Arsip | Desember, 2010

Pendekatan Ekspresif novel Saman

23 Des


Lingkungan Sosial Ayu Utami

Ayu Utami lahir di Bogor, 21 November 1968. Ayu Utami merupakan anak bungsu dari lima bersaudara pasangan Sutaryo dan Suhartinah yang berasal dari Yogyakarta. Sutaryo sebagai ayah Ayu Utami bekerja sebagai jaksa, ia cukup ketat dalam mendidik anaknya untuk disiplin dan bertanggung jawab. Dalam hal ini ia sangat perhitungan terhadap anak-anaknya. Kalau ia memberikan sesuatu, pasti ia akan meminta imbalan yang seimbang dalam bentuk prestasi. Sebaliknya Suhartinah, sebagai ibu Ayu Utami yang dulu pernah bekerja sebagai guru Matematika di sebuah SMP adalah orang yang mencintai anak-anaknya tanpa batas. Baginya prestasi anak-anaknya bukanlah suatu hal yang teramat penting. Jika di lain pihak ayah Ayu Utami bisa kecewa sekali melihat anak-anaknya gagal meraih prestasi terbaik. Malah sebaliknya ia selalu siap menghibur jika anak-anaknya gagal. Kombinasi pola asuh orang tua Ayu Utami yang seperti inilah yang membuat Ayu Utami bisa tumbuh menjadi pribadi yang matang dan dewasa. Ayu Utami menghabiskan masa kecil di Bogor hingga tamat sekolah dasar. Kemudian ia melanjutkan SMP di Jakarta, dan SMU di Tarakanita Jakarta.

Semasa SMP dan SMU Ayu Utami melakukan pemberontakan pada orang tua yaitu dengan tidak mau membaca buku, dan tidak mau belajar. Pokoknya meremehkan orang dewasa, meminimalkan usahanya untuk belajar. Baginya membaca buku bisa mempengaruhi hidupnya, Ia mau tetap orisinil. Namun soal membaca, Ayu Utami masih menyisakan waktu untuk membaca Alkitab. Alkitab sudah menjadi bagian dari dirinya. Ia merupakan penganut Katolik yang mengagumi buku-buku hasil karya Michael Ondaatje dan Budi Darma. Alkitab adalah buku satu-satunya yang ia baca mulai dari kecil sampai dewasa. Alasannya, Alkitab ditulis oleh orang banyak dengan gaya masing-masing. Ada yang bebentuk puisi, buku, dan surat menyurat. Wajarlah kalau dalam novel Saman, terdapat petikan-petikan ayat Alkitab.

Sejak kecil Ayu Utami gemar menulis. Ketika beranjak remaja, ia menulis beberapa cerita pendek yang kemudian dimuat di majalah ibukota.

Namun, bukan berarti cita-cita Ayu Utami sejak kecil memang ingin menjadi penulis. Ayu Utami mempunyai bakat melukis. Ia sering memperoleh order melukis dari teman atau keluarganya. Bahkan impian banyak pelukis pernah menghampirinya, yakni tawaran dari pembimbing melukisnya untuk mengadakan pameran tunggal. Itulah sebabnya, setelah lulus dari SMU Ayu Utami ingin melanjutkan ke Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB.

Akan tetapi keinginan itu ditentang orang tua. Sebagai pelarian akhirnya Ayu Utami masuk ke Fakultas Sastra Jurusan Sastra Rusia Universitas Indonesia (UI). Ayu Utami memilih UI karena tidak ingin memberatkan orang tuanya, selai lebih murah dibandingkan dengan kuliah di luar negeri, selain itu juga semua kakaknya kuliah di UI.

Saat masuk ke Fakultas Sastra itulah Ayu Utami seperti kehilangan arah. Kuliah ia jalani dengan malas. Ia lebih banyak bekerja di berbagai tempat daripada kuliah. Akan tetapi hal itu bukan merupakan pemberontakan. Ia merasa tidak ada gunanya lulus tanpa pengalaman. Selain itu ia tidak ingin tergantung soal keuangan pada orang tuanya. Kuliah sambil bekerja yang dilakukan Ayu Utami juga mendobrak kebiasaan di keluarganya. Pada zaman kakak-kakaknya hal itu tidak bisa diterima oleh ayahnya. Sifat keras kepala dan kritis Ayu Utami yang membuat ayahnya mengalah. Pekerjaan sebagai purel hotel berbintang pernah ia jalani. Bahkan Ayu Utami pernah menjalani dunia model setelah menjadi finalis wajah Femina tahun 1990. Kemenangan cerpennya di majalah Humor menariknya menjadi wartawan di majalah Matra. Ia akhirnya pindah ke Forum Keadilan, dan D&R).

Sejak bergabung dengan Forum Keadilan, jiwa aktivisnya tumbuh dan berkembang. Ia menentang pembredelan pers oleh pemerintah dan mengikuti pendidikan di Aliansi Jurnalistik Independen (AJI). Konsekwensinya ia akhirnya dipecat dari majalah Forum. Setelah itu ia sempat bergabung dengan majalah D&R, karena namanya sudah masuk black list, tidak boleh lagi tercantum disusunan redaksional media massa manapun. Di majalah ini ia hanya menjadi kontributor. Saat itu memang tidak ada lagi kemungkinan bagianya untuk menjadi wartawan secara terang-terangan. Ketika akhirnya ia menjadi aktivis, pihak keluarga sangat menentang. Ia sendiri sebenarnya tidak pernah berniat untuk menjadi aktivis niat utamnya adalah menjadi wartawan professional. Akan tetapi pada masa Orde Baru sekitar tahun 1993-1994, ia akhirnya terbawa arus menjadi aktivis yang memperjuangkan kebebasan pers .

Sewaktu menjadi aktivis, kedudukannya lebih sebagai kurir atau penghubung. Ia tersentuh sekali melihat teman-teman yang terlibat secara langsung di Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI). Mereka cukup lama hidup dalam persembunyian menghindar dari kejaran polisi. Biasanya ia bertugas menghubungi mereka untuk berbagai keperluan, seperti mengantar uang, pesangon, dan sebagainya. Dengan penampilannya ia bisa mengelabuhi pihak aparat, sehingga mereka sama sekali tidak curiga dengan kehadirannya.

Karena untuk ukuran seorang aktivis sosok Ayu Utami cukup bersih dan rapi. Hasilnya sepak terjangnya sebagai aktivis memang tidak pernah tercium oleh pihak aparat (http:cyberman.cbn.net.id).

Setelah melanglang ke majalah D&R selama setengah tahun dan di BBC selama beberapa bulan, akhirnya Ayu Utami menemukan tempat terakhirnya yaitu Komunitas Utan Kayu. Ia masih bisa mengembangkan sayap kewartawanannya sebagai Redaktur Jurnal Kebudayaan Kalam. Ia merasa bahagia, bergaul dengan berbagai kalangan yang dapat memperkaya wawasannya. Di sinilah Ayu Utami melahirkan Novel Saman, yang kemudian membuat heboh di tengah masa krisis moneter (http://www.yoogee.com).

Dalam novel Saman sendiri, sebenarnya lebih sebagai akumulasi dari pengalaman Ayu Utami sebagai perempuan yang memiliki profesi sebagai wartawan dan aktivis. Ada dua hal yang ingin ia angkat di dalam novelnya, yaitu persoalan-persoalan jender dalam hal termasuk seks, dan juga persoalan-persoalan politik yang lebih umum. Ia hanya berusaha untuk jujur mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya. Pada masa itu, masalah seks memang masih dianggap tabu untuk diangkat ke permukaan, termasuk dalam bentuk novel. Itulah sebabnya, ketika membuat novel Saman ia malah berpikir akan menerbitkannya sendiri, karena ia takut tidak ada penerbit yang berani menerbitkannya. Ternyata prediksinya salah novel Saman malah menjadi best seller. Ini merupakan satu bukti bahwa masyarakat Indonesia sudah siap dengan hal-hal yang dianggap tabu, termasuk membicarakan seks secara terbuka (http:cyberman.cbn.net.id).

Pemaparan seks dalam Saman bukan membahas teknik persetubuhan, tetapi semata-mata mengajak pembaca untuk merenungkan kembali problematika seks yang dialami oleh pihak perempuan. Seperti isu keperawanan yang menempatkan perempuan dalam posisi yang kalah. Ayu Utami bukannya menganjurkan seks sebelum menikah, tetapi menghimbau pembaca untuk merenungkan kembali isu keperawanan tersebut, supaya menempatkan isu tersebut sewajarnya saja. Karena apabila perempuan begitu memuja keperawanan, maka ia sendiri yang akan rugi. Keperawanan hilang, ia merasa sudah tidak berarti lagi (http://www.qlen.hlc.unimelb.edu.au).

Dalam hal menjalin cinta dengan seseorang, Ayu Utami adalah wanita yang sangat realistis. Dalam arti, pada saat tertentu ia bisa sangat mengagumi kekasihnya dan bergantung kepadanya. Tetapi jika hubungan pada akhirnya memang harus berakhir, ia pun bisa melupakannya sama sekali. Inilah yang membuatnya tidak mengenal istilah patah hati dalam hidupnya. Sebab ia bisa berteman baik dengan mantan kekasihnya, tanpa ada lagi rasa cinta.

Soal laki-laki, secara fisik Ayu Utami suka lelaki yang berbadan tegap dan rambutnya cepak. Entah kenapa seperti itu, sebetulnya ia sebal sekali dengan militerisme, tetapi soal laki-laki ia suka yang military look. Dari segi karakter, ia tidak terlalu tertarik dengan laki-laki yang bicaranya terlalu banyak dan suka pesta. Kalau sebatas teman ia senang sekali, tetapi bukan untuk menjadi pacar. Ia suka dengan laki-laki yang military look kemungkinan karena citra laki-laki ganteng yang pertama kali ia lihat adalah Pierre Tendean, orang yang dikenal sebagai salah satu pahlawan revolusi. Seperti kita ketahui bagi orang-orang sebaya Ayu Utami, doktrin mengenai G 30 S/PKI itu kan demikian kuat. Proses pembentukannya sepertinya didoktrinasi oleh nila-nilai kepahlawanan seperti itu. Jadi, meskipun ketika beranjak dewasa apalagi setelah menjadi aktivis, ia benci sekali dengan tentara, tetapi soal laki-laki ia malah tertarik dengan mereka yang bergaya militer (http:cyberman.cbn.net.id).

Ayu Utami tidak mau menikah, itu prinsip yang kini ia pegang. Dalam buku Si Parasit Lajang, ia menuliskan 10 alasan untuk tidak menikah. Salah satunya yang menurutnya penting yaitu menikah itu selalu menjadi tekanan bagi perempuan. Meskipun kita selalu mengucapkan bahwa menikah adalah pilihan, akan tetapi dalam kenyataannya menikah itu satu-satunya pilihan. Karena, kalau tidak menikah perempuan akan diejek sebagai perawan tua, dan sebagainya. Yang pada akhirnya, membuat si perempuan menjadi berada di bawah tekanan. Ia ingin menghimbau atau mengajak atau sebetulnya bertanya kepada orang lain, kenapa kita harus menikah. Ia menunjukkan tanpa menikah pun bisa bahagia. Di satu pihak ia juga ingin menyadarkan masyarakat akan dua hal. Pertama, bahwa dalam realitanya hubungan seks itu bukan hanya ada dalam pernikahan. Yang kedua, hubungan seks dalam pernikahan sendiri bukan berarti lebih baik dari hubungan seks di luar pernikahan. Dalam hal ini, Ayu Utami melihat masyarakat kita memang munafik. Mereka menganggap seolah-olah kalau sudah menikah itu segala sesuatu menjadi beres. Padahal, banyak sekali orang yang sudah menikah tetapi masih melakukan hubungan Seks di luar pasangan sahnya. Dalam hal pernikahan, ia melihat banyak ketidakadilan yang dialami oleh perempuan (http:cyberman.cbn.net.id).

Keputusan Ayu Utami untuk tidak menikah membuat keluarga, terutama ibu sempat merasa sedih. Sampai sekarang Ibu Ayu Utami tetap berharap suatu saat akan menikah. Sebaliknya, di luar pikirannya, Bapak Ayu Utami malah menerima keputusan ini dengan enteng. Ayu Utami juga tidak mempunyai keinginan untuk menjadi seorang ibu, menurutnya buat apa punya anak, penduduk Indonesia sekarang kan sudah padat sekali (http:cyberman.cbn.net.id).

 

Lingkungan Sosial Novel Saman

Novel Saman merupakan penggambaran kehidupan masyarakat saat novel tersebut diciptakan. Novel Saman merupakan refleksi dari kehidupan masyarakat Indonesia yang berada di bawah kekuasaan rezim Orde Baru, yang terjadi pada tahun 1990-an (http://www.forum.webqaul.com). Pemerintah pada waktu itu di bawah kekuasaan Soeharto. Pada masa Orde Baru muncul konflik baru yang memanifestasikan dalam bentuk demonstrasi mahasiswa yang memprotes beberapa kebijakan pemerintah Orde Baru, diantaranya kasus tanah, perburuan, pendekatan keamanan, dan hak azasi manusia (http://www.geoticies.com).

Saman menceritakan peristiwa persengketaan tanah dan kerusuhan yang terjadi di Medan pada masa Orde Baru. Peristiwa itu membawakan pesoalan peka bagi masyarakat, yaitu akan diubahnya kebun karet menjadi kebun kelapa sawit (http://www.dind-online.com). Akan tetapi masyarakat merasa tidak setuju dengan adanya perubahan ini. Hal ini mengakibatkan oknum penguasa di Sei Kumbang melakukan tindakan sewenang-wenang yaitu memaksa penduduk untuk melepaskan tanahnya. Mereka menggunakan kekerasan untuk mempengaruhi pikiran petani penduduk Sei Kumbang dengan cara meneror, menindas, memperkosa, bahkan membunuh. Pada novel ini juga diceritakan mengenai kerusuhan yang disebabkan unjuk rasa yang memunculkan wajah rasis. Pemerintah dalam menaggapi protes dan perlawanan dari rakyat dengan menggunakan cara kekerasan yaitu adanya aksi-aksi aparat keamanan atau militer yang semakin brutal dan tidak terkendalikan. Tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh aparat keamanan atau militer telah membuka hati para aktivis untuk mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Akan tetapi LSM telah dituduh berpolitik dan mengorganisasikan rakyat miskin. Maka, pemerintah melakukan tindakan pengejaran dan penangkapan terhadap aktivis-aktivis LSM.

Selain itu novel Saman juga menceritakan mengenai perjuangan seorang pemuda bernama Saman, yang dalam perjalanan karirnya sebagai seorang pastor harus menyaksikan penderitaan penduduk desa yang ditindas oleh negara melalui aparat militernya. Saman akhirnya menanggalkan jubah kepastorannya itu, dan menjadi aktivis buron. Sebagai seorang aktivis, Saman mengembangkan hubungan seksual dengan sejumlah perempuan. Keempat tokoh perempuan dalam novel itu antara lain Shakuntala, Laila, Cok, dan Yasmin, merupakan empat sekawan. Mereka muda, berpendidikan, dan berkarir. Sebagai layaknya sahabat, mereka saling bertukar cerita mengenai pengalaman-pengalaman cinta, keresahan dan pertanyaan-pertanyaan mereka dalam mendefinisikan seksualitas perempuan (http://www.forum.webqaul.com).

Novel Saman berani mendobrak tabu yang sangat kuat membebani kaum hawa. Dalam Saman, seks bukanlah bumbu cerita tetapi menjadi bagian dalam cerita itu sendiri. Dengan ringan para tokoh berbicara tentang seksualitas begitu terbuka, mereka berani menunjukkan hasratnya. Sesuatu yang selama ini dianggap tabu bagi perempuan ternyata ditampilkan dengan cukup memikat bahkan mengejutkan (http://www.kompas.com).

Keistimewaan Saman memang kemampuannya untuk bercerita tanpa beban., ia hanya asyik bercerita. Bahkan, ketika ada sisipan-sisipan pemikiran tentang Tuhan, agama, negara, hubungan mengenai ikon-ikon generasi Orde Baru yaitu generasi yang terlahir dan besar selama Orde Baru, yang dibuai dengan kelimpahan materi atau informasi dan hegemoni pembangunanisme (http://www.dind-online.com).

Dalam novel Saman tidak hanya masalah hukum dan keadilan sosial saja yang dikritik, problematika kebudayaan timur pun dibahas, terutama masalah keperawanan dan seksualitas. Novel Saman tidak hanya menuntut keadilan sosial dan peningkatan status perempuan Indonesia, tetapi juga hak seksual mereka (http://www.qlen.hlc.unimelb.edu.au).

Saman menceritakan tentang persoalan antara perempuan dengan seksualitas. Jika laki-laki tidak pernah merasakan ada persoalan dengan seksualitasnya, perempuan sebaliknya, karena seksualitas perempuan selalu dipertanyakan jika dia ingin terjun ke sektor publik. Laki-laki dapat dengan lugas dan terbuka mengungkapkan hasratnya dan tentu saja tidak ada orang yang akan mempertanyakan termasuk pasangannya. Namun apa yang terjadi dengan perempuan, untuk mengungkapkan perasaan sukanya pada laki-laki saja perempuan menemui kendala, masyarakat tidak mudah menerima hal tersebut inilah yang kemudian terlihat dalam Saman, yaitu bahwa perempuan memiliki hasrat yang sama dengan laki-laki itu bukanlah sesuatu yang buruk. Saman berhasil menggambarkan pemberontakan hak seksual perempuan untuk menggunakan bahasa tubuh. Saman merangkum persoalan seks dan perempuan, menggambarkan perempuan apa adanya, dan semua didefinisikan secara vulgar (http://www.kompas.com).

Seks dalam Saman bukan membahas teknik persetubuhan, tetapi semata-mata mengajak pembaca untuk merenungkan kembali problematika seks yang dialami oleh perempuan. Seperti isu keperawanan yang menempatkan perempuan pada pihak yang kalah. Perempuan dalam Saman adalah cerminan perempuan Indonesia pada tahun 1900-an, yang masih mengalami ketidakadilan dan penindasan yaitu kurangnya perlindungan hukum untuk menangani kekerasan seksual, ataupun norma masyarakat yang membatasi penggunaan hak seksual perempuan. Shakuntala dan teman-temannya tidak mempunyai batasan dalam memililiki peran mereka.

Tiga diantaranya empat karakter perempuan belum menikah pada usia tiga puluhan dan peran mereka tidak sebatas istri atau ibu. Mereka bisa menikmati pendidikan dan bebas menentukan sendiri profesi mereka, melakukan sesuatu yang tidak hanya berguna bagi masyarakat, tetapi juga bagi perkembangan kepribadian mereka masing-masing (http://www.qlen.hlc.unimelb.edu.au).

Perempuan dalam novel Saman sudah tidak terlalu bergantung kepada kaum pria. Dalam novel ini Saman sebagai lak-laki malah ditolong dan dilindungi oleh Yasmin dan Cok. Saman menjadi buronan karena kegiatan-kegiatan LSMnya.

Yasmin dan Cok membantu Saman melarikan diri dari kejaran polisi dan mengirimnya ke New York. Proses pelarian ini cukup berbahaya, bahkan Saman mengakui “Dua cewek ini lumayan tangguh dan barangkali menganggap ketegangan sebagai petualangan.” Meskipun sudah banyak kemajuan yang dicapai oleh Shakuntala dan teman-temannya, masih ada juga ketidakadilan bagi perempuan Indonesia di tahun 1990-an, yang tercermin dalam novel Saman. Contoh adalah Upi, gadis Lubukrantau yang menderita kelainan jiwa dan kelainan seks. Pemerintah dan masyarakat sekitar tidak merawat dan melindungi gadis ini. Tidak ada fasilitas kesehatan dari pemerintah untuk merawat orang-orang seperti Upi, dan juga tidak ada perlindungan hukum dan keadilan untuk Upi. Para lelaki bisa seenaknya saja memanfaatkannya atau mempermainkannya, dan tidak ada hukum yang melarang perbuatan mereka. Keadaan ini dikritik oleh Ayu Utami dengan cara menampilkan tokoh Saman yang ditampilkan sebagai seorang pastor. Saman bukan hanya tidak memanfaatkan Upi, ia bahkan membuat rumah perlindungan yang lebih bagus untuk Upi, dan selalu memikirkan keselamatannya (http://www.qlen.hlc.unimelb.edu.au).

Cerita dalam novel Saman berputar diantara empat perempuan yaitu Shakuntala, Yasmin, Laila, Cok. Novel ini mengisahkan masa kecil mereka sampai saat mereka berumur tiga puluhan. Dalam novel ini juga dijabarkan mengenai pencarian identitas diri mereka sebagai perempuan, konflik batin mereka tentang masalah seksual dan juga norma masyarakat yang tidak mereka setujui. Selain kisah keempat perempuan tersebut, juga diceritakan mengenai perjuangan Saman dalam membantu masyarakat Lubukrantau, masalah politik dan sosial di masa Orde Baru, iman kepada Tuhan yang diuji, dan bahkan juga ada bagian surealistis yang  menceritakan masa lalu Saman di Perabumulih (http://www.qlen.hlc. unimelb.edu.au).

 

 

 

 

Pandangan Dunia Pengarang dalam Novel Saman

 

Penelitian Strukturalisme Genetik merupakan penelitian yang memandang karya sastra itu dari dua sudut yaitu intrinsik dan ektrinsik. Studi diawali dari bagian unsur intrinsik sebagai data dasarnya. Dari pengkajian unsur intrinsik ini akan dapat menemukan tokoh problematik dalam novel tersebut. Tokoh problematik yang terdapat dalam novel akan memunculkan adanya pandangan dunia pengarang. Melalui tokoh problematik inilah pandangan dunia pengarang akan terlihat dari pemberian solusi-solusi yang diberikan oleh pengarang kepada tokoh problematik dalam usahanya untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi.

Tokoh problematik dalam novel Saman adalah tokoh yang bernama Saman. Saman ditentukan sebagai tokoh problematik karena Saman merupakan tokoh yang mempunyai masalah paling banyak dalam cerita dibandingkan dengan tokoh-tokoh lainnya. Melalui masalah-masalah inilah pengarang memberikan solusi atas permasalahan yang sedang dihadapinya.

Masalah pertama yang dihadapi oleh Saman yaitu muncul ketika ia telah diangkat menjadi seorang pastor dan ia berkeinginan untuk ditugaskan di desa tempat masa kecilnya mengalami suatu perjalanan aneh yang tidak pernah ia ceritakan kepada siapa pun. Akan tetapi Saman takut kalau keinginannya tidak sesuai dengan keputusan yang diberikan oleh Uskup.

Hal ini dapat dilihat pada kutipan di bawah ini.

Sesungguhnya persoalan itulah yang ingin dibicarakan Wisanggeni. Dengan hati-hati ia ungkapkan keinginannya. Ia berharap ditugaskan di Perabumulih. Kenapa, tanya yang senior. Saya lulusan institut pertanian, jawabnya. Saya kira banyak yang bisa saya kerjakan di daerah perkebunan. Tetapi, kalau begitu Anda cocok ditugaskan di Siberut, pulau kecil di mana Gereja Katolik punya akar cukup besar di antara penduduk pedalaman yang nomaden, yang mayoritas hidup dari mengumpul panen alam tanpa bertani. Wis mencoba bertahan.

(Saman, hlm: 42)

Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi Saman di atas pengarang memunculkan tokoh yang bernama Romo Daru sebagai seorang pastor senior yang banyak menghabiskan waktunya di persemedian. Romo Daru berusaha melobi Bapak Uskup supaya Saman dapat ditugaskan di Perabumulih sesuai dengan keinginan Saman. Berkat usaha Romo Daru, akhirnya Saman ditugaskan sebagai Pastor Paroki Parid yang melayani kota kecil di Perabumilih dan Karang Endah wilayah keuskupan Palembang.

Hal ini tampak pada kutipan di bawah ini.

Barangkali Tuhan mengutusnya. Barangkali Tuhan Cuma mengabulkan harapannya. Uskup menugaskan dia sebagai Pastor Paroki Parid, yang melayani kota kecil. Perabumulih dan Karang Endah, wilayah keuskupan Palembang. Umat di daerah itu sekitar lima ratus saja. Barangkali Romo Daru melobi untuk dia (Wis belum berhasil menemui dia untuk berterimakasih atau konfirmasi).

(Saman, hlm: 57)

Pemunculan tokoh Romo Daru yang berkedudukan sebagai pastor senior di atas, merupakan gambaran kehidupan pengarang. Dalam menulis cerita, pengarang cenderung menulis tentang pastor dan suster. Cerita-cerita yang pengarang tulis agak religius. Pengarang menggunakan kata-kata dalam bidang agama seperti Romo, Uskup, Pastor. Kata-kata tersebut merupakan istilah yang terdapat dalam agama Katolik. Pengarang bisa secara jelas menceritakan sesuatu yang berhubungan dengan agama Katolik. Hal ini merupakan gambaran kehidupan pengarang, yaitu pengarang menganut kepercayaan agama Katolik. Sebagai penganut agama Katolik, pengarang masih menyisakan waktunya untuk membaca Alkitab yang merupakan satu-satunya buku yang ia baca dari kecil sampai dewasa. Alasannya, Alkitab sudah menjadi bagian dari dirinya dan ditulis oleh orang dengan gaya masing-masing ada yang berbentuk buku, puisi, bahkan surat menyurat. Jadi, wajarlah kalau dalam novel Saman terdapat petikan-petikan ayat Alkitab.

Setelah melakukan perjalanan jauh menuju tempat tugasnya Saman beristirahat. Di kamar tidur kepastoran Saman mengalami kegelisahan. Ia telah melihat kesengsaraan di balik kota-kota maju, tetapi belum pernah ia menyaksikan keterbelakangan yang dialami oleh Upi. Upi adalah anak dari salah satu transmigrasi Sei Kumbang yang bertempat di Lubukrantau yang mengalami kelainan jiwa dan kelainan seks. Pemerintah dan masyarakat sekitar tidak merawat dan melindungi gadis ini. Tidak ada fasilitas kesehatan dan pemerintah untuk merawat orang-orang seperti Upi, sehingga Upi harus dikurung dan dikerangkeng di sebuah tempat yang dianggap tidak layak untuk Upi. Para lelaki bisa seenaknya saja memanfaatkannya atau mempermainkannya dan tidak ada hukum yang melarang perbuatan mereka.

Permasalahan di atas merupakan permasalahan yang dihadapi oleh kaum perempuan. Adanya ketidakadilan yang dihadapi oleh kaum perempuan pada tahun 1990-an yang tercermin dalam novel Saman yang dimunculkan melalui tokoh yang bernama Upi. Keadaan ini dikritik oleh pengarang dengan cara menampilkan tokoh Saman sebagai seorang yang peduli pada penderitaan. Saman berusaha untuk menyelematkan Upi dengan membuatkan rumah perlindungan yang lebih bagus bagi Upi. Semua ini ia lakukan dengan cara meminta izin kepada Mak Argani yang merupakan orang tua Upi untuk membuatkan tempat yang lebih baik untuk tempat tinggal Upi (http://www.qlen.hlc.unimelb.edu.au).

Saman diperbolehkan untuk membangun tempat tinggal Upi yang lebih sehat dan menyenangkan. Dengan membangun tempat tinggal yang lebih baik, Saman berharap dapat lebih meringankan penderitaan Upi. Saman begitu memikirkan keselamatan Upi. Sampai-sampai ia memilih untuk tinggal lebih lama bersama penduduk transmigrasi Sei Kumbang. Dengan bertempat tinggal bersama penduduk transmigrasi Sei Kumbang Saman bisa selalu melihat Upi dan bisa selalu menjaganya.

Hal ini dapat dilihat pada kutipan di bawah ini.

Ketika waktunya gips pada kaki Upi dibuka, Wis meminta izin dari pastor kepala, Pater Wastenberg, untuk pergi lima hari, berangkat Senin siang kembali Sabtu pagi. Kali ini ia membawa gergaji rantai. Juga segulung kawat pagar, satu sak semen, dan beberapa lembar seng yang didapatnya dari toko bangunan Kong Tek. Orang Cina itu memberinya dengan cuma-cuma. Ia juga berbekal mi instan, sekantong beras ukuran lima liter, dan abon. Sekali lagi Rogam mengantarnya dengan jip Ichwan. Mereka membawa seorang dokter muda dari puskesmas. Tengah hari Rogam dan dokter itu kembali ke utara, namun Wis tinggal di Lubukrantau, dusun tempat tingal Upi itu adalah salah satu desa di daerah transmigrasi Sei Kumbang. Ia telah memutuskan: meringankan penderitaan si gadis dengan membangun sangkar yang lebih sehat dan menyenangkan, seperti membikin kurungan besar bagi perkutut dan cicakrawa ayahnya sebab melepaskan mereka hampir sama dengan membunuh mereka.

(Saman, hlm: 73-74)

Saman juga tidak tahan melihat kemunduran petani yang terjadi pada penduduk transmigrasi Sei Kumbang yang harus pergi meninggalkan desa karena harga karet mereka terus menerus diserang cendawan putih ataupun merah. Orang-orang tidak bisa lagi menggantungkan diri dari hasil panen karet. Saman berusaha untuk memperbaiki keadaan petani di Lubukrantau.

Solusi yang diberikan oleh pengarang untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh Saman adalah dengan cara memunculkan tokoh Pater Wastenberg, Pak Sarbini, dan Sudoyo. Pater Wastenberg adalah pastor kepala di gereja tempat Saman diangkat menjadi pastor. Pastor Wastenberg memberikan kesempatan kepada Saman untuk melakukan rencana memperbaiki keadaan petani penduduk transmigrasi Sei Kumbang. Walaupun awalnya Pater Wastenberg tidak setuju atas keputusan Saman untuk melakukan hal ini, karena ia dianggap telah menyepelekan pelajaran gereja. Ia kerap dipersalahkan karena acap meninggalkan kewajiban itu. Ia lebih sering pergi ke penduduk transmigrasi Sei Kumbang daripada melayani dan memelihara iman umat di sana. Akan tetapi setelah mendengar alasan-alasan yang diucapkan Saman, Pater Wastenberg akhirnya menyetujui akan keputusan yang diambil oleh Saman. Bahkan Pater Wastenberg berani mengusulkan agar Uskup memberi Saman pekerjaan kategorial di perkebunan, jika Saman berhasil dalam usahanya.

Hal ini dapat dilihat pada kutipan di bawah ini.

Si pater Belanda mengamati Wis, akhirnya dengan iba menyerahkan kepada pemuda itu. Apa yang bisa saya lakukan untukmu? tanpa restu Bapa Uskup, tak ada bujet untuk rencana-rencanamu. Uang sakumu amat kecil, saya kira. Namun, agak untung juga bahwa kamu memilih menjadi imam praja, sehingga kamu bisa mengelola uang lepas dari ikatan ordo. Jika kamu bisa mengusahakan dana sendiri satu bulan. Satu minggu sisanya kamu harus di ada paroki. Jika saya melihat hasilnya, saya berani mengusulkan agar Uskup memberimu pekerjaan kategorial di perkebunan.

(Saman, hlm: 82)

Pengarang selain memunculkan tokoh Peter Wastenberg sebagai tokoh yang memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi Saman, pengarang juga memunculkan tokoh yang bernama Pak Sarbini. Pak Sarbini adalah teman lampau ayah Saman yang kini menjadi tengkulak karet Sukasari di kawasan transmigrasi Jawa yang letaknya bersebelahan dengan transmigrasi Sei Kumbang. Saman membutuhkan jaringan yang berpengalaman dengan jalur jual beli dan pengolahan getah lateks. Semua itu Saman dapatkan dari Pak Sarbini.

Hal ini dapat dilihat pada kutipan di bawah ini.

… Esoknya ia juga menghubungi Pak Sarbini. Teman lampau ayahnya itu kini juga menjadi tengkulak karet di Sukasari, kawasan transmigrasi Jawa yang letaknya bersebelahan dengan Sei Kumbang yang dihuni transmigran lokal. Lelaki itu keturunan buruh Jawa yang dibawa Belanda ke perkebunan karet Deli tahun 1930-an. Dia ikut pendidikan bintara, namun kemudian bertugas dalam Bimas desa-desa transmigrasi. Pak Sarbini begitu berpengalaman dengan jalur jual-beli dan pengolahan getah lateks. Wis membutuhkan jaringan itu.

(Saman, hlm: 83)

Selain itu pengarang juga memunculkan tokoh bernama Sudoyo yang merupakan orang tua Saman. Sudoyo mengabulkan permohonan yang diajukan Saman yaitu dengan memberikan modal kepada Saman sebesar lima atau enam juta rupiah. Dengan pemberian modal tersebut Saman bisa menjalankan rencananya untuk memperbaiki pertanian penduduk transmigrasi Sei Kumbang.

Hal ini dapat dilihat pada kutipan di bawah ini.

Wis berterima kasih sehingga ia tidak tahu harus mengucapkan apa. Setelah mandi, yang pertama kali ia kerjakan adalah menulis surat kepada ayahnya. Kali ini, tak hanya berisi cerita dan kerinduan seperti biasanya, namun juga permohonan agar si ayah memberinya modal, sekitar lima atau enam juta rupiah, bukan jumlah yang besar dari tabungan bapaknya.

(Saman, hlm: 83)

Ayahnya memberi balasan setuju. Lalu Wis kembali ke Lubukrantau. Upi menjerit-njerit senang ketika mendengar suara pemuda itu. Tapi ia menemui gadis itu sebentar saja, sebab ia hendak membicarakan sesuatu yang serius dengan ibu dan abangnya.

(Saman, hlm: 83)

 

 

Setelah semuanya terkumpul Saman menawarkan kerja sama dengan keluarga Argani yang luasnya dua hektar. Mereka menyetujui rencana Saman.

Keesokan harinya Saman bersama keluarga Argani mulai memperbaiki lahan, memusnahkan tanaman yang sudah tidak bisa diselamatkan, dan menanami kembali dengan pohon karet yang baru. Berkat bantuan mereka perkebunan karet penduduk transmigrasi Sei Kumbang ini menjadi lebih baik.

Hal ini tampak pada kutipan di bawah ini.

Waktu itu petani Lubukrantau sudah mulai menakik getah karet muda yang mereka enam tahun lalu, sebagai ganti pohon-pohon yang tumbang dimakan kapang. Bibit-bibit PR dan BPM itu sebagian dibeli Wis dan dibiakannya sendiri. Sebelumnya, ketika sebagian pohon-pohon belum siap disadap, orang-orang menderes tanaman tua serta memanen kedele dan tumbuhan tumpang sari. Lalu berkat bantuan Pak Sarbini, bundel-bundel smoked sheet yang diproduksi rumah asap sederhana di dusun itu cukup mendapatkan pasarnya.

(Saman, hlm: 87)

Ketika kebun karet milik penduduk Sei Kumbang sudah mulai membaik. Saman memenuhi permintaan Pater Wastenberg untuk membantunya di Perabumulih setiap satu pekan dalam sebulan. Saat Saman kembali ke Lubukrantau terjadi peristiwa yang menimpa Upi. Dua lelaki menjebol pintu rumah Upi dan memperkosa gadis yang kini telah berumur dua puluh satu tahun dan mereka juga menghancurkan menara kincir yang dulu dibangun sebagai pembangkit listrik mini buat rumah asap. Anson yang merupakan kakak Upi merasa yakin bahwa pemerkosaan dan perobohan menara kincir itu adalah sebagai salah satu bentuk teror dari orang-orang yang hendak merebut lahan penduduk transmigrasi Sei Kumbang. Orang-orang itu sengaja melakukannya untuk mengancam penduduk transmigrasi Sei Kumbang agar mau menyerahkan kebun mereka untuk dijadikan kebun kelapa sawit, karena ada sebagian penduduk Sei Kumbang yang tidak menyetujui usul tersebut.

Saman berusaha membantu untuk membebaskan penduduk transmigrasi Sei Kumbang dari tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh oknum pengusaha melalui PT ALM. Akan tetapi Saman malah dituduh sebagai orang yang telah mengkristenkan orang-orang Lubukrantau dan mengajari keluarga Argani berburu dan makan babi hutan.

Melihat tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh oknum pengusaha melalui PT ALM, akhirnya Saman melakukan perlawanan dengan cara Saman memutuskan untuk pergi ke Palembang, Lampung, dan Jakarta, setelah memotret desa dan mengumpulkan data-data tentang dusun mereka yang telah maju. Saman juga mengunjungi kantor-kantor surat kabar dan LSM. Setelah koran-koran mulai menulis serta mengirim wartawan ke lahan transmigrasi Sei Kumbang, orang-orang yang akan menggusur dusun tersebut tidak lagi bolak-balik dengan membawa blanko kosong.

Hal ini dapat dilihat pada kutipan di bawah ini.

Karena merasa persoalan tak akan segera selesai, Wis pergi ke Palembang, Lampung, dan Jakarta, setelah memotret desa dan mengumpulkan data-data tentang dusun mereka yang tengah maju. Ia mengunjungi kantor-kantor surat kabar dan LSM. Pada setiap orang yang menerimanya, ia bercerita panjang lebar dengan bersemangat dan menyerahkan materi berita. Ia membujuk: kalau bisa datanglah sendiri dan tengok desa kami. Setelah koran-koran mulai menulis serta mengirim wartawannya ke lahan terpencil itu, empat lelaki itu tidak lagi bolak-balik dengan lembaran blanko kosong. Usaha menggusur dusun memang jadi tertunda, berbulan-bulan, bahkan hampir setahun.

(Saman, hlm: 92-93)

Usaha yang dilakukan oleh Saman untuk mengatasi permasalahan di atas merupakan gambaran dari kegiatan pengarang yang memiliki profesi sebagai wartawan. Kegiatan yang dilakukan oleh Saman seperti memotret desa, dan mengumpulkan data-data di atas merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seorang wartawan ketika ia akan menulis berita. Pengarang bisa menceritakan secara jelas tentang kegiatan seorang wartawan. Sebelum menjadi penulis novel, pengarang pernah menjadi wartawati di majalah Matra dan Forum. Ia juga menjadi salah satu pendiri Aliansi Jurnalis Independen. Pengarang lebih banyak menulis esei serta reportase dari pada menulis fiksi. Pengarang juga pernah menjadi wartawan di majalah khusus trend pria. Bahkan ia sudah mengisi kolom tetap, sketsa, di SK Berita Buana, yang isinya berupa renungan tentang berbagai soal politik. Menurutnya menulis novel merupakan cara untuk mengeksplorasi bahasa Indonesia, bahasa yang masih muda, yang kurang mungkin dilakukannya sebagai wartawan. Seorang wartawan dituntut untuk memperhitungkan publik baik latar belakang, pengetahuan, maupun tingkat emosionalnya. Ditambah lagi wartawan bisa keluar dari fakta yang menurut pengarang dilematis. Jadi sulit untuk bisa mengembangkan bahasa yang eksploratif (http://www.rnw.ni.com).

Usaha yang dilakukan oleh Saman ternyata hanya bisa menunda usaha penggusuran dusun selama beberapa bulan saja bahkan hampir setahun. Akan tetapi orang-orang tersebut menggunakan cara lain supaya penduduk transmigrasi Sei Kumbang mau melepaskan tanahnya. Tindakan yang mereka lakukan adalah dengan cara menggunakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat militer. Aparat militer melakukan tindakan yang sewenang-wenang. Mereka meneror, menindas, memperkosa, bahkan membunuh.

Melihat kekerasan yang dilakukan oleh aparat militer, Saman dan teman-temannya berusaha untuk melawan dan memprotes tindakan tersebut. Akan tetapi protes dan perlawanan yang dilakukan oleh Saman membuat dirinya ditangkap dan dimasukkan ke ruang penyekapan. Sedangkan Anson dan teman-temannya berhasil lolos dari kejaran aparat militer. Selama di ruang penyekapan Saman selalu disiksa

untuk dimintai keterangan tentang keberadaan Anson dan teman-temannya. Saman sudah putus asa akan keadaan yang menimpanya.

Permasalahan mengenai penindasan yang dilakukan oleh aparat militer pada penduduk Sei Kumbang di atas merupakan gambaran atau cerminan dari peristiwa yang terjadi pada masa rezim Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto pada waktu novel tersebut ditulis (http://www.forum.webqaul.com). Pada masa Orde Baru ini muncul konflik persengketaan tanah dan kerusuhan yang terjadi di Medan. Peristiwa itu membawakan persoalan peka bagi masyarakat yaitu akan diubahnya kebun karet menjadi kebun kelapa sawit. Masyarakat tidak setuju akan perubahan itu, hal ini membuat oknum penguasa Sei Kumbang melakukan tindakan sewenang-wenang yaitu memaksa penduduk untuk melepaskan tanahnya. Mereka menggunakan kekerasan untuk mempengaruhi pikiran petani penduduk transmigrasi Sei Kumbang dengan cara meneror, menindas, memperkosa, bahkan membunuh.

Solusi yang diberikan oleh pengarang untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi oleh Saman yaitu dengan cara memunculkan tokoh yang bernama Anson. Anson berhasil melarikan Saman dari ruang penyekapan dan mengantarkannya ke rumah suster-suster Boromeus di Lahat untuk menjalani perawatan.

Hal ini tampak pada kutipan di bawah ini.

Tapi didengarnya suara-suara itu. Betul, suara-suara yang dirindukannya, yang meninggalkan dia sejak dipenjara. Makin lama makin ramai di sekelilingnya, seperti nyamuk, seperti membangunkan atau membingungkannya. Lalu ia merasa ada energi menyusup ke dalam tubuhnya, ada nyawa-nyawa masuk ke raganya. Dan ia merasa begitu ringan, seperti ia bayangkan pada orangyang sedang trans, seperti kelebihan tenaga untuk tubuhnya yang telah menjadi kurus. Rasanya ia bisa terbang. Ia bangkit dan menjebol pintu yang telah kropos oleh api, lalu di lorong yang mulai terbakar. Ia berlari, terus berlari, melayang, entah apa yang mengarahkan langkahnya. Dan ia sampai pada pintu terakhir.

(Saman, hlm: 108-109)

Wis tidak mau ke Perabumulih, sebab ia khawatir orang-orang yang menyelidiki dirinya mengintai pastoran. Berbahaya bagi Anson, kawannya, dan dia sendiri, serta gereja. Ia minta diantar ke rumah suster-suster Boromeus di Lahat. Di sana, ia berpisah dari Anson dan teman-temannya. Dipeluknya pemuda yang membungkuk ke tempat ia tidur.

(Saman, hlm: 110)

Pada saat Saman dalam persembunyian untuk menghindari kejaran polisi, karena Saman dituduh sebagai dalang dalam peristiwa yang terjadi di Lubukrantau, tiba-tiba Yasmin datang menemui Saman. Yasmin membujuk Saman untuk melarikan diri ke luar negeri. Saman merasa tidak mempunyai cukup waktu untuk menimbang-nimbang tawaran. Akhirnya ia menyetujui usul itu, karena menurutnya semakin lama menunda keputusan, semakin sulit untuk keluar dari negeri ini dan menghindari kejaran polisi.

Untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi Saman dalam usahanya untuk melakukan pelarian ke luar negeri, pengarang memberikan solusi yaitu dengan memunculkan tokoh yang bernama Yasmin dan Cok. Yasmin dan Cok membantu Saman melarikan diri dari kejaran polisi dengan mengirimnya ke New York. Mereka melarikan Saman keluar dari Medan dengan cara melakukan penyamaran pada diri Saman. Yasmin telah menyiapkan segala hal dengan rapi. Walaupun proses pelarian ini cukup berbahaya, tetapi Yasmin dan Cok dapat melampaui rintangan itu dan berhasil melarikan Saman ke New York.

Perempuan dalam novel Saman seperti Yasmin dan Cok di atas adalah cerminan perempuan Indonesia pada tahun 1990-an. Jaman sudah semakin berkembang, perempuan Indonesia pun turut mengalami kemajuan yang cukup pesat. Mereka mempunyai kepercayaan diri dan pengetahuan luas, sehingga peran mereka tidak hanya sebagai istri atau ibu. Mereka merupakan perempuan yang sudah tidak terlalu bergantung kepada kaum pria. Saman sebagai laki-laki malah ditolong dan dilindungi oleh Yasmin dan Cok, ketika Saman melakukan persembunyian ke luar negeri. Shakuntala dan teman-temannya tidak mempunyai batasan dalam memilih peranan mereka. Tiga diantara empat karakter perempuan belum menikah pada usia tiga puluhan dan peren mereka tidak sebatas istri atau ibu. Mereka bisa menikmati pendidikan dan bebas menentukan sendiri profesi mereka, melakukan sesuatu yang tidak hanya berguna bagi masyarakat, tetapi juga bagi perkembangan kepribadian mereka masing-masing (http://www.qlen.hlc.unimelb.edu.au).

Hal ini dapat dilihat pada kutipan di bawah ini.

Pagi-pagi Yasmin telah kembali ke persembunyianku bersama seorang nyonya melayu yang sama pesoleknya. Ternyata anak itu bekas murid SMP Tarakanita juga, Cok, teman satu kelas Yasmin dan Laila waktu remaja. Bocah-bocah itu kini sudah dewasa! Baru kusadari umurku sudah mau tiga puluh tujuh. Aku tak begitu ingat satu per satu waktu mereka masih kecil. Cuma Laila yang agak terhafal karena ia sering mengirim surat. Kini Yasmin telah mengurus segalanya agar aku pergi dari Indonesia. Dan Cok dipilihnya menjadi orang yang akan membawaku keluar dari Medan. Semula agak ragu karena aku tak begitu kenal anak ini. Tapi Yasmin nampaknya percaya betul pada teman karibnya. Dan ternyata mereka mendandaniku dengan serius, menempel kumis palsu, mencukur rambut, dan mencabuti alisku agar bentuknya berubah. Lalu mereka mencocok-cocokkan wajahku dengan foto pada sebuah hotelnya di Pekanbaru. Yasmin memang telah menyiapkan segala hal dengan rapih seperti ia biasa bekerja.

(Saman, hlm: 175)

Selain itu, pemunculan tokoh dalam novel Saman seperti Laila, Cok, Shakuntala dan Saman yang belum menikah pada usia tiga puluhan ini, merupakan gambaran dari pengarang yang sampai sekarang belum menikah, bahkan ia memutuskan untuk tidak menikah. Pengarang ingin menghimbau atau mengajak atau sebetulnya bertanya kepada orang lain, kenapa kita harus menikah. Ia menunjukkan tanpa menikah pun bisa bahagia. Di satu pihak ia juga ingin menyadarkan masyarakat akan dua hal. Pertama, bahwa dalam realitanya hubungan seks itu bukan hanya ada dalam pernikahan. Yang kedua, hubungan seks dalam pernikahan sendiri bukan berarti lebih baik dari hubugan seks di luar pernikahan. Usaha yang ingin disampaikan pengarang dapat dilihat dari pemunculan tokoh dalam novel Saman seperti Shakuntala, dan Cok yang dapat melakukan hubungan seksual dengan sejumlah laki-laki dan diantara mereka belum ada ikatan pernikahan. Selain itu, Yasmin sebagai tokoh yang sudah mempunyai suami dapat melakukan hubungan seksual dengan tokoh yang bernama Saman yang bukan suaminya sendiri.

Hal ini tampak pada kutipan di bawah ini.

Namun tak kupahami, akhirnya justru akulah yang menjadi seperti anak kecil: terbenam di dadanya yang kemudian terbuka, seperti bayi yang haus. Tubuh kami berhimpit gemetar, selesai sebelum mulai, seperti tak sempat mengerti apa yang baru saja terjadi. Tapi ia tak peduli, ia menggandengku ke kamar. Aku tak tahu bagaimana aku akhirnya melakukannya. Ketika usai aku menjadi begitu malu. Namun ada perasaan lega yang luar biasa sehingga aku terlelap.

(Saman, hlm: 177)

Usaha yang dilakukan Yasmin dan Cok dalam usahanya melarikan Saman ke luar negeri untuk menghindari kejaran polisi di atas, merupakan gambaran dari kegiatan yang pernah dilakukan oleh pengarang. Pengarang pernah menjadi aktivis yang memperjuangkan kebebasan pers. Awalnya pengarang tidak berniat untuk menjadi seorang aktivis. Akan tetapi pengarang merasa tersentuh setelah ia melihat keadaan teman-temannya yang terlibat secara langsung di Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI). Mereka cukup lama hidup dalam persembunyian dari kejaran polisi. Pada saat itu pengarang berkedudukan hanya sebagai kurir atau penghubung yang bertugas menghubungi mereka untuk berbagai keperluan. Dengan penampilannya ia memang bisa mengelabuhi pihak aparat, sehingga mereka sama sekali tidak curiga akan kehadirannya. Karena untuk ukuran seorang aktivis, sosoknya cukup bersih dan rapi. Hasilnya, sepak terjangnya sebagai seorang aktivis tidak pernah tercium oleh pihak aparat.

Berdasarkan analisis mengenai permasalahan yang dihadapi oleh tokoh problematik dan solusi-solusi yang diberikan oleh pengarang pada tokoh problematik di atas, maka dapat disimpulkan bahwa padangan dunia pengarang dalam novel Saman karya Ayu Utami yaitu pengarang mempunyai rasa simpati pada nasib yang dialami oleh penduduk transmigrasi Sei Kumbang dan pengarang berusaha untuk menolak pandangan bahwa laki-laki selalu mendominasi perempuan. Lebih dari itu pengarang ingin menyeimbangkan kedudukan antara laki-laki dan perempuan.

Hal ini terlihat dari adanya pemberian solusi-solusi yang diberikan oleh pengarang pada tokoh problematik. Pemberian solusi-solusi pada tokoh problematik ini sesuai dengan latar belakang lingkungan sosial pengarang.

 

 

 

 

SINOPSIS NOVEL SAMAN KARYA AYU UTAMI

Wis itulah panggilan akrab dari seorang anak lelaki yang mempunyai nama panjang Wisanggeni. Wis lahir di Muntilan Yogyakarta. Wis termasuk anak yang beruntung karena dia adalah satu-satunya anak yang lahir dari rahim ibunya dan hidup. Dua adiknya tidak pernah lahir. Mereka mengalami suatu peristiwa aneh yang hanya diketahui oleh Wis dan pengalaman ini terjadi pada masa kecilnya. Ayahnya bernama Sudoyo, bekerja sebagai pegawai Bank Rakyat Indonesia dan sebagai mantri kesehatan di Yogyakarta. Ibunya masih keturunan raden ayu.

Pada waktu Wis berumur empat tahun, ayahnya dipindahkan ke Perabumulih yaitu sebuah kota minyak di tengah Sumatra Selatan yang sunyi pada masa itu, hanya ada satu bioskop dan bank yang usianya belum panjang. Di Perabumulih ayah bekerja sebagai kepala cabang Bank Rakyat Indonesia. Beberapa tahun kemudian Wis dan ayahnya pindah ke Jakarta. Wis melanjutkan sekolah dengan mengambil pendidikan teologi dan belajar di Institut Pertanian Bogor. Setelah Wis dan ayahnya pindah di Jakarta. Setelah Wis menamatkan pendidikannya, maka diadakan upacara pengangkatan Wis sebagai pastor dan ia mendapatkan julukan Pastor Wisanggeni atau Romo Wis. Setelah misa, ada acara pesta di balai pastoran untuk merayakan adanya pastor baru. Di acara itu Wis bertemu dengan Romo Daru dan Wis meminta kepada Romo Daru agar dirinya ditugaskan di Perabumulih.

Permintaan Wis dikabulkan yaitu Uskup memberi tugas kepada Wis sebagai Pastor Paroki Parid yang melayani kota kecil Perabumulih dan Karang Endah di Palembang. Wis segera menuju ke kota itu. Setelah sampai di Perabumulih, ia menemukan perubahan-perubahan yang terjadi di kota itu, diantaranya rumah Wis telah dihuni oleh orang lain. Wis mendatangi rumahnya yang dulu dan berkenalan dengan penghuni rumahnya yang sekarang. Ketika di sana Wis mengalami kejadian-kejadian aneh lagi seperti yang pernah ia alami pada waktu kecil.

Di Perabumulih Wis bertemu dengan seorang gadis yang cacat dan mempunyai keterbelakangan mental. Gadis itu bernama Upi. Upi adalah anak seorang transmigrasi Sei Kumbang yang tinggal di Lubukrantau. Karena perlakuannya dianggap membahayakan orang lain, maka keluarganya memutuskan untuk mengurung dan mengrangkeng Upi di sebuah bilik yang terbuat dari kayu dan bambu yang kondisinya sudah tidak sehat. Wis tidak berdaya melihat gadis di dalam kerangkeng itu. Akhirnya Wis memutuskan untuk membangun tempat yang lebih sehat dan menyenangkan Upi.

Wis merasa semakin ia mengetahui penderitaan rakyat Lubukrantau semakin ia merasa bahwa dirinya adalah bagian dari mereka, yang membuatnya ingin lebih lama tinggal dan ingin memperbaiki penderitaan yang dialami oleh petani di sana. Berkat izin dari Bapak Uskup dan modal dari ayahnya, maka ia mengadakan rapat dengan keluarga Mak Argani dan membicarakan tentang rencananya untuk membangun pengolahan sederhana atau rumah asap di dusun itu sambil memperbaiki kebun. Usul itu disetujui oleh keluarga Argani. Akhirnya mereka membersihkan kebun.

Wis kembali ke Perabumulih selama dua minggu. Ketika Wis kembali ke Lubukrantau, Wis dikejutkan oleh kejadian yang telah menimpa Upi gadis cacat dan gila itu telah diperkosa oleh orang-orang yang hendak merebut lahan mereka dengan cara menjebol rumah baru Upi.

Beberapa tahun yang lalu empat orang lelaki datang ke wilayah transmigrasi Sei Kumbang yang mengaku bahwa mereka menjalankan tugas dari Gubernur tentang lokasi transmigrasi Sei Kumbang yang semula perkebunan karet akan diganti dengan perkebunan kelapa sawit. Para penduduk tidak sepakat untuk menganti kebunya dengan kelapa sawit. Melihat keadaan ini Wis dan penduduk mengadakan rapat yang bertempat di rumah asap. Pada rapat ini menghasilkan kesepakatan supaya penduduk jangan sesekali mau menandatangani pada lembaran kosong yang diberikan oleh pihak perusahaan PT Anugrah Lahan Makmur (ALM).

Tiga minggu kemudian, empat orang itu datang lagi dan menyuruh para penduduk untuk menyetujui usulnya. Namun Wis dan penduduk tidak menyetujui usul itu. Empat orang itu akhirnya pergi sambil menahan marah. Perbuatan Wis ini membuat pihak perusahaan menjadi marah dan memberikan tuduhan-tuduhan yang tidak benar kepada Wis, seperti dirinya yang dituduh telah mengkristenkan orang Lubukrantau dan mengajari Argani berburu dan maka babi hutan.

Melihat keadaan ini, akhirnya Wis pergi ke Palembang, Lampung dan Jakarta dalam rangka mengumpulkan data, untuk mempertahankan perkebunan di trasmigrasi. Usaha Wis tidak sia-sia karena penggusuran dusun jadi tertunda sampai setahun.

 

Orang-orang tersebut mengunakan cara lain supaya dapat menggusur dusun itu yaitu dengan cara merobohkan pohon-pohon karet, menghanguskan tanggul yang tersisa, meneror dusun itu, ternak mulai

hilang satu persatu, merusak rumah kincir, memperkosa Upi dan membakar rumah pada penduduk.

Wis bermaksud menyelamatkan Upi tetapi orang-orang itu menangkap Wis dan dimasukkan ke dalam penjara. Selama di dalam penjara Wis selalu disiksa. Pada saat Wis mulai putus asa dengan keadaan yang menimpanya, Anson dan pemuda Lubukrantau menyelamatkan Wis dan membawa kabur Wis dari penjara. Wis keluar dari penjara dalam keadaan yang tidak berdaya. Wis tidak mau dipulangkan ke Perabumulih, ia meminta diantar ke rumah suster-suster Boronous yang berada di Lahat. Di sana Wis dirawat oleh suster Marietta selama kurang lebih tiga bulan. Dalam masa penyembuhan Wis membaca tuduhan-tuduhan terhadap dirinya melalui surat kabar. Setelah sembuh Wis pergi ke sebuah tempat yang hanya diketahui oleh lima orang suster dan satu dokter. Dalam persembunyiannya, tak lama setelah peristiwa itu, Wis mengganti kartu identitasnya dengan mengganti namanya menjadi Saman.

Tak lama kemudian Saman menulis surat untuk ayahnya. Ia menyatakan bahwa ia menyesal karena tidak bisa memberi ayah keturunan karena dirinya menjadi seorang pastor. Ia bercerita tentang rumah asap yang dibangunnya dengan modal awal dari ayahnya, memohon restu kepada ayahnya untuk tetap tinggal di Perabumulih, dan ia memohon maaf karena dirinya memutuskan untuk keluar dari kepastoran. Karena Saman dan beberapa temannya ingin mendirikan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengurusi perkebunan guna membantu orang Lubukrantau yang tidak lagi mempunyai tanah dan tidak mempunyai pekerjaan. Akhirnya berkat bantuan Cok dan Yasmin, Saman dapat melarikan diri ke New York. Kini Saman telah mengganti penampilannya dan muncul sebagai aktivis perburuhan dan mengelola LSM.

Iklan

Bilingualisme

23 Des


PENDAHULUAN

Dari pengalaman hidup di Indonesia, kita tahu bahwa di banyak daerah dan kota, terdapat orang-orang yang memakai bahasa yang berlainan. Bisa juga terdapat orang-orang yang memakai lebih dari satu bahasa, umpmanya bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Misalnya saja bangsa Indonesia yang cenderung menguasai dua bahasa atau lebih; bahasa Indonesia digunakan apabila mereka berkomunikasi antarsuku dan situasi resmi, sedangkan jika berada di dalam lingkungan keluarga atau sukunya, mereka berkomunikasi dengan bahasa daerahnya masing-masing seperti  bahasa Aceh, Melayu, Sunda, Jawa, Madura, Bali,  Bugis dan sebagainya.

Dalam masyarakat yang terbuka, artinya yang para anggotanya dapat menerima kedatangan anggota dari masyarakat lain, baik dari satu atau lebih dari satu masyarakat, akan terjadilah apa yang disebut kontak bahasa, yakni adanya masyarakat yang bertemu, dan hidup bersama-sama, sehingga berpengaruh terhadap masyarakat bahasa lain. Yang bisa terjadi dari adanya kontak bahasa ini adalah terjadinya atau terdapatnya yang disebut bilingualisme dan multingualisme. Orang yang hanya menguasai satu bahasa disebut monolingual, unilingual atau monoglot yang menguasai dua bahasa disebut bilingual, sedangkan yang menguasai lebih dari dua bahasa disebut multilingual, plurilingial atau poligot.

Masyarakat yang bilingual atau multilingual akibat adanya kontak bahasa (dan juga kontak budaya), terjadi peristiwa atau kasus yang disebut interferensi, integrasi, alihkode dan campurkode. Keempat peristiwa gejalanya sama, yaitu adanya unsur bahasa lain dalam bahasa yang digunakan. Interferensi adalah terbawa masuknya unsur bahasa lain ke dalam bahasa yang sedang digunakan, sehingga tampak adanya penyimpangan kaidah dari bahasa yang sedang digunakan itu. Interferensi biasanya dibedakan dari integrasi. Dalam bahasa Indonesia yang sekarang dieja menjadi montir, riset, sopir dan dongkrak adalah contoh yang sudah berintegrasi. Berpijak dari kerangka dasar di atas, maka dalam makalah ini dibahas tentang bilingualisme

PEMBAHASAN

a. Pengertain Bilingualisme

Istilah bilingualisme dalam bahasa Indonesia disebut juga kedwibahasaan (Chaer, 2004:84). Dari istilah yang dikemukakan oleh Chaer di atas, dapat dipahami bahwa bilingualisme atau kedwibahasaan berkenaan dengan pemakaian dua bahasa oleh seorang penutur dalam aktivitasnya sehari-hari.

Ada beberapa ahli yang menerangkan tentang pengertian kedwibahasaan atau bilingualisme. Salah satunya adalah Weinrich, ia menyebutkan kedwibahasaan sebagai ‘The practice of alternately using two language’, yaitu kebiasaan menggunakan dua bahasa atau lebih secara bergantian. Dalam penggunaan dua bahasa atau lebih, jika melihat pengertian menurut Weinrich, penutur tidak diharuskan menguasai kedua bahasa tersebut dengan kelancaran yang sama. Artinya bahasa kedua tidak dikuasai dengan lancar seperti halnya penguasaan terhadap bahasa pertama. Namun, penggunaan bahasa kedua tersebut kiranya hanya sebatas penggunaan sebagai akibat individu mengenal bahasa tersebut.

Hal di atas tidak sejalan dengan pengertian bilingualisme menurut Bloomfield (Chaer, 2004:85) yang mengemukakan bahwa kedwibahasaan adalah kemampuan seorang penutur untuk menggunakan dua bahasa dengan sama baiknya. Jika melihat batasan bilingualisme yang dipaparkan oleh Bloomfield, seseorang dapat disebut sebagai bilingual apabila mampu menggunakan B1 (bahasa pertama atau bahasa ibu) dan B2 (bahasa kedua) dengan sama baiknya. Namun, permasalahannya bagaimana cara mengukur kemampuan yang sama dari seorang penutur terhadap penguasaan kedua bahasa yang digunakannya? Selanjutnya, yang menjadi permasalahan adalah mungkinkah seseorang dapat menggunakan B2-nya dengan kualitas yang sama baik dengan B1-nya. Apabila ditemui penutur yang mampu menguasai B2-nya sama baik dengan B1-nya, maka penutur tersebut tentunya mempunyai kesempatan yang sama untuk mempelajari dan menggunakan kedua bahasa tersebut.

Selain kedua pengertian menurut dua ahli di atas, ada juga Diebold (Chaer, 2004:86) yang menyebutkan adanya bilingualisme atau kedwibasaan pada tingkat awal (incipient bilingualism). Menurut Diebold, bilingualisme tingkat awal ini ‘…yaitu bilingualisme yang dialami oleh orang-orang, terutama oleh anak-anak yang sedang mempelajari bahasa kedua pada tahap permulaan. Pada tahap ini bilingualisme masih sederhana dan dalam tingkat rendah’.

Jika melihat pernyataan Diebold, benar kiranya apabila kedwibahasaan yang banyak digunakan oleh orang-orang adalah kedwibahasaan atau bilingualisme pada tingkat awal. Dalam kegiatan sehari-hari tentunya kita pun tanpa disadari hampir selalu melaksanakan bilingualisme pada tingkat awal ini. Namun, kebanyakan orang pada masa sekarang cenderung tidak menguasai kedua bahasa yang digunakannya dengan tepat.

Selain itu, Chaer (2004:86) mengutip pendapat Lado bahwasanya bilingualisme adalah kemampuan menggunakan bahasa oleh seseorang sama baik atau hampir sama baiknya, yang secara teknis mengacu pada pengetahuan dua buah bahasa bagaimana pun tingkatnya. Pendapat Lado tersebut rasanya mendukung pernyataan Diebold tentang incipient bilingualisme, karena Lado tidak menyebutkan sebagaimana Bloomfiled bahwa penguasaan seseorang yang menganut bilingualisme terhadap bahasa keduanya harus sama dengan bahasa pertama yang digunakan. Terlepas dari ada atau tidaknya pengetahuan seseorang mengenai sistem kedua bahasa yang digunakan, setidaknya penutur telah mengenal bahasa atau istilah-istilah bahasa yang digunakannya. Hal itu senada dengan Chaer (2004:84) yang mengemukakan, Untuk dapat menguasai dua bahasa tentunya seseorang harus menguasai kedua bahasa itu. Pertama, bahasa ibunya sendiri atau bahasa pertamanya (disingkat B1), dan yang kedua adalah bahasa lain yang menjadi bahasa keduanya (disingkat B2).

Selanjutnya, Mackey dan Fishman (Chaer, 2004:87), menyatakan dengan tegas bahwa bilingualisme adalah praktik penggunaan bahasa secara bergantian, dari bahasa yang satu ke bahasa yang lain, oleh seorang penutur. Menurut Mackey dan Fishman, dalam membicarakan kedwibahasan tercakup beberapa pengertian, seperti masalah tingkat, fungsi, pertukaran/alih kode, percampuran/campur kode, interferensi, dan integrasi. Pengertian bilingualisme menurut Mackey dan Fishman inilah yang dirasa sangat relevan bagi penulis.

Bilingualisme adalah penggunaan dua bahasa secara bergantian oleh seorang penutur dalam berbahasa atau berkomunikasi dengan orang lain.

b. Permasalahan dalam Bilingualisme

Pada pembahasan ini, selanjutnya kita akan membahas pendapat yang dikemukakan oleh Mackey dan Fishman yang menyebutkan bahwa dalam membicarakan kedwibahasaan tercakup beberapa pengertian, seperti masalah tingkat, fungsi, pertukaran atau alih kode, percampuan atau campur kode, interferensi, dan integrasi.

1. Tingkat

Masalah tingkat kaitannya adalah dengan sejauh mana sesorang mampu menjadi seorang dwibahasawan atau sejauh mana seseorang mampu mengetahui bahasa yang dipakainya atau bagaimana tingkat kemampuan berbahasa seseorang. Kemampuan berbahasa seseorang akan nampak dari empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Menurutnya, dalam keempat keterampilan tersebut akan mencakup fonologi, gramatik, leksis, semantik, dan stailistik. Jika diambil kesimpulan, masalah tingkat ini adalah masalah yang berkaitan dengan pemahaman dan pengetahuan seseorang terhadap bahasa yang dipakainya

2. Fungsi

Fungsi kaitannya dengan pengertian untuk apa seseorang menggunakan bahasa dan apa peranan bahasa dalam kehidupan pelakunya. Hal ini berkaitan dengan kapan seseorang yang bilingual menggunakan kedua bahasanya secara bergantian. Masalah fungsi ini menyangkut masalah pokok sosiolinguistik yaitu siapa berbicara, dengan bahasa apa, kepada siapa, kapan, dan dengan tujuan apa (Chaer, 2004:88). Penggunaan bahasa pertama oleh seorang penutur, misalnya bahasa pertamanya bahasa Sunda, hanya akan digunakan dengan semua anggota masyarakat tutur yang menggunakan bahasa Sunda pula. Penggunaan bahasa pertama tersebut juga akan terbatas hanya pada situasi-situasi tertentu, misalnya ketika dalam percakapan sehari-hari dalam ruang lingkup keluarga dan untuk membicarakan hal-hal yang bersifat biasa. Namun, dalam situasi-situasi tertentu pula bahasa pertama tidak dapat digunakan. Misalnya dalam kegiatan pendidikan di sekolah, walaupun guru dan murid menggunakan B1 yang sama (misalnya Bahasa Jawa), akan tetapi dalam hal ini hanya bahasa Indonesialah yang dapat digunakan, sebab bahasa Indonesia yang menjadi bahasa kedua guru dan murid tersebut merupakan bahasa nasional yang berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan.

3. Alih Kode

Pertukaran atau alih kode adalah sampai seberapa luaskah seseorang dapat mempertukarkan bahasa-bahasa itu dan bagaimana seseorang dapat berpindah dari satu bahasa ke bahasa lain.

4. Campur Kode

Campur kode terjadi bilamana seseorang mencampurkan dua atau lebih bahasa atau ragam bahasa dalam suatu situasi berbahasa yang menuntut percampuran bahasa. Pertukaran atau alih kode biasanya selalu berkaitan dengan percampuran atau campur kode. Campur kode biasanya terjadi dalam situasi-situasi yang santai atau nonformal. Dalam situasi berbahasa yang formal jarang terjadi campur kode, kalaupun terjadi campur kode itu hanya sebagai akibat tidak adanya padanan yang tepat dalam bahasa yang sedang digunakan.

5. Interferensi

Istilah interferensi pertama kali digunakan oleh Weinreich (Chaer,2004:120) untuk menyebut adanya perubahan sistem suatu bahasa sehubungan dengan adanya persentuhan bahasa tersebut dengan unsur-unsur bahasa lain yang dilakukan oleh penutur bilingual. Sedangkan penutur bilingual yaitu penutur yang menggunakan dua bahasa secara bergantian dan penutur multilingual yaitu penutur yang dapat menggunakan banyak bahasa secara bergantian. Weinreich menganggap bahwa interferensi sebagai gejala penyimpangan dari norma-norma kebahasaan yang terjadi pada penggunaan bahasa seorang penutur sebagai akibat pengenalannya terhadap lebih dari satu bahasa, yakni akibat kontak bahasa.

Dalam peristiwa interferensi digunakan unsur bahasa lain dalam menggunakan suatu bahasa, yang dianggap suatu kesalahan karena menyimpang dari kaidah atau aturan bahasa yang digunakan. Dan kemampuan penutur bilingual maupun penutur multilingual dalam menggunakan bahasa tertentu sehingga terpengaruh bahasa lain merupakan penyebab terjadinya interferensi. Kemampuan setiap penutur terhadap bahasa yang pertama digunakan dengan bahasa kedua itu bervariasi. Ervin dan Osgood (Chaer,2004:121) menyatakan bahwa penutur berkemampuan berbahasa sejajar jika penutur bilingual mempunyai kemampuan terhadap bahasa 1 dengan bahasa 2 sama baiknya, artinya penutur bilingual tidak mempunyai kesulitan untuk menggunakan kedua bahasa itu kapan saja diperlukan, karena tindak laku kedua bahasa tersebut terpisah dan bekerja sendiri-sendiri. Sedangkan penutur berkemampuan bahasa majemuk yaitu penutur yang kemampuan berbahasa 2 lebih rendah atau berbeda dengan kemampuan berbahasa 1, artinya penutur mempunyai kesulitan dalam menggunakan bahasa 2 karena dipengaruhi bahasa 1. Hartman dan Stork (Chaer,2004:121) tidak menyebut interferensi sebagai „pengacauan“ atau „ kekacauan“, melainkan „kekeliruan“, yang terjadi sebagai akibat terbawanya kebiasaan-kebiasaan ujaran bahasa ibu atau dialek ke dalam bahasa kedua.

Weinreich membedakan tipe interferensi dalam bidang fonologi menjadi: interferensi substitusi (penutur Bali), interferensi overdiferensiasi (penutur Tapanuli dan Jawa), interferensi underdeferensi (penutur Jepang), dan interferensi reinterpretasi (penutur Hawai). Ahli linguistik edukasional William Mackey berpendapat bahwa interferensi itu adalah gejala penggunaan unsur- unsur satu bahasa dalam bahasa lainnya ketika seorang penutur mempergunakan bahasa-bahasa itu. Faktor utama yang dapat menyebabkan interferensi itu antara lain adalah adanya perbedaan di antara bahasa sumber dan bahasa sasaran. Perbedaan yang tidak saja dalam struktur bahasa melainkan juga keragaman kosakatanya. Gejala itu sendiri terjadi sebagai akibat pengenalan atau pengidentifikasian penutur terhadap unsur-unsur tertentu dari bahasa sumber, kemudian memakainya dalam bahasa sasaran.

Di samping itu, setiap bahasa manapun tidak pernah berada pada satu keadaan tertentu. Ia selalu berubah sesuai dengan perubahan zaman. Setiap bahasa mempunyai caranya sendiri-sendiri dalam mengembangkan unsur-unsurnya itu. Proses perkembangan ini tergantung selain kepada unsur internal bahasa itu sendiri, yakni kesiapan bahasa menerima perubahan yang terjadi pada bahasa itu sendiri juga pada faktor eksternal bahasa, seperti tuntutan keadaan soaial budaya, tuntutan perkembangan IPTEK, tuntutan politik bahasa dan lain- lain.

Interferensi dianggap gejala yang sering terjadi dalam penggunaan bahasa. Di zaman modern ini, persentuhan bahasa sudah sedemikian rumit, baik sebagai akibat dari mobilisasi yang semakin tinggi maupun sebagai kemajuan teknologi komunikasi yang sangat pesat, maka interferensi dapat dikatakan sebagai gejala yang dapat mengarah kepada perubahan bahasa terbesar, terpenting dan paling dominan saat ini.

6. Integrasi

Integrasi terjadi apabila unsur serapan dari suatu bahasa telah dapat menyesuaikan diri dengan sistem bahasa penyerapnya shingga pemakaiannya telah menjadi umum karena tidak lagi terasa asing. Interferensi dan integrasi timbul sebagai akibat kontak bahasa, yakni pemakaian satu bahasa di dalam bahasa sasaran atau kebalikannya yang terjadi pada seorang penutur bilingual. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Perbedaannya adalah interferensi dianggap sebagai penyimpangan dalam penggunaan bahasa tulis maupun lisan yang terjadi pada suatu masyarakat bahasa, sementara integrasi tidak dianggap sebagai gejalapenyimpangan dikarenakan unsur-unsur bahasa sumber itu telah disesuaikan dengan bahasa sasarannya dan dianggap sebagai perbendaharaan kata baru. Integrasi dipandang sebagai sesuatu yang diperlukan jika tidak ada padanan kata dalam bahasa sasaran.

Menurut Mackey (Chaer,2004:128) integrasi adalah unsur-unsur bahasa lain yang digunakan dalam bahasa tertentu dan dianggap sudah menjadi warga bahasa tersebut. Mulanya seorang penutur menggunakan unsur bahasa lain sebagai unsur pinjaman karena merasa diperlukan, kemudian unsur asing yang digunakan itu bisa diterima dan digunakan juga oleh orang lain, sehingga unsur tersebut berstatus telah berintegrasi.

Proses penerimaan unsur bahasa asing, khususnya unsur kosakata, dalam bahasa Indonesia, awalnya dilakukan secara audial. Artinya, mula-mula penutur Indonesia mendengar butir-butir leksikal dari penutur aslinya, lalu mencoba menggunakannya (didengar-diujarkan-dituliskan). Oleh karena itu, kosakata yang diterima secara audial menampakkan ciri ketidakteraturan jika dibandingkan dengan kosakata aslinya.

Penyerapan unsur asing bukan hanya melalui penyerapan kata asing disertai penyesuaian lafal dan ejaan, tetapi dilakukan dengan cara: (1) penerjemahan langsung , artinya kosakata itu dicarikan padanannya dan (2) penerjemahan konsep, artinya, kosakata asing itu diteliti baik-baik konsepnya lalu dicarikan kosakata yang konsepnya dekat dengan kosakata asing tersebut. Jika sebuah kata serapan ada pada tingkat integrasi, maka kata serapan itu sudah disetujui dan proses yang terjadi dalam integrasi ini lazim disebut konvergensi. Setiap bahasa akan mengalami interfernsi kemudian disusul dengan peristiwa integrasi. Selain itu, tidak sedikit kosakata yang berasala dari satu bahasa lalu tersebar luas dan bersifat universal sehingga orang tidak merasa perlu menyerap sampaipada tingka tintegrasi.

SIMPULAN

Bilingualisme adalah digunakannnya dua buah bahasa oleh seorang penutur dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian. Membicarakan kedwibahasaan tercakup beberapa pengertian, seperti masalah tingkat, fungsi, pertukaran atau alih kode, percampuan atau campur kode, interferensi, dan integrasi.

Masalah tingkat ini adalah masalah yang berkaitan dengan pemahaman dan pengetahuan seseorang terhadap bahasa yang dipakainya. Masalah fungsi ini menyangkut masalah pokok sosiolinguistik yaitu siapa berbicara, dengan bahasa apa, kepada siapa, kapan, dan dengan tujuan apa. Pertukaran atau alih kode biasanya selalu berkaitan dengan percampuran atau campur kode. Campur kode biasanya terjadi dalam situasi-situasi yang santai atau nonformal. Dalam situasi berbahasa yang formal jarang terjadi campur kode, kalaupun terjadi campur kode itu hanya sebagai akibat tidak adanya padanan yang tepat dalam bahasa yang sedang digunakan.

Interferensi dan integrasi merupakan bagian dari sosiolinguistik yang terjadi akibat adanya penggunaan dua bahasa atau lebih dalam masyarakat tutur yang multilingual. Interferensi dan integrasi timbul sebagai akibat kontak bahasa, yakni pemakaian satu bahasa di dalam bahasa sasaran atau kebalikannya yang terjadi pada seorang penutur bilingual. Keduanya tidak dapat dipisahkan karena berkaitan erat dengan alih kode dan campur kode. Dalam peristiwa interferensi digunakan unsur-unsur bahasa lain dalam menggunakan suatu bahasa, yang dianggap sebagai suatu kesalahan dalam penggunaan bahasa tulis maupun lisan yang terjadi pada suatu masyarakat bahasa, karena menyimpang dari kaidah atau aturan bahasa yang digunakan. Penyebab terjadinya interferensi adalah kemampuan si penutur dalam menggunakan bahasa tertentu sehingga dipengaruhi oleh bahasa lain. Sedangkan integrasi dipandang sebagai sesuatu yang diperlukan jika tidak ada padanan kata dalam bahasa sasaran sehingga akhirnya menjadi perbendaharaan kata baru yang telah disesuaikan ejaan dan pelafalannya dengan bahasa sasarannya dan dianggap sebagai perbendaharaan kata baru.

 

 

DaftarBacaan:

Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2004. Sosiolinguistik. Jakarta: Rineka Cipta

http://sungaibatinku.wordpress.com/2009/03/20/kedwibahasaan-dan-diglosia/

 

 

 

Resep dari Coklat

22 Des

PERMADANI INDAH

 

BAHAN  : Permadani
75 gram tepung terigu
200 ml susu cair
1 sdm gula pasir
1 butir telur
1 sdm margarine leleh
3 sdm cokelat meyses warna-warni
1 liter es krim WALL’S chocolate Blizard
Hiasan : whipping cream, cokelat leleh dan stroberi segar.

CARA MEMBUAT :

CARA MEMBUAT :

1   Permadani : campur tepung terigu dengan susu cair, gula pasir, aduk rata, masukkan telur dan margarine leleh, aduk rata. Siapkan wajan pipih ukuran 20 cm buat dadar tipis taburi dengan cokelat meyses warnap-warni.
2   Penyajian : siapkan pinggan kecil, taruh dadar, beri 2 skup es krim WALL’S chocolate Blizard, hias dengan whipping cream, cokelat leleh dan stroberi segar.
3   Sajikan segera.

Untuk : 6-8 orang

 

PUDING MOKACINO KARAMEL

BAHAN :
Puding untuk isian :

1 bungkus agar-agar bubuk SAGAR warna cokelat
3 sdt bubuk kopi instant, 150 gram gula pasir
700 ml air
pudding mokacino
1 bungkus agar-agar bubuk SAGAR warna cokelat
700 ml susu cair, 200 gram gula pasir
3 sdt bubuk kopi instant, 1 sdm cokelat bubuk
1 sdm tepung maizena
100 ml krim kental
2 putih telur

Saus karamel :
500 ml susu cair
2 sdm tepung maizena
200 gram gula pasir
100 ml krim kental
Hiasan : jeruk manis dan buah stroberi segar

CARA MEMBUAT :

1   Puding isian : siapkan loyang bentuk segiempat ukuran 20 cm, basahi dengan air, sisihkan , campur agar-agar bubuk SAGAR dengan kopi instant gula psair dan air, aduk rata dan masak hingga mendidih, tuangkan kedalam loyang dinginkan setelah dingin, potong dadu 1 cm, sisihkan.
2   Siapkan cetakan puding bentuk cincin ukuran 1250 ml, basahi dengan air sisihkan.
3   Puding mokacino : campur agar-agar SAGAR dengan susu cair, gula pasir, kopi instant, cokelat bubuk dan tepung maizena masak hingga mendidih, angkat, masukkan krim kental, aduk rata, sementara kcocok putih telur hingga mengembang dan kaku. Campurkan kedalam puding aduk  rata.
4   Penyelesaian : tuangkan adonan sedikit-sedikit taburkan puding isian, hilangkan uap panasnya dan simpan dalam lemari pendingin.
5   Saus karamel : campur susu cair dengan tepung maizena, aduk rata, panaskan gula pasir dalam wajan, gunakan api kecil hingga menjadi karamel, tuangkan susu cair dan amsak hingga karamel larut dan mengental, masukkan krim kental, masak sebentar, angkat, hilangkan uap panasnya dan simpan dalam leamri pendingin.
5   Sajikan puding dengan saus karamel.

Untuk : 12 potong

 

CAKE COKELAT IRIS

 

 

 

Bahan:
180 gram kismis
2 butir telur
80 gram gula palem
175 gram tepung terigu
Lelehkan:
200 gram cokelat masak
125 gram mentega
Olesan Penutup:
2 Kuning telur
125 gram gula pasir
50 ml krim kental
200 gram mentega, kocok lembut
150 gram cokelat oles roti
Hiasan: Cokelat masak, lelehkan

Cara membuat:

1   Siapkan loyang segiempat ukuran 20 cm, olesi dengan mentega dan alasi dengan kertas roti. Panaskan oven dengan temperatur 180 derajat Celcius.
2   Kismis rendam sebentar dalam air dan tiriskan.
3   Olesan penutup: Campurkan kuning telur, gula pasir dan krim kental, aduk rata dan tim hingga larut, angkat, dinginkan. kocok mentega hingga lembut, tambahkan cokelat oles dan adonan telur, aduk rata.
4   Kocok telur dan gula palem hingga lembut, masukkan cokelat masak, mentega dan tepung terigu, aduk rata.
5   Tuangkan ke dalam loyang dan panggang selama 30 menit hingga matang, angkat, hilangkan uap panasnya.
6   Setelah kue dingin beri olesan penutup diatasnya, hias dengan cokelat masak dan potong menurut selera.

Untuk: 12 potong

 

BOLA JERUK MANIS

 

 

 

BAHAN:
6 butir telur
180 gram gula pasir
1 sdt cake emulsifier
150 gram tepung terigu
2 sdm syrup sari jeruk
100 gram margarine, lelehkan
150 gra jeruk manis dalam kaleng
Hiasan :
150 gram cokelat masak “white” lelehkan
essens jeruk secukupnya
kulit jeruk Sunkist, iris dan jeruk manis

CARA MEMBUAT:

  1. Panaskan oven dengan temperature 180 derajat Celcius, siapkan loyang bentuk cincin ukuran 22 cm, olesi dengan margarine dan taburi tepung terigu, sisihkan.
  2. Kocok telur bersama gula pasir dan cake emulsifier hingga mengembang dan lembut.
  3. Masukkan tepung terigu, aduk rata, tambahkan margarine leleh, aduk rata.
  4. Tuangkan sedikit-sedikit kedalam loyang dan taburi jeruk manis, lakukan bergantian dan panggang selama 45 menit hingga matang, angkat.
  5. Setelah dingin hias dengan cokelat masak “white” irisan kulit jeruk Sunkist dan jeruk manis.
  6. Sajikan sebagai teman minum teh atau kopi.

Untuk: 20 potong

 

 

WAFEL COKELAT

 

 

 

BAHAN :
200 gram tepung terigu
25 gram cokelat bubuk
1 sdt baking powder
1/4 sdt garam
100 gram gula pasir
300 ml susu cair
4 kuning telur
50 gram mentega cair
2 putih telur, kocok kaku

CARA MEMBUAT :

  1. Campur tepung terigu dengan cokelat bubuk, baking powder, garam dan gula pasir, aduk rata.
  2. Masukkan susu cair dan kuning telur, aduk rata, tambahkan mentega cair, aduk rata. Masukkan putih telur yang telah dikocok, aduk rata dan diamkan selama 15 menit.
  3. Siapkan cetakan wafel, olesi dengan sedikit mentega, tuangkan adonan hingga hampir penuh dan matangkan.
  4. Sajikan hangat.

Untuk : 16 potong

 

CHOCOLATE CHEESE CAKE

 

 

 

BAHAN : Dasar
100 gram biscuit marie, haluskan
100 gram mentega
1 sdt kayumanis bubuk
adonan :
150 gram cokelat masak dark
500 gram cream cheese
100 gram gula pasir castor
2 butir telur
50 gram tepung terigu
1 sdm cokelat bubuk
80 ml yogurt
taburan : cokelat bubuk, gula bubuk dan stroberi segar

CARA MEMBUAT :

  1. Siapkan loyang bongkar pasang ukuran : 20 cm alasi dasar loyang dengan aluminium foil. Panaskan oven dengan temperature 180 Derajat Celcius.
  2. Dasar : campur biscuit marie dengan mentega dan kayumanis bubuk, aduk rata dan tata didasar loyang, padatkan.
  3. Adonan : kocok cream cheese dengan gula pasir hingga lembut, masukkan telur dan kocok hingga rata, tambahkan tepung terigu dan cokelat bubuk, aduk rata, masukkan yogurt dan cokelat masak yang telah dilelehkan, aduk rata.
  4. Tuangkan kedalam loyang dan panggang selama 1 jam, angkat, hilangkan uap panasnya dan simpan dalam lemari pendingin selama 3 jam.
  5. Hias dengan cokelat, gula bubuk dan stroberi.
  6. Sajikan dingin.

 

 

 

CAKE LAPIS TABUR ENTING KACANG

 

 

BAHAN :
10 kuning telur
6 putih telur
175 gram gula pasir
1/2 sdt cake emulsifier/tbm/sp/ovalet
150 gram tepung terigu
100 gram margarin, lelehkan
pasta moka secukupnya
vanilla nougat :
250 gram cokelat oles roti
150 gram krim bubuk campur dengan 200 ml susu dingin, kocok
300 gram enting kacang, tumbuk kasar
Hiasan : enting kacang dan ceri merah

CARA MEMBUAT :

  1. Siapkan loyang bulat ukuran 22 cm, olesi dengan margarine, taburi tepung terigu, sisihkan. Panaskan oven dengan temperatur 180 derajat Celcius.
  2. Kocok telur kuning, putih bersama gula pasir dan cake emulsifier, hingga mengembang dan lembut.
  3. Masukkan tepung terigu, aduk rata, tambahkan margarin leleh, aduk rata, tambahkan pasta moka, aduk rata dan tuangkan kedalam loyang dan panggang selama 40 menit hingga matang.
  4. Vanilla nougat : campur cokelat oles dengan krim yang telah dikocok, aduk rata.
  5. Penyelesaian : potong kue menjadi 3 bagian mendatar, olesi dengan olesan krim, taburi dengan enting kacang, ratakan susun kembali. Hias seluruh permukaan kue dan taburi enting kacang dan ceri merah. Simpan dalam lemari pendingin.
  6. Sajikan dingin.

Untuk : 12 potong

 

CAKE ZEBRA BINTIK COKELAT

 

BAHAN :
300 gram margarin
250 gram gula pasir
1 sdm rum baker
10 butir telur, pisahkan kuning dan putihnya
300 gram tepung terigu
1 sdt baking powder
6 sdm cokelat meyses
adonan cokelat :
3 sdm cokelat bubuk
2 sdt pasta cokelat

CARA MEMBUAT :

  1. Panaskan oven dengan temperature 180 derajat Celcius, siapkan loyang bentuk cincin ukuran 24 cm, olesi dengan margarine dan taburi tepung terigu, sisihkan.
  2. Kocok margarin dan gula pasir hingga lembut, masukkan vanili bubuk dan kuning telur bertahap dan terus kocok hingga rata. Masukkan tepung terigu dan baking powder, aduk rata.
  3. Tambahkan putih telur yang telah dikocok kaku, aduk rata.
  4. Adonan cokelat : ambil 1/4 adonan beri cokelat bubuk dan pasta cokelat, aduk rata.
  5. Tuangkan 1/2 bagian adonan putih ke loyang, tuangkan adonan 1/2 bagian adonan cokelat dan taburi dengan 3 sdm cokelat meyses, aduk-aduk buat pola marmer, tuangkan sisa adonan putih dan adonan cokelat, taburi meyses dan bentuk pola marmer.
  6. Panggang selama 45 menit hingga matang, angkat.
  7. Sajikan sebagai pelengkap minum teh atau kopi.

Untuk : 16 potong

 

 

CHOCO TEA CAKE

 

 

 

BAHAN :
275 gram cokelat masak “dark”
150 gram gula kastor
175 gram mentega tawar
1 sdt vanilla essens
5 butir telur pisah kuning dan putihnya
100 gram tepung terigu
hiasan : cokelat oles dan gula bubuk dan kue kering

CARA MEMBUAT :

  1. Siapkan loyang bongkar pasang ukuran 22 cm, alasi kertas roti, olesi mentega dan taburi tepung terigu, panaskan oven dengan temperature 180 derajat Celcius.
  2. Cokelat masak, gula pasir dan mentega taruh dalam wadah dan lumerkan, aduk rata, angkat dan hilangkan uap panasnya. Tambahkan vanilla essens, aduk rata.
  3. Kuning telur kocok lembut dan tuangkan kedalam adonan cokelat, aduk rata. Masukkan tepung terigu, aduk rata.
  4. Putih telur kocok hingga mengembang dan kaku, campurkan kedalam adonan cokelat, aduk rata, tuangkan kedalam loyang.
  5. Panggang selama 45 menit hingga matang, angkat.
  6. Taburi gula bubuk, potong dan sajikan sebagai sajian minum teh atau kopi.

Untuk : 12 potong

 

PAI COKELAT CHIPS

 

 

BAHAN :
300 gram tepung terigu
175 gram margarin
50 ml air
1/2 sdt garam
1 sdm gula pasir
1 butir telur
Isi :
200 ml susu cair
1 sdm cokelat bubuk
50 gram gula pasir
10 gram tepung maizena
125 gram cokelat masak oles roti
4 sdm pasta kacang
50 gram cokelat chips

CARA MEMBUAT :

  1. Siapkan loyang pai ukuran kecil, oelsi dengan margarine, sisihkan.
  2. Kulit : campur tepung terigu dengan margarine, aduk rata hingga seluruh tepung tertutup margarine. Campur air dengan garam dan gula pasir, aduk rata tuangkan ke tepung, aduk rata dan tambahkan telur, aduk rata kembali hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk, diamkan selama 15 menit.
  3. Isi : Campur susu cair dengan cokelat bubuk, gula pasir dan tepung maizena, aduk rata, setelah mendidih dan mengental, angkat. Tambahkan cokelat oles dan pasta kacang, aduk rata, simpan dalam lemari pendingin.
  4. Penyelesaian : pipihkan adonan dan cetak dalam cetakan kulit pai, panggang dalam oven dengan temperature 180 derajat selama 15 menit, atau hingga matang, angkat. Hilangkan uap panasnya, isi dengan isian taburi cokelat chips dan simpan dalam lemari pendingin.
  5. Sajikan dingin.

Untuk : 20 buah

 

PISANG GORENG SAUS COKELAT

 

 

BAHAN :
10 buah pisang raja
Minyak untuk menggoreng
Adonan tepung :
250 ml susu cair
125 gram margarine
1 sdm gula pasir
100 gram tepung terigu
4 butir telur
Saus :
250 gram cokelat masak, lelehkan
200 ml krim kental
50 gram gula pasir
50 ml air
Hiasan : buah stroberi segar

CARA MEMBUAT :

  1. Didihkan air bersama margarine dan gula pasir, setelah mendidih masukkan tepung terigu, aduk rata dan masak hingga menjadi pasta adonan yang kalis, angkat.
  2. Setelah agak dingin masukkan telur satu persatu dan aduk rata hingga menjadi adonan yang kental.
  3. Saus : campur cokelat masak leleh, krim kental, gula pasir dan air, aduk rata, didihkan, angkat.
  4. Pisang raja potong menurut selera dan panaskan minyak goreng.
  5. Celupkan pisang ke dalam adonan dan goreng hingga berwarna kecoklatan, angkat.
  6. Sajikan hangat dengan saus cokelat dan hias dengan buah stroberi segar.

Untuk : 30 potong

 

CHOCO RING CAKE

Bahan :
100 gram gula palem
100 gr cokelat bubuk
175 gram margarin
3 butir telur
250 gram tepung self-raising
200 gram cokelat masak dark&white potong dadu
100 ml krim kental
75 gram cokelat masak lelehkan
2 sdm margarin lelehkan

Cara membuat :

  1. Panaskan oven dengan temperature 180 derajat celcius, siapkan loyang bentuk cincin ukuran 1 liter.
  2. Campur tepung self-raising dengan gula palem, margarin dan cokelat bubuk, aduk rata, masukkan telur satu persatu dan cokelat masak, aduk rata.
  3. Panggang selama 40-50 menit angkat dan hias dengan saus cokelat, koktail buah dan strawberry.
  4. Untuk saus panaskan krim kental, cokelat masak dan margarin aduk rata.

Untuk : 10 potong

 

CHOCO SPONGE ROLL

 

 

 

Bahan :
4 kuning telur
1 putih telur
80 gram gula pasir
1/2 sdt cake emulsifier
50 gram tepung terigu
10 gram cokelat bubuk
pasta cokelat secukupnya
80 gram margarine, lelehkan
Olesan : selai cokelat atau vla instant, secukupnya

Cara membuat :

  1. Siapkan loyang ukuran 20 cm olesi dengan margarine dan taburi tepung terigu, dan dandang yang cukup untuk loyang ukuran 20 cm, panaskan dengan air yang cukup.
  2. Kocok telur bersama gula pasir dan cake emulsifier/tbm/ovalet/sp, kocok hingga mengambang dan lembut.
  3. Masukkan tepung terigu dan cokelat bubuk, aduk rata, tambahkan margarine cair, aduk rata dan tuangkan kedalam loyang.
  4. Kukus selama 30 menit hingga matang, angkat siapkan kertas roti dan tuangkan kue, dinginkan dan olesi dengan selai cokelat, gulung dan padatkan.
  5. Potong-potong sajikan.

Untuk : 8 potong

 

MOUSSE COKELAT

 

 

Bahan :
5 butir telur
80 gram gula pasir
3 sdm gelatin larutkan dengan 50 ml air panas
250 gram cokelat masak lelehkan
250 ml krim kental
Hiasan : whipped cream dan ceri merah

Cara membuat :

  1. Kocok kuning telur dengan gula diatas api kecil dengan menggunakan 2 buah wadah, satu untuk air panas dan satu untuk adonan telur, kocok hingga lembut dan mengembang, angkat. Masukkan larutan gelatin dan cokelat masak yang telah dilelehkan, aduk rata.
  2. Kocok krim kental hingga mengembang dalam keadaan dingin, kemudian campur dengan adonan telur, aduk rata.
  3. Tuangkan ke dalam gelas, dinginkan selama 2 jam.
  4. Sajikan dingin hias dengan whipped cream dan ceri merah.

Untuk : 6 gelas

 

BLACK FOREST TRIFFLE

 

 

 

Bahan : cake cokelat
5 kuning telur dan 3 putih telur
100 gr gula pasir
100 gr tepung terigu
2 sdm cokelat bubuk
100 gram margarine, cairkan
1 kaleng (400 gram) ceri hitam dalam syrup, siap beli
kirchwasser/rum, bila suka
250 ml krim kental, kocok dingin atau dapat menggunakan 100 gram krim bubuk kocok dengan 175 ml susu cair dingin hingga mengembang
Hiasan : irisan cokelat masak dan ceri merah

Cara membuat :

  1. Cake cokelat : panaskan oven dengan temperature 180 derajat Celcius, siapkan loyang segiempat ukuran 20 cm, olesi dengan margarin dan taburi tepung terigu, sisihkan.
  2. Kocok gula dan telur hingga mengembang, masukkan tepung terigu dan cokelat bubuk, aduk rata, tambahkan margarin cair, aduk rata dan tuangkan ke dalam loyang.
  3. Panggang selama 30 menit hingga matang angkat, dinginkan dan potong-potong.
  4. Siapkan gelas bertangkai, isi dengan potongan kue didasar gelas, tuangkan syrup, ceri hitam dan rum, bila suka buah ceri hitam krim kental yang telah dikocok dan susun lagi berurutan, kue, ceri dan krim, simpan dalam lemari pendingin selama 30 menit.
  5. Hias dengan irisan cokelat masak dan ceri merah.

Untuk : 6 gelas

 

HOT CHOCO SOUFFLE

 

 

 

 

Bahan :
250 gram margarine
125 gram tepung terigu
500 ml susu cair
100 gram gula pasir
250 gram cokelat masak “dark” lelehkan
4 kuning telur
4 putih telur, kocok kaku
Hiasan : cokelat masak “dark”, parut secukupnya

Cara membuat :

  1. Panaskan oven dengan temperature 175 derajat Celcius, siapkan mangkuk tahan panas ukuran kecil 8 cm, olesi dengan margarine, sisihkan.
  2. Panaskan margarine, masukkan tepung terigu, aduk rata, masukkan susu cair, gula pasir dan cokelat masak yang telah dilelehkan, aduk rata, angkat. Tambahkan kuning telur, aduk rata.
  3. Campur adonan telur dengan putih telur yang telah dikocok kaku, aduk rata.
  4. Ambil mangkuk tuangkan adonan dan panggang selama 45 menit hingga matang, keluar dari oven taburi dengan cokelat serut.
  5. Sajikan hangat.

Untuk : 12 mangkuk

 

 

CHOCO CHIFFON CAKE

 

 

 

Bahan :
7 kuning telur
200 gram gula pasir halus
100 ml minyak selada
150 ml susu cair
200 gram tepung terigu ayak
50 gram cokelat bubuk ayak
1 sdt baking powder
7 putih telur
100 gram gula pasir halus
1 sdt cream of tartar
Hiasan : cokelat masak

Cara membuat :

  1. Panaskan oven dengan temperatur 180 derajat Celcius. Siapkan loyang chiffon bentuk cincin ukuran 24 cm, alasi dengan kertas roti dan basahi dengan air.
  2. Campur kuning telur dengan gula pasir, aduk rata, masukkan minyak selada, aduk rata tambahkan susu cair aduk rata. Masukkan tepung terigu, cokelat bubuk dan baking powder, aduk rata sisihkan.
  3. Kocok putih telur bersama gula pasir dan cream of tartar hingga mengembang dan kaku, masukkan ke dalam adonan telur, aduk rata. Tuangkan kedalam loyang dan panggang selama 45 menit.
  4. Setelah matang, angkat balik loyang atau gantungkan terbalik pada botol, setelah uap panasnya hilang kue akan terlepas dengan sendirinya, dinginkan dan hias dengan cokelat masak.

Untuk : 12 potong

 

 

CAKE COKELAT LEMBUT

 

 

 

Bahan :
15 kuning telur
6 putih telur
175 gram gula pasir halus
150 gram tepung terigu, ayak
2 sdm cokelat bubuk
1 sdm pasta cokelat
1 sdt baking powder
150 gram margarin , lelehkan
Hiasan : lapis legit atau potongan cokelat masak, syrup gula, 100 gram krim bubuk kocok dengan 175 ml susu dingin, tambahkan cokelat oles secukupnya dan buah segar.

Cara membuat :

  1. Panaskan oven dengan temperatur 175 derajat Celcius, siapkan loyang oval ukuran 26 cm, olesi dengan margarin dan taburi dengan tepung terigu.
  2. Kocok kuning telur, putih telur dan gula pasir hingga mengembang, masukkan tepung terigu, cokelat bubuk, pasta cokelat dan baking powder, aduk rata. Tambahkan margarin cair, aduk rata. Tuangkan adonan ke dalam loyang.
  3. Panggang selama 45 menit hingga matang.
  4. Penyelesaian : potong kue mendatar 3 bagian, beri olesan, susun kembali dan hias seluruh permukaan kue, lapisi pinggiran kue dengan irisan lapis legit dan hias dengan buah segar. Simpan dalam lemari pendingin.
  5. Potong menurut selera.

Untuk : 16 potong

 

BOLU COKELAT ISI VLAA

 

Bahan :
6 kuning telur
3 putih telur
175 gram gula pasir
100 gram tepung terigu
20 gram cokelat bubuk ayak
1/2 sdt baking powder
80 gram margarine lumerkan
Vlaa :
450 ml susu cair
50 ml krim kental
100 gram gula pasir
60 gram tepung maizena
1/2 sdt garam
2 kuning telur
rhum secukupnya, bila suka
Taburan : cokelat bubuk

Cara membuat :

  1. Panaskan oven dengan temperature 175 derajat Celcius, siapkan loyang segiempat 20 cm, olesi dengan margarine, taburi tepung terigu, sisihkan.
  2. Bolu : kocok telur dengan gula pasir hingga lembut dan berwarna lebih pucat. Masukkan tepung terigu, cokelat bubuk dan baking powder, aduk rata tambahkan margarine yang telah dilelehkan, aduk rata tuangkan kedalam loyang.
  3. Panggan dalam oven selama 30 menit hingga matang, angkat dinginkan.
  4. Setelah dingin potong mendatar menjadi 2 bagian sisihkan.
  5. Vlaa : susu cair ambil sedikit untuk melarutkan maizena dan tambahkan kuning telur, aduk rata. Sisa susu cair campur dengan krim kental, gula pasir dan garam, aduk rata, tambahkan larutan maizena, aduk rata, didihkan setelah mengental, angkat.
  6. Bolu taruh kembali dalam loyang, tuangkan vla dan tutup dengan potongan bolu dan dinginkan.
  7. Setelah dingin balik dan taburi cokelat bubuk, hias menurut selera.

Untuk : 12 potong

 

Pisang Gulung Cokelat

 

Bahan :

8 lembar kulit lumpia
8 buah pisang raja matang
50 gram cokelat masak, serut
susu kental manis cokelat secukupnya
keju chedar parut, secukupnya
minyak untuk menggoreng

Cara membuat :

  1. Ambil selembar kulit lumpia, taruh pisang, beri cokelat serut dan susu kental manis, gulung dan rapatkan.
  2. Goreng hingga kecoklatan, angkat.
  3. Siapkan piring kue pisang goreng taburi dengan cokelat leleh dan keju chedar.

Untuk : 8 potong

 

Permen Cokelat

Permen Cokelat

Bahan :
250 gram cokelat masak “dark” berwarna gelap
250 gram cokelat masak “white” berwarna putih
50 gram irisan almond, sangrai
50 gram hazenut, sangrai
lemon oil essence, secukupnya
cetakan cokelat bentuk menurut selera
kuas untuk menggambar

Cara membuat :

  1. Cokelat masak dark dan white, potong-potong, masukkan masing-masing kedalam pinggan tahan panas atau panci yang bersih.
  2. Letakkan panci diatas wadah dengan air, kemudian tim dengan api sedang hingga cokelat meleleh.
  3. Ambil cetakan cokelat yang bersih, tuangkan cokelat padat tidak ada gelembung udaranya. Kemudian isi penuh dan simpan dalam freezer selama 10 menit hingga mengeras, keluarkan.
  4. Bila ingin membuat dengan variasi dua jenis cokelat “dark” dan “white” gunakan kuas gambar untuk mengolesi cetakan dengan satu warna, kemudian simpan selama 3 menit dalam freezer dan tuangkan warna lainnya dan simpan dalam freezer kembali hingga mengeras.
  5. Cara mengeluarkan, balik cetakan dan ketukkan ke meja.
  6. Simpan cokelat dalam lemari pendingin atau lemari es.

Untuk : 16 – 20 potong

 

Brownies Choco Glazed

Brownies Choco Glazed

Bahan : 250 gram cokelat msak “dark”
125 gram mentega tawar/margarine
100 gram gula palem
40 gram gula pasir
2 butir telur
75 gram tepung terigu
125 gram kacang mete sangrai, cincang kasar
150 gram cokelat masak “white”, potong dadu kecil

Olesan Choco Glazed :
175 gram cokelat masak “dark”
50 gram mentega tawar
3 sdm syrup jagung atau madu
1/2 sdt kopi instant

Cara membuat :

  1. Panaskan oven dengan temperature 175 derajat celcius, siapkan loyang dengan ukuran 20 cm bentuk segi empat, alasi dengan kertas roti dan olesi margarine sisihkan.
  2. Panaskan dengan api kecil, cokelat masak, mentega tawar bersama gula palem dan ula pasir hingga meleleh dan gula larut, aduk rata, angkat.
  3. Masukan telur dan tepung terigu, aduk rata, tambahkan kacang mete dan potong cokelat masak, aduk rata.
  4. Tuangkan kedalam loyang dan panggang selama 25 menit.
  5. Olesan : Panaskan dengan api kecil cokelat masak, mentega tawar, syrup jagung dn kopi instan, masak hingga meleleh dan aduk rata, angkat, hilangkan uap panasnya. Simpan dalam lemari pendingain selama 1 jam.
  6. Oleskan Choco glazed diatas brownies dan potong menurut selera.

Untuk : 16 potong

 

 

Brownies Cokelat Keping

Brownies Cokelat Keping

125 gram mentega tawar/ margarine
125 gram cokelat masak
200 gram gula pasir
3 butir telur
150 gram tepung terigu
180 gram cokelat keping
hiasan: gula bubuk dan cokelat masak, lelehkan

Cara membuat :

  1. Panaskan oven dengan temperature 175 derajat celcius, siapkan loyang ukuran 20 cm bentuk segiempat, alasi dengan kertas dan olesi mentega/margarine
  2. Tim mentega tawar bersma cokelat masak dan gula pasir hingga meleleh dan gula larut, angkat.
  3. Masukan telur, aduk rata, tambahkan tepung terigu aduk rata, masukan cokelat keping, aduk rata
  4. Tuangkan kedalam loyang dan panggang selama 35 menit.
  5. Hias dengan gula bubuk dan cokelt masak, sajikan sebagai teman minum teh atau kopi.

Untuk : 16 potong

 

Brownies Cokelat Kacang

Brownies Cokelat Kacang

Bahan :
150 ml syrup jagung
100 gram cokelat masak
50 gram margarine
2 butir telur
50 gram gula pasir
75 gram tepung terigu
00 gram kacang mete sangrai, cincang kasar
20 kacang mete goreng utuh, untuk hiasan

Cara membuat :

  1. Panaskan ove dengan temperatur 175 celcius, siakan loyang dengan ukuran 20 cm, alasi kertas roti dan olesi dengan magarine, sisihkan.
  2. Panaskan syrup jagung bersama cokelat masak dan margarine hingga mencair dan rata, angkat.
  3. Kocok lepas telur bersama gula pasir hingga gula larut, masukan tepung terigu, aduk rata.
  4. Campur adonan cokelat dengan adonan tepung. Aduk rata, tambahkan kacang mete, aduk rata, tuangkan ke dalam loyang.
  5. Panggang selama 35 menit, angkat, diamkan dalam loyang sebentar, tata kacang mete dan tekan selagi kue panas.
  6. Sajikan sebagai teman minum kopi atau teh.

Untuk : 16 potong

 

 

 

Buah Dengan Cokelat Hias

 

Buah Dengan Cokelat Hias

Bahan :

250 gram
3 buah pisang barangan atau pisang ambon
150 gram strawberry, secukupnya
tusukan coktail secukupnya

Cara membuat :

  1. Cokelat masak lelehkan.
  2. tusuk isang atau strawberry dengan tusukan sate dan celupkan ke dalam cokelat, angkat lumuri dengan cokelat warna-warni, angkat dan simpan dalam lemari pendingin.
  3. Setelah cokelat mengeras sajikan.

Untuk : 5 tusuk

 

Mangkuk Cokelat Es Krim

Mangkuk Cokelat Es Krim

Bahan :
250 gram cokelat masak, tim
500 ml es krim moka
Hiasan : Krim dan ceri merah atau hiasan lain menurut selera.

Cara membuat :

  1. Siapkan cetakan kecil untuk pai, sisihkan.
  2. Cokelat masak ditim hingga mencair, tuangkan ke dalam cetakan dan masukkan ke dalam lemari pendingin diamkan hingga beku.
  3. Penyajian, mangkuk cokelat keluarkan dari cetakannya, isi dengan 1 skup es krim, hias dengan krim dan ceri merah, segera sajikan.

 

 

 

Cake Coklat Krim

Cake Coklat Krim

Bahan : Cake
4 Butir telur
125 gr gula pasir
100 gr tepung terigu
1/4 sdt cake emulsifier
20 gr cokelat bubuk
100 gr margarine, lelehkan

Lapisan isi krim :
700 ml susu cair
50 ml krim kental
200 gr gula pasir
3 sdm cokelat bubuk
100 gr tepung maizena
Rum secukupnya, bila suka

Lapisan atas :
100 gr keripik cokelat
150 gr cokelat masak, lelehkan
Hiasan : buah segar

Cara membuat :

  1. Cake : panaskan oven dengan temperatur 175 derajat celcius, siapkan loyang ukuran 22 cm, olesi dengan magarine dan taburi dengan tepung terigu, sisihkan. Kocok teur besama gula, selama 7 menut, masukkan tepung terigu, cokelat bubuk, aduk rata, tambahkan margarine yang telah dilelehkan, aduk rata. Tuangkan ke dalam oven dan panggang selama 30 menit, angkat, dinginkan.
  2. Siapkan loyang bongkar pasang ukuran 22 cm, letakkan kue kedalam loyang dan tekan-tekan, sisihkan.
  3. Lapisan isi krim : campur semua bahan menjadi satu, dan masak hingga mengental, angkat beri sedikit rum, bila suka dan tuangkan kedalam loyang simpan dalam lemari pendingin.
  4. Lapisan atas: campur keripik cokelat dengan cokelat masak, aduk rata dan tuangkan kedalam loyang kue, simpan dalam lemari pendingin.
  5. Hias menurut selera dengan buah segar dan sajikan dingin.

Untuk: 12 Potong

 

 

Cokelat Strawberry Ice Cake

Cokelat Strawberry Ice Cake

Bahan :
5 butir telur
150 gram gula pasir
140 gram tepung terigu
20 gram cokelat bubuk
1/2 sdt baking powder
100 gram margarin lelehkan
Es Krim : 1 liter es krim rasa stroberi

Cara membuat :

  1. Panaskan oven dengan temperatur 175 derajat Celcius, siapkan loyang bulat ukuran 20 cm, olesi dengan margarin, taburi dengan tepung terigu, sisihkan siapkan loyang bongkar pasang ukuran 20 cm, sisihkan.
  2. Cake : kocok telur bersama gula hingga mengembang dan lembut, masukkan tepung terigu, baking powder dan cokelat bubuk, aduk rata, tambahkan margarin yang telah dilelehkan, aduk rata, tuangkan ke dalam loyang dan panggang selama 30 menit, matang, angkat dan dinginkan.
  3. Siapkan loyang bongkar pasang dan lapisi bagian dalam dengan aluminiumfoil.
  4. Potong cake mendatar menjadi 3 bagian, ambil bagian terbawah taruh dalam loyang, tuangkan setengah bagian es krim, tutup dengan potongan kue kedua, tuangkan sisa es krim dan tutup dengan potonga kue ketiga, rapatkan dan tutup dengan aluminiumfoil, simpan dalam freezer sedikitnya 3 jam.
  5. Sajikan sebagai hidangan penutup.

Untuk : 12 potong

 

Choco Swiss Roll

Choco Swiss Roll

Bahan : bolu
5 kuning telur
2 putih telur
1 sdt cake emulsifier/ovalet/tbm
100 gram gula pasir
80 gram tepung terigu
100 gram margarin, lelehkan
1/2 sdt baking powder
pasta cokelat secukupnya
Krim : 100 gram krim bubuk dan 300 ml susu cair dingin
150 gram cokelat pasta untuk oles roti/siap beli

Cara membuat :

  1. Panaskan oven dengan temperatur 175 derajat Celcius, siapkan loyang ukuran : 33 cm x 22,5 cm x 1,5 cm, olesi dengan margarin dan taburi tepung terigu, sisihkan.
  2. Margarin lelehkan, setelah agak dingin campur dengan tepung terigu, aduk rata.
  3. Kocok telur dengan gula pasir dan cake emulsifier hingga mengembang dan lembut. Masukkan adonan tepung dan margarin, aduk rata. Tambahkan baking powder dan pasta cokelat, aduk rata.
  4. Tuangkan kedalam loyang dan panggang selama 15 menit atau hingga matang cokelat keemasan.
  5. Setelah matang selagi panas balik diatas kertas roti dan gulung bersama kertas rotinya.
  6. Isi : kocok krim bubuk dengan susu hingga mengembang dan kaku campur dengan setengahj bagian pasta cokelat.
  7. Buka gulungan kue dan olesi dengan pasta cokelat dan gulung kembali, krim hias masukkan kedalam kantung plastik hias dengan tube bintang, semprotkan memanjang diatas kue hingga seluruh bagian kue tertutup es krim, simpan dalam lemari pendingin.

Untuk : 12 potong

 

 

Kue Coklat Hias Gula

Kue Coklat Hias Gula

Bahan :
250 gram margarin/mentega
125 gram gula pasir halus
4 kuning telur
20 gram coklat bubuk
300 gra tepung terigu ayak
Hiasan :
1 sdm putih telur
1/4 sdt Cream Of tartar
200 gram gula halus
1 sdt air jeruk nipis

Cara membuat :

  1. Siapkan loyang pipih olesi dengan margarin, sisihkan.
  2. Kocok Margarine dan gula pasir hingga mengembang. Masukkan telur bertahap sambil terus di kocok hingga mengambang.
  3. Masukkan tepung terigudan cokelat bubuk, aduk rata.
  4. Masukkan adonan dalam alat pencetak kue kering, semprotkan adonan beri jarak.
  5. Panggang adonan dalam oven dengan temperatur 160 derajat celsius selama 15. Singkat lalu dinginkan.
  6. Hiasan : kocok putih telur dengan sebagian gula dan Cream Of tartar. Tambahkan gula bertahap kocok hingga kaku. masukkan air jeruk nipis, aduk rata. Masukkan kedalam kantung semprot dengan tube bintang.
  7. Jika kue telah dingin, semprotkan diatasnya hiasan gula dan diamkan hingga kering. setelah mengeras masukan kedalam stoples.

untuk : 700 gram

 

Choco Cup Cake

Choco Cup Cake

Bahan :
5 Butir telur
150 gram gula pasir
1/4 Sdt cake emulsifier
140 gram tepung terigu
25 gram cokelat bubuk
100 gram margarine, lumerkan
Hiasan :
100 gram
200 ml susu cair
100 gram cokelat masak, serut
atau hias dengan cokelat oles/pasta

Cara membuat :

  1. Panaskan oven dengan temperatur 175 derajat celcius.
  2. Siapkan loyang muffin, Beri kertas cup, sisihkan.
  3. Kocok telur bersama gula pasir, emulsifier dan tepung terigu selama 7 menit. Masukan margarine cair, aduk rata.
  4. Tuangkan adonan kedalam kertas cup, panggang selama 20 menit, angkat. Dinginkan.
  5. Hiasan :kocok krim bubuk dengan susu cair dingin hingga mengembang, masukan ke dalam kantong semprot dan buat sseuai dengan selera, beri coklat serut dan simpan dalam lemari pendingin.
  6. Sajikan sebagai teman minum teh atau kopi.

Untuk : 12 buah

 

Moca Cup Cake

Moca Cup Cake

Bahan :
6 Kuning telur
4 Butir telur
150 gr gula pasir
1/4 sdt cake emulsifier
160 gr tepung terigu
1 sdt susuk bubuk
100 gr margarine, lelehkan
Pasta moca secukupnya
Hiasan :
50 gr cokelat oles/pasta

Cara membuat :

  1. Panaskan oven dengan temperatur 175 derajat celcius
  2. Siapkan loyang Muffin, beri kertas cup, sisihkan.
  3. Kocok telur bersama gula pasir, cake emusifier, tepung terigu, dan susu bubuk selama 7 menit hingga mengembang, masukan margarine cair, aduk rata, tambahkan moka pasta, aduk rata, tuangkan kedalam loyang.
  4. Panggang selama 20 menit hingga matang, angkat dan dinginkan.
  5. Hiasan: Masukan pasta cokelat dalam plastik hias dan hiaslah menurut selera.
  6. Simpan dalam lemari pendingin.
  7. sajikan sebagai teman minum teh atau kopi.

Untuk : 12 buah

 

Cake Cokelat

Cake Cokelat

Bahan:
8 kuning telur
6 putih telur
175 gram gula pasir
150 gram tepung terigu
25 gram cokelat bubuk
1/2 sdt vanili bubuk
150 gram margarin ,lelehkan
Hiasan: potongan cokelat masak

Cara membuat :

  1. Siapkan “wonder-pan” ukuran 24 cm, olesi bagian dalam loyang dengan margarin dan taburi terigu, sisihkan.
  2. Kocok telur bersama gula hingga mengembang dan lembut.
  3. Masukkan tepung terigu, cokelat bubuk dan baking powder, aduk rata.
  4. Tuangkan ke dalam loyang dan panggang selama 30 menit dengan api sedang, hingga matang, angkat.
  5. Dinginkan dan hias dengan potongan cokelat masak.

Untuk : 16 potong

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Chik Sponge Roll

Chik Sponge Roll

Bahan :
5 kuning telur
2 putih telur
100 gram gula pasir
1 sdt cake emulsifier
80 gram tepung terigu
1/2 sdt baking powder
100 gram margarine, lelehkan

Isian :
1 sdm margarine
3 siung bawang merah, iris
50 gram tepung terigu
250 ml susu cair
1 sdt garam, 1/4 sdt merica bubuk dan 1/2 sdt pala bubuk
1 sdm gula pasir
1/2 dada ayam matang, potong dadu kecil
2 sdm kacang polong
1 batang seledri, iris dan 1/2 batang dan bawang, iris

Cara membuat :

  1. Panaskan oven dengan temperatur 175 derajat celcius, siapkan loyang. olesi dengan margarine dan taburi dengan tepung terigu. Sisihkan.
  2. Isi : Panaskan margarine, tumis bawang merah hingga harum, masukan tepung terigu, aduk rata, tambahkan susu cair, garam, merica, pala, dan gula pasir, aduk rata dan masak hingga mengental, tambahkan potongan ayam, kacang polong, seledri daun bawang.
  3. Margarine lelehkan dan setelah agak dingin campur dengan tepung terigu, aduk rata, sisihkan.
  4. Kocok telur bersama gula dan cake emulsifier hingga mengembang dan lembut, masukan adonan margarine dan tepung, aduk rata, tambahkan baking powder, aduk rata.
  5. Tuangkan kedalam loyang dan panggang selama 15 menit hingga berwarna cokelat keemasan, angkat.
  6. Setelah matang selagi panas balik diatas kertas dan gulung bersama kertas rotinya.
  7. Buka gulungan kue dan isi dengan isian dan gulung kembali, simpan dalam lemari pendingin.

Untuk : 12 potong

 

Choco Sponge

Choco Sponge

Bahan :
6 Butir telur
180 gram gula pasir
1 Sdt cake emulsifier/tbm/ovalet
110 gram tepung terigu
2 sdm susu bubuk
1/2 sdt baking powder
150 gram margarine, lelehkan
30 gram cokelat bubuk
Olesan : Cokelat oles dan Krim hias, 250 gram cokelat masak, lelehkan untuk penutup kue dan hiasan daun.

Cara membuat :

  1. Panaskan oven denga temperatur 175 derajat celcius, siapkan loyang ukuran 22 cm segiempat, olesi dengan margarine dan taburi tepung terigu, sisihkan.
  2. Kocok telur bersama gula pasir dan emulsifier hingga mengembang dan lembut. Masukkantepung terogu, susu bubuk, dan baking powder. adu rata tambahkan margarin yang telah dilelehkan da aduk rata.
  3. Tuangkan kedalam loyang dan panggang selama 30 menit. Setelah matang angkat dan dinginkan.
  4. Kue belah dua bagian mendatar. Olesi dengan cokelat oles dan susun kembali. potong bentuk bulat da olesi dengan krim hias. taruh dalam lemari pendingin.
  5. Siapkan cokelat masak yang telah dilelehkan, tata kue dan siram dengan cokelat masak dan hias dengan daun cokelat. smpan dalam lemari pendingin.

Untuk : 6 potong

 

Moka Sponge Cake

Moka Sponge Cake

Bahan :
6 Butir telur
150 gram gula pasir
1 Sdt cake emulsifier/tbm/ovalet
150 gram tepung terigu
2 sdm susu bubuk
1/2 sdt baking powder
Pasta moka secukupnya
150 gram margarine, lelehkan
Olesan dan hiasan : krim moka
150 gram mentega putih
150 gram magarine
100 gram gula bubuk
50 ml susu kental manis
Pasta moka secukupnya
hiasan : Cokelat masak, lelehkan

Cara Membuat :

  1. Panaskan oven dengan temperatur 175 derajat celcius, siapkan loyang segiempat ukuran 24 cm. olesi dengan margarine dan taburi tepung terigu. Sisihkan.
  2. Kocok telur bersama gula dan emulsifier hingga mengambang dan lembut. Masukkan tepung terigu, susu bubuk, dan baking powder. Aduk rata, tambahkan pasta moca secukupnya. Aduk rata.
  3. Masukkan margarine cair, aduk rata. Tuangkan kedalam loyang dan pangang selama 30 menit hingga matang.
  4. Setelah dingin potong bentuk segitiga olesi dengan krim hias dan hias dengan potongan cokelat masak.
  5. Simpan dalam lemari pendingin.

Untuk : 12 potong

 

 

 

 

 

Pesan Pribadi

22 Des
1. Jika sudah terjadi masalah, tidaklah harus dihindari (bingung), tapi haruslah dihadapi dengan pikiran tenang (dipikirkan jalan keluarnya) dan pasti selesai dan akan ada jalan keluarnya.
2. Menghadapi semua hal, tidak boleh berpikir negatif, seperti “saya pasti tidak mampu”, “saya tidak bisa”, dan seterusnya. Tapi selalu berpikir positif, seperti “saya pasti bisa, pasti akan ada jalan keluarnya” dan seterusnya.

3. Susah dan senang semuanya tergantung pikiran saja ( Pikiran adalah pelopor ). Jadi jaga pikiran kita baik-baik. Jangan berpikir yang negatif ( jelek ), Selalu berpikir yang positif (baik).

 

4. Segala kesulitan maupun kesusahan akan berakhir. sebesar apapun masalahnya akan selesai juga dengan berjalannya sang waktu. Seperti pepatah mengatakan ” Tidak ada pesta yang tidak pernah berakhir. “

5. Orang yang sukses 85% ditentukan dari sikap dan prilaku, 15% baru ditentukan ketrampilan. Jadi sikap kita dalam hidup ini sangatlah penting.

6. Segala sesuatu berubah kita tidak perlu susah. Misalnya sekarang susahnya, selanjutnya pasti berubah menjadi senang. sekarang ada orang yang tidak senang pada kita, suatu saat nanti akan baik juga.

7. Hukum tabur tuai, berarti berbuat baik akan mendapat hasil yang baik dan sebaliknya, seperti tanam padi, pasti panen padi. Ingatlah!!! Usahakan setiap saat selalu berbuat (tanam) kebaikan agar mendapatkan (panen) kebaikan. Jangan melakukan kejahatan. Dan jangan berharap mendapat balasan dari perbuatan baik yang telah kita lakukan.

8. Kesehatan adalah paling penting. Jaga kesehatan kita dengan berolahraga, istirahat yang cukup dan jangan makan sembarangan.

9. Hidup ini penuh dengan masalah, persoalan dan penderitaan. Jadi kita sudah tahu tidak mungkin selalu lancar dan tenang. Siapkan mental, tabah, sabar dan tenaga untuk menghadapinya. itulah kenyataan hidup yang harus dihadapi oleh setiap manusia.

10. Masa depan seseorang sangat tergantung pada sikap dan buku-buku yang dibaca. Jadi membaca sangat penting dan menentukan masa depan seseorang.

11. Jangan membicarakan kejelekan orang lain, karena kita akan dinilai jelek oleh orang yang mendengarkannya.

12. Pergaulan sangat penting dan merupakan salah satu kunci sukses. Boleh bergaul dengan orang jahat maupun baik asal kita harus tahu diri dan jangan terpengaruh lingkungan. Lebih
baik lagi apabila kita bisa menuntun yang jahat ke jalan yang benar.

13. Budi orang tua, tidak dapat dibayar dengan apapun juga. begitu juga dengan budi orang-orang yang telah membantu diri kita selama ini.

14. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi jangan minder dengan kekurangan kita. dan jangan iri dengan kelebihan orang. hargailah dirimu apa adanya.

15. Jangan mempertentangkan atau memperdebatkan hal-hal kecil yang tidak berguna dengan siapapun juga.

16. Kunci kesuksesan dalam hidup ini, selalu bersemangat, berusaha, disiplin, sabar, bekerja keras, rajin berdoa dan banyak berbuat baik serta tidak boleh berputus asa.

17. Jangan Menilai orang dari Harta (Kekayaan), penampilan ataupun kondisi fisik. Semua orang dilahirkan ke muka bumi ini dalam keadaan yang sama.

Hargai Hidup Anda Untuk Mencapai Kesuksesan

22 Des
Mungkin ini sebagian dari yang pernah kita alami dalam hidup ini.
ANDA ingin sukses? Anda ingin bahagia menjalani hidup ini? Jika ya, nikmatilah hidup. Orang tak bisa bahagia karena tak bisa menikmati hidup. Berikut ini ada “10 Perintah” yang mesti Anda pegang untuk bisa menikmati hidup.
1. Jangan anggap diri tak berharga!
Jangan meruntuhkan diri Anda dengan membandingkannya dengan orang lain. Jangan membandingkan apa yang Anda miliki, yang Anda rasakan dan yang orang lain miliki, rasakan dan hadapi. Ingat, masing-masing orang punya konteks. Punya situasi sendiri yang tak bisa dipukul rata dengan orang lain. Anda unik, berbeda dan spesial. Anda memiliki sesuatu yang berharga dalam diri Anda, yang tentu saja tidak dimiliki dan berbeda dari orang lain. Karena itu, sayangi diri Anda. Banggalah karena Anda menjadi Anda seperti saat ini.
2. Jangan ikut orang lain!
Jangan menentukan tujuan hidup Anda sama persis dengan tujuan hidup orang lain. Belum tentu apa yang penting bagi orang lain, penting juga buat Anda. Belum tentu apa yang baik bagi orang lain, baik juga untuk Anda. Hanya Anda yang tahu apa yang terbaik untuk diri Anda. Jadi, lakukanlah apa yang menurut Anda benar serta sesuai dengan apa yang Anda inginkan dan harapkan. Hanya saja, hal itu mesti tak berlawanan dengan nilai moral.
3. Jangan anggap remeh!
Jangan anggap remeh apa pun, sekalipun kecil dan sederhana, yang terjadi atau yang Anda rasakan dan alami. Jika Anda senang karena suatu hal yang sederhana, jangan anggap itu hal yang biasa. Lihat baik-baik, pasti ada pelajaran berharga yang bisa Anda petik dari situ. Jika Anda bingung, jangan anggap remeh. Anda bisa dapat sesuatu dari situ. Jangan anggap remeh orang, benda, atau peristiwa, orang atau benda bisa membuat Anda sadar dan semakin menghargai hidup. Ingat, without them life is meaningless.
4. Jangan terbenam pada masa lalu atau melompat ke masa depan!
Benar bahwa Anda punya pengalaman pada masa lalu. Benar juga bahwa Anda punya impian untuk masa depan Anda. Tapi tidak benar bahwa Anda berkhayal untuk bisa kembali ke masa lalu. Bahwa Anda ingin hidup seperti waktu yang dulu. Tidak benar juga bahwa Anda langsung melompat ke masa depan. Berkhayal bisa punya mobil mewah, rumah megah atau harta berlimpah ruah. Yang mesti Anda lakukan adalah menghidupi hari ini. Artinya, sadar bahwa hari ini Anda bekerja untuk bisa hidup. Karena itu, hadapilah hari ini dengan sebaik-baiknya. Jika Anda menghadapi hari ini dengan baik, Anda akan siap menghadapi hari esok. Jangan biarkan masa lalu menghantui hari-hari Anda. Jangan biarkan khayalan tentang masa depan membunuh kreativitas Anda hari ini.
5. Jangan menyerah!
Jangan menyerah jika Anda masih memiliki sesuatu yang bisa Anda perbuat untuk hidup Anda dan orang lain. Jangan putus asa jika Anda masih memiliki potensi dan kemampuan yang bisa Anda bagikan. Berusahalah untuk meraih apa yang Anda inginkan. Jangan putus asa! Nothing is really over till the moment you stop trying.
6. Jangan takut untuk merasa tidak sempurna!
Mengapa banyak orang tak sukses? Mengapa banyak orang tak maju? Karena mereka takut mengakui kekurangan mereka. Karena mereka takut menerima kenyataan bahwa mereka tak lebih baik dan hebat daripada orang lain. Jika ternyata Anda tak tahu, katakan saja tak tahu. Jika ternyata Anda tak pandai, katakan saja tak pandai. Bukankah nobody is perfect? Jangan pernah takut untuk sadar dan terima kenyataan bahwa Anda jauh dari sempurna. Kesadaran semacam itu akan mendorong Anda untuk terus berusaha. Terus berjuang untuk menjadi lebih baik.
7. Jangan takut mengambil risiko!
Tak ada yang tak mengandung risiko. Apa pun yang Anda ambil dan putuskan, sekecil dan sesederhana apa pun itu, selalu mengandung risiko. Beranilah menghadapi risiko. Anda tahu bahwa kalau Anda mencintai orang itu, orang lain pasti akan membenci Anda. Apakah Anda berhenti? Tidak perlu! Hadapilah risiko itu! Sekali lagi, jangan takut mengambil risiko. Risiko membuat Anda belajar untuk berani. Berani melangkah, berani mencoba, dan berani mengambil keputusan. Jika tidak, Anda hanya maju satu langkah tapi mundur dua langkah.
8. Jangan mengekang cinta!
Jangan pernah mengekang cinta hanya karena Anda berpikir bahwa untuk bisa mendapatkannya Anda berusaha keras. Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah memberikan cinta. Kata Scorpion, what you give, you get back. Kalau Anda mencintai orang, Anda akan dicintai. Kalau Anda menghormati orang, Anda akan dihormati. Kalau Anda menolong orang, Anda akan ditolong. Kalau Anda membela orang, Anda akan dibela. Kalau Anda memberikan sesuatu juga, Anda pasti diberikan sesuatu juga, sekalipun bentuknya tak persis sama. Hal tercepat yang bisa menghilangkan cinta adalah jika Anda menggenggamnya terlalu erat. Cara baik menjaga cinta adalah memberikannya sayap. Membiarkan cinta terbang dan berkembang.
9. Jangan membuang mimpi!
Jangan menghilangkan mimpi Anda. To be without dreams is to be without hope; to be without hope is to be without purpose. Hidup tanpa mimpi sama artinya dengan hidup tanpa harapan. Jika Anda hidup tanpa harapan, Anda akan hidup tanpa tujuan. Anda mesti punya mimpi supaya Anda selalu berharap. Anda harus punya harapan supaya Anda selalu bergairah menjalani hidup ini. Jika Anda tak punya tujuan, Anda akan jatuh ke dalam kekosongan. Hidup Anda tak punya makna. Tak punya arti. Impian dan harapan adalah energi yang kuat.
10. Jangan tergesa-gesa!
Ingat, life is not a race, but a journey to be savored every step of the way. Pada titik yang paling dalam, hidup bukanlah perlombaan atau medan pertarungan, melainkan sebuah perjalanan yang mesti dinikmati. Anda tidak hidup untuk mendapatkan medali emas, tetapi Anda hidup untuk menikmati setiap langkah Anda meraih medali emas. Yang penting dalam hidup bukan hasil, melainkan proses. Dan proses itu mesti dinikmati. Tidak boleh ditinggalkan atau sengaja ditiadakan. Karena itu, jangan tergoda untuk cepat-cepat menyelesaikannya. Nikmatilah setiap apa yang Anda jalankan. Pada setiap detail proses itu, Anda belajar sesuat

Tips Memikat Wanita

22 Des

Terkadang diri merasa minder jika mengetahui wanita yang akan diincar memiliki kepribadian sulit, mungkin karena jabatan dikantornya atau lebih pintar dari Anda.

Sikapnya mungkin masa bodoh, emosional, tidak mau dikritik, selalu ingin menang sendiri, merasa lebih pintar, dan ingin selalu dihormati atau tidak senang disepelekan. Pastilah pusing menghadapi wanita seperti itu. Rasanya semua serba salah. Tapi janganlah menyerah kalau Anda mencintainya dan hal tersebut setidaknya buat tantangan untuk diri Anda. Untuk sedikit menguasainya cobalah beberapa cara berikut :

1. Bersikaplah ramah. Bersikap ramah tidak ada salahnya, kan? misalnya dengan menegur terlebih dahulu jika bertemu dengannya walaupun mungkin target adalah atasan Anda. Mungkin rasanya berat atau minder, tetapi Anda tetap perlu mendekatinya perlahan, apalagi bila Anda yakin bahwa dia impian Anda. Percayalah dengan teguran ramah, akan membuka pandangannya yang sempit.

2. Beri perhatian dan dukungan. Wanita sangat menyukai hal yang bersifat perhatian walaupun kadang jual mahal namun Anda jangan mudah menyerah karena wanita lebih suka menguji pria yang mendekatinya. Terkadang sang target masih egois merasa apa yang telah dirinya kerjakan adalah hal yang benar, meski begitu jangan patahkan semangatnya ditengah jalan beri selalu dukungan dan berikan alasan yang tepat setidaknya “logis yang berhati” jadi mengena.

3. Sering berdiskusi. Kalau berdiskusi maunya menang sendiri. Meski demikian tak usah berkecil hati. Tetaplah ajak dia berdiskusi. Awalnya mengalahlah dahulu. Setelah mereda tunjukkan data-data akurat agar Anda tak merasa bodoh harus memposisikan diri sama dengannya, sehingga diskusi cukup mengalir.

4. Jangan mudah emosi atau egois. Sementara buang jauh ego atau emosi Anda. Karena tipe sang target sangat tidak menyukai keegoisan atau hal yang berbau emosi dari lawan jenis. Hal tersebut tidak akan membuatnya nyaman. Ketenangan Anda dalam menyelesaikan maslahnya akan menjadi poin plus untuknya.

5. Hindari mengkritik secara terbuka. Wanita yang berkepribadian sulit sebetulnya tidak anti kritik. Hanya saja dia menginginkan kritik disampaikan secara tertutup. Jadi bila ingin mengritik, sampaikan pada waktu yang tepat. Yakni ketika dia sedang sendiri dan suasana hatinya sedang baik.

6. Jangan pelit pujian. Wanita paling menyukai pujian meski dalam hal sepele sekalipun jadi seringlah puji dia namun jangan berlebih dan sesuaikan keadaan yang terjadi. Misalnya, dia baru saja memakai jam barunya, “wah jamnya bagus non sesuai untuk kulit tanganmu jadi nampak tambah cantik dech”, atau bisa juga memuji pekerjaannya sekalipun hasilnya biasa-biasa saja. Tapi jangan mengumbar pujian, agar tak nampak perayu jadi pujian tetap harus proporsional.

7. Dengarkan masukannya. Janganlah tiba-tiba menentang ketika dia sedang memberikan masukan. Dengarkan saja dulu sekalipun dari awal Anda sudah tidak sependapat. Barulah setelah dia selesai memberikan saran, Anda bisa menyampaikan ketidakcocokan itu sambil memberi alasan yang masuk akal.

8. Cari tau kelemahannya dan apa kesukaannya. Cinta dan sayang membutuhkan pengorbanan, itu wajar jadi tidak ada salahnya Anda berkorban mengabulkan kesukaannya akan suatu hal dan Anda bisa juga masuk ke dalam kelemahannya karena kelemahannya akan menjadi kekuatan Anda.

9. Hati-hati humor. Bolehlah Anda berhumor. Tetapi hati-hati memilih materi humor. Ketahui dahulu jenis yang dia sukai dan tidak. Humor juga perlu diungkapkan dalam suasana yang tepat. Jangan sampai humor anda justru menyinggung perasaannya.

10. Be adult. Wanita tipe ini menyukai pria yang dapat berpikir rasional atau dewasa karena dia lebih suka dibimbing secara tidak langsung walaupun harus berdebat dahulu kadang namun dia menyukainya.

Jangan melupakan kualitas percaya diri Anda karena itu membuat sang target mati kutu. Juga kenyamanan ketika berada selalu disamping Anda maka takluklah target dan tak akan mau berpisah dari Anda.***

Share

Makna Perpisahan

22 Des

Perpisahan adalah sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Apakah itu perpisahan dalam hubungan antar teman, antar sahabat atau hubungan cinta dengan kekasih. Akan ada rasa sedih, sakit, perih bahkan kecewa yang teramat sangat. Namun bila kita bijak menyikapi setiap moment perpisahan yang datang menghampiri, meski berasa berat…, segalanya akan baik-baik saja. Seperti untaian pada kata-kata perpisahan berikut ini :

*** Senandung hati ku tak pernah mengatakan ‘sayang’ untukmu. Itu karena aku begitu sulit untuk memahami dirimu. Bila kau tau disini aku selalu mengharap kau mengerti aku…

*** Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan – seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran… *Kahlil Gibran

**** Seseorang tidak melakukan hal yang benar di satu bagian kehidupannya sementara dia sibuk melakukan hal yang salah di bagian lain mana pun dari kehidupannya. Hidup adalah sebuah kesatuan yang tak terbagi-bagi… *Mahatma Gandhi*

*** Bukannya hati ini tak sakit dan bukannya hati ini tak hancur, bukan pula hati ini tak perih, namun hanya kepasrahan yang mengiringi…

*** Cinta itu seperti crayon, warnailah hidup mu dengan sesukamu dengan cinta, hitam putih pun adalah warna cinta yang indah yang klasik namun abadi…

*** Sejuta harapan akan terucap saat malam gelap bertabur bintang. Sejuta cinta akan tercurah saat hati gelap bertabur sayang…

*** Perasaan memang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, perasaan hanya bisa diungkapkan dari hati ke hati…

*** Air mata membersihkan hati dari penyakit untuk membenci dan mengajari manusia untuk berbagi penderitaan dengan mereka yang patah hati… *Odith*

*** Mereka yang tidak dapat mengingat masa lampau ditakdirkan untuk mengulanginya… *George Santayana*

*** Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan dan yang mampu membuka pikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan…