RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

20 Des

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

 

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia

Kelas/Smester : XI/1

Pertemuan ke- : 3

Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit

 

Standar Kompetensi

Memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca nyaring

Kompetensi Dasar

Menemukan perbedaan paragraf deduktif dan induktif melalui kegiatan membaca intensif

Indikator

  1. Menemukan kalimat yang mengandung gagasan utama pada paragraf
  2. Menemukan kalimat penjelas yang mendukung gagasan utama
  3. Menjelaskan perbedaan antara paragraf yang berpola umum-khusus (deduktif) dan yang berpola khusus-umum (induktif)
  4. Menuliskan Kesimpulan paragraf deduktif dan induktif

Tujuan Pembelajaran

Siswa mampu menemukan perbedaan paragraf deduktif dan induktif melalui kegiatan membaca intensif

Materi Ajar

1. Menemukan kalimat yang mengandung gagasan utama pada paragraf

Gagasan utama adalah hal yang di bahas atau diungkapkan dalam bacaan. Gagasan utama diungkapkan dengan kata atau frase. Letak gagasan utama ada yang di awal paragraf (deduktif), diakhir paragraf (Induktif), atau di awal dan diakhir paragraf (deduktif-induktif).

 

Di awal paragraf (deduktif)

Ini adalah tempat favorit gagasan utama. Bisa dikatakan, 75%-80% gagasan utama terletak di sini. Mengapa? Karena ternyata  para penulis hampir selalu memulai paragrafnya dengan menuliskan gagasan utamanya, yaitu kalimat yang bersifat umum itu dan kalimat-kalimat berikutnya merupakan penjelas dari gagasan utama itu.
Contoh:
Ada banyak cara yang orang lakukan untuk mengisi hari pertamanya di tahun baru. Ada yang menyambut fajar pertama di puncak gunung, bersenang-senang dengan konvoi kendaraan bermotor, atau merayakannya dengan pesta kembang api, atau mungkin merayakannya dengan pasangan masing-masing.
Gagasan utamanya: Cara orang mengisi hari pertama di tahun baru.

Di akhir paragraf (induktif)

Banyak juga paragraf yang seperti ini. Artinya, paragraf itu dimulai dengan rincian, baru ditutup dengan pernyataan umum.
Contoh:
Ada orang yang menyambut fajar pertama di puncak gunung, ada yang memilih bersenang-senang dengan konvoi kendaraan bermotor. Akan tetapi, ada juga yang memilih menyambut tahun baru dengan pesta kembang api, atau mungkin merayakannya dengan pasangan masing-masing. Ya, itulah berbagai cara yang dilakukan orang untuk mengisi hari pertamanya di tahun baru.
Gagasan utamanya: Berbagai cara orang mengisi hari pertama di tahun baru.

2. Menemukan kalimat penjelas yang mendukung gagasan utama

Kalimat penjelas adalah kalimat yang mendukung gagasan utama. Kalimat penjelas berisi tentang fakta-fakta, dan rincian yang mendukung pernyataan umum dalam sebuah paragraf. Letak kalimat penjelas ada yang sesudah gagasan  utama (pada paragraf deduktif) dan sebelum kalimat utama (pada paragraf induktif).

Pada paragraf deduktif

Kalimat penjelas terletak setelah gagasan utama. Dengan kata lain, kalimat penjelas mengikuti gagasan utama.
Contoh:
Ada banyak cara yang orang lakukan untuk mengisi hari pertamanya di tahun baru. Ada yang menyambut fajar pertama di puncak gunung, bersenang-senang dengan konvoi kendaraan bermotor, atau merayakannya dengan pesta kembang api, atau mungkin merayakannya dengan pasangan masing-masing.
Dapat diperhatikan bahwa kalimat yang dicetak miring adalah kalimat penjelas.
Pada paragraf induktif

Kalimat penjelas terletak terletak di awal paragraf. Artinya, kalimat penjelas mendahului gagasan utama.
Contoh:
Ada orang yang menyambut fajar pertama di puncak gunung, ada yang memilih bersenang-senang dengan konvoi kendaraan bermotor. Akan tetapi, ada juga yang memilih menyambut tahun baru dengan pesta kembang api, atau mungkin merayakannya dengan pasangan masing-masing. Ya, itulah berbagai cara yang dilakukan orang untuk mengisi hari pertamanya di tahun baru.
Dapat diperhatikan bahwa kalimat yang dicetak miring adalah kalimat penjelas.

3. Menjelaskan perbedaan antara paragraf yang berpola umum-khusus (deduktif) dan yang berpola khusus-umum (induktif)

Untuk lebih memahami perbedaan antara paragraf yang berpola umum-khusus (deduktif) dan yang berpola khusus-umum (induktif), perhatikan tabel di bawah ini!

Aspek yang Dibandingkan Paragraf Induktif Paragraf Deduktif
Letak kalimat utama Di akhir paragraf Di awal paragraf
Alur berpikir Diawali dari contoh, kasus, ilustrasi, dan uraian-uraian khusus, diakhiri dengan kesimpulan atau pernyataan umum. Diawali dengan kesimpulan atau pernyataan umum, selanjutnya dihadirkan contoh , kasus, ilustrasi, dan uraian khusus yang yang mendukung simpulan atau pernyataan umum.
Cara pengembangan kalimat Jika paragraf terdiri dari lima kalimat, kalimat1-4 secara bersama-sama mendukung simpulan yang dirumuskan dalam kalimat kelima. Jika paragraf terdiri dari lia kalimat, isi kalimat pertama harus dijabarkan atau diuraikan lebih lanjut dalam kalimatkedua sampai kelima.
Cara memahami isi Melalui membaca cepat, pembaca akan dapat ”merasakan” bahwa kalimat-kalimat yang dihadirkan untuk mendukung kalimat utama yang diletakan di akhir paragraf. Melalui membaca cepat, pembaca akan segera menemukan bahwa kalimat yang diletakkan di awal paragraf,isinya dijabarkan dan dijelaskan lebih lanjut dalam kalimat-kalimat berikutnya.

4. Menuliskan kesimpulan paragraf deduktif dan induktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimuat dengan mengemukakan persoalan pokok atau gagasan utama kemudian diikuti dengan kalimat – kalimat penjelas.

contoh :
Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan terlebih dahulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru.
keterangan : kalimat yang tercetak miring sebagai pokok pikiran sedangkan yang lain sebagai penjelas.

Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang dimulai dengan kalimat-kalimat penjelas kemudian diikuti oleh gagasan utama.
contoh :
Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan kebudayaan. Tanpa bahasa, sendi – sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancar. Informasi tersendat – sendat. Memang bahasa alat komunikasi yang penting, efektif, dan efisien.

Keterangan : kalimat yang tercetak miring sebagai pokok pikiran sedangkan yang lain sebagai penjelas.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: