Media Pembelajaran

  1. Hakikat Musik

1.1.   Pengertian Musik

  1. Hakikat Kemampuan
  2. Hakikat Menulis
  3. Hakikat Puisi

5.1 Pengertian puisi

5.2 Pembagian Puisi

5.3 Unsur-unsur yang Membangun Puisi

 

  1. Kerangka Konseptual

Dari keseluruhan teori-teori yang terdapat dalam landasan teoritis di atas penulis membuat beberapa teori baru yaitu:

Puisi merupakan ragam sastra yang terikat rima, irama dan sebagainya. Menulis puisi merupakan kegiatan sastra yang selalu dipelajari di setiap jenjang-jenjang sekolah. Ini mengingat bahwa aktivitas bersastra perlu di pupuk sejak dini.kegiatan menulis puisi diharapkan dapat memupuk rasa cinta siswa terhadap sastra. Untuk meningkatkan kemampuan puisi dapat menggunakan media. Media yang digunakan adalah media musik dan media tanpa musik.

Media adalah alat yang menghubungkan dan menyampaikan informasi sehingga siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Media pembelajaran adalah perangkat yang berguna sebagai alat bantu, komunikasi, interaksi bagi guru dan siswa yang dapat menunjang proses belajar mengajar.

Dalam menunjang proses belajar yang baik dibutuhkan prasarana yang baik. Media merupakan salah satu penunjang kemampuan belajar yang baik. Salah satu jenis media yaitu musik yang diperdengarkan melalui radio- tape. Diperdengarkannya musik diharapkan dapat membantu atau merangsang daya seni dan daya imajinasi siswa agar dapat menulis puisi. Dengan demikian diduga ada pengaruh media musik terhadap peningkatan penulisan puisi.

 

  1. Hipotesis

Dalam hipotesis penulis telah menetapkan  berdasarkan kerangka konseptual di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa menulis puisi yang dibantu dengan media musik lebih baik dari kemampuan siswa menulis puisi

 

Kesimpulan

Pada skripsi 1 yang berjudul Kontribusi Penguasaan Konjungsi Subordinatif Terhadap Kemampuan Menulis Kalimat Subordinatif Oleh Siswa Kelas X SMA Pencawan Medan Tahun Pembelajaran 2006/2007 terdapat dua variabel. Penguasaan konjungsi subordinatif sebagai variabel x dan kemampuan menulis kalimat subordinatif sebagai variabel y. Masalah-masalah yang dibahas dalam skripsi sudah relevan dengan kedua variabel tersebut di atas. Hal ini dapat dilihat jelas pada landasan teoritis. Dalam landasan teoritis dipaparkan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah-masalah penelitian yakni mengenai kedua variabel yang didukung oleh berbagai teori yang relevan. Demikian juga halnya dengan skripsi 2 yang berjudul Perbedaan Kemampuan Mengarang Eksposisi Siswa Yang Menggunakan Metode Deduktif Dan Metode Induktif Studi Terhadap Siswa Kelas XI SMA Negeri 3 Binjai  Tahun Pembelajaran 2006/2007 dan skripsi 3 yang berjudul Pengaruh Media Musik Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Oleh Siswa Kelas Xi Smk Al-Alwashliyah Merbau Tahun Pembelajaran 2006/2007. Namun diantara ketiga skripsi tersebut skripsi yang paling layak untuk dijadikan acuan adalah skripsi 3 dengan judul Pengaruh Media Musik Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Oleh Siswa Kelas Xi Smk Al-Alwashliyah Merbau Tahun Pembelajaran 2006/2007.

 

 

Instrumen Penelitian

SKRIPSI 1

Judul: Kontribusi Penguasaan Konjungsi Subordinatif Terhadap Kemampuan Menulis Kalimat Subordinatif Oleh Siswa Kelas X SMA Pencawan Medan Tahun Pembelajaran 2006/2007

Penulis: Ingan Malem Maria Ginting

Pada  skripsi ini instrumen penelitiannya telah ditentukan berdasarkan   identifikasi terhadap variabel-variabel yang akan dikumpulkan datanya. Data yang dijaring adalah penguasaan konjungsi koordinatif (x) dan kemampuan menulis kalimat subordinatif (y).

  1. Instrumen penguasaan konjungsi subordinatif

Untuk menjaring data subordinatif penulis memilih test objektif (pilihan berganda) dengan empat pilihan jawaban, hanya satu yang benar. Jumlah soal yang dugunakan penulis untuk menjaring data penguasaan konjungsi subordinatif adalah sebanyak 20 soal. Didalam kerangka  teoritis sebelumnya penulis telah menjabarkan berbagai teori yang berkaitan dengan penguasaan konjungsi subordinatif diantaranya, jenis konjungsi subordinatif, bentuk konjungsi subordinatif, penggunaan konjungsi subordinatif, dan makna hubungan subordinatif. Oleh karena itu dua puluh soal tersebut diatas dibagi-bagi menjadi, 7 soal untuk membedakan jenis konjungsi subordinatif, 4 soal untuk pengetahuan bentuk konjungsi, 3 soal untuk memahami penggunaan konjungsi subordinatif, dan 6 soal untuk mengungkapkan makna hubungan  subordinatif. Maka dalam evaluasi test ini penulis mencantumkan kriteria penilaian. setiap pertanyaan dijawab benar oleh siswa diberi skor 4 dan dijawab salah diberi skor 0. jadi skor maksimal adalah 20 dan dikonversi menjadi 100  dengan rumus :  .

  1. Instrumen kemampuan menulis kalimat subordinatif

Test yang digunakan penulis untuk menjaring data kemampuan menulis kalimat subordinatif adalah test essay. Siswa diminta menulis 20 kalimat subordinatif dengan menggunakan konjungsi subordinatif yang telah ditentukan. Test dalam menulis kalimat subordinatif ini meliputi penggunaan konjungsi subordinatif dalam kalimat subordinatif yang telah diuraikan secara jelas dalam kerangka teoritis. Dalam hal ini penulis berangkat dari kerangka teoritis yang telah ia buat sebelumnya. Maka kisi-kisi penentuan skor dapat dilihat sebagai berikut.

Skor 4 jika

  1. konjungsi subordinatif yang digunakan dalam kalimat tidak bertentangan.
  2. pemakaian subordinatif yang sesuai dengan logika
  3. pemakaian tanda koma yang tepat pada kalimat subordinatif
  4. pemakaian konjungsi subordinatif ssebagai penghubung antar klausa

(hal 27-29)

Skor 3 jika tiga dari empat poin di atas terpenuhi

Skor 2 jika dua dari empat poin di atas terpenuhi

Skor 1 jika satu dari empat poin di atas terpenuhi

Skor 0 jika tidak ada poin yang terpenuhi

Maka dapat dikatakan bahwa instrumen penelitian dalam skripsi ini benar-benar sudah menjaring data untuk masalah yang diajukan dalam penelitian. Instrumen penelitian telah sesuai dengan kerangka teoritis.

Pada skripsi yang ke-2 berjudul “ PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGARANG EKSPOSISI SISWA YANG MENGGUNAKAN METODE DEDUKTIF DAN METODE INDUKTIF STUDI TERHADAP SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 BINJAI TAHUN PEMBELAJARAN 2006/2007”. Instrumen yang digunakan penulis dalam menjaring data adalah tes essay yaitu membuat karangan eksposisi. Dalam kerangka teoritis sebelumnya, penulis telah terlebih dahulu menjabarkan syarat-syarat karangan eksposisi yang baik adalah kesatuan gagasan, menggunakan kalimat efektif, koherensi dan kohesi, diksi, ejaan dan tanda baca, data dan fakta. Namun di dalam instrumen penelitian, penulis hanya membatasi kisi-kisi penilaiannya pada kesatuan gagasan dan koherensi. Hal ini dapat dilihat pada skripsi halaman 13.

Dalam hal ini penulis menetapkan 1 instrumen penelitian hanya pada 1 variabel penelitian saja yakni pada variabel X (kemampuan mengarang eksposisi). Seharusnya penulis juga harus menetapkan instrumen penelitian terhadap variabel Y (metode deduktif dan induktif) sebagaimana yang telah dijabarkan pada kerangka teoritis sebelumnya.

Pada skripsi 3 yang berjudul PENGARUH MEDIA MUSIK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI OLEH SISWA KELAS XI SMK AL-WASHLIYAH MERBAU TAHUN PEMBELAJARAN 2006/2007, instrumen penelitian tidak menjaring data yang ada pada kerangka teoritis secara keseluruhan karena instrumen penelitian hanya mengacu pada variabel Y yakni kemampuan menulis puisi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah gambaran puisi. Dalam kisi-kisi penilaiannya penulis mencantumkan tema, diksi, gaya bahasa, rima, dan pengimajian. Sedangkan dalam kerangka teoritis sebelumnya, penulis tidak ada membahas mengenai diksi, gaya bahasa, rima, dan pengimajian. Penulis hanya membahas tentang tema.

Untuk variabel X (pengaruh media musik), penulis tidak ada menetapkan instrumen penelitian. Maka dapat dikatakan bahwa penulis tidak menetapkan instrumen penelitian yang benar-benar sudah menjaring data untuk masalah yang diajukan dalam penelitian.

Maka secara keseluruhan, dari ketiga skripsi di atas kami menetapkan bahwa skripsi 1 adalah skripsi yang paling tepat untuk dijadikan pedoman dalam penulisan skripsi. Dalam skripsi 1, penulis telah menetapkan instrumen penelitian yang benar-benar sudah menjaring data untuk masalah yang diajukan dalam penelitian. Instrumen penelitian yang ditetapkan telah sesuai dengan apa yang telah dijabarkan sebelumnya dalam kerangka teoritis.

 

 

 

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: