PENENTUAN SUMBER,ALAT DAN MEDIA PEMBELAJARAN DI DALAM PEMBUATAN RPP

20 Des

PENENTUAN SUMBER,ALAT DAN MEDIA PEMBELAJARAN

DI DALAM PEMBUATAN RPP

Alat bantu belajar merupakan semua alat yang dapat digunakan untuk membantu siswa melakukan perbuatan belajar, sehingga kegiatan belajar menjadi lebih efisien dan efektif. Dengan bantuan berbagai alat, maka pelajaran akan lebih menarik, menjadi kongkrit, mudah dipahami, hemat waktu dan tenaga, hasil belajar lebih bermakna.

Alat bantu belajar disebut juga alat peraga atau media belajar.

Heinich, dan kawan-kawan(1982) di dalam Azhar Arsyad (hal 4) mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi anatara sumber dan penerima. Jadi, televise, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan-bahan cetakan, dan sejenisnya adalah media komunikasi. Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran.

Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media yang akan digunakan dalam peroses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik. Meskipun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa seorang guru memilih salah satu media dalam kegiatannya di kelas atas dasar pertimbangan antara lain(a) ia merasa sudah akrab dengan media itu –papan tulis atau proyektor tranparansi,(b) ia merasa bahwa media yang dipilihnya dapat menggambarkan dengan lebih baik daripada dirinya sendiri (c) media yang dipilihnya dapat menarik minat dan perhatian siswa,serta menuntunnya pada penyajian yang lebih terstruktur dan terorganisasi. Pertimbangan ini diharapkan oleh guru dapat memenuhi kebutuhannya dalam mencapai tujuan yang telah ia tetapkan.

Heinich, dan kawan-kawan(1982) di dalam Azhar Arsyad (hal.67-69) mengajukan model perencanaan penggunaan media yang efektif yang dikenal dengan istilah ASSURE.(ASSURE adalah singkatan dari Analyze learner characteristics, State objective, Select, or modify media, Utilize, Require learner response,and Evaluate). Model ini menyarankan enam kegiatan utama dalam perencanaan pembelajaran sebagai berikut.

(A) Menganalisis karakteristik umum kelompok sasaran, apakah mereka siswa sekolah lanjutan atau perguruan tinggi, anggota organisasi pemuda perusahaan,perusahaan usia, jenis kelamin, latar belakang budaya dan social ekonomi,serta menganalisis karakteristik khusus mereka yang meliputi anatara lain pengetahuan, keterampilan, dan sikap awal mereka.

(S) Menyatakan atau merumuskan tujuan pembelajaran, yaitu perilaku atau kemampuan baru (pengatahuan, keterampilan, atau sikap)apa yang diharapkan siswa miliki dan kuasai setelah proses belajar-mengajar selesai. Tujuan ini akan mempengaruhi pemilihan media dan urutan-urutan penyajian dan kegiatan belajar.

(S) Memilih,memodifikasi,atau merancang dan mengembangkan materi dan media yang tepat. Apabila materi dan media pembelajaran yang telah tersedia akan dapat mencapai tujuan, materi dan media itu sebaiknya digunakan untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Di samping itu perlu pula diperhatikan apakah materi dan media itu akan mampu membangkitkan minat siswa, memiliki ketepatan informasi, memiliki ketepatan informasi, memiliki kualitas yang baik,dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi.

(U) Menggunakan materi dan media. Setelah memilih materi dan media yang tepat, diperlukan persiapan bagaimana dan berapa banyak waktu yang diperlukan untuk menggunakannya, persiapan ruangan juga diperlukan seperti tata letak tempat duduk siswa, fasilitas yang diperlukan seperti meja pralatan, listrik, layar, dan lain-lain harus di persiapakan sebelum penyajian.

(R) Meminta tanggapan dari siswa. Guru sebaiknya mendorong siswa untuk memberikan respons dan umpan balik mengenai keefektifan proses belajar mengajar. Resons siswa dapat bemacam-macam, seperti mengulangi fakta-fakta, mengemukakan ikhtisar atau rangkuman informasi/pelajaran, atau menganalisis alternative pemecahan masalah/kasus. Dengan demikian, siswa akan menampakkan partisipasi yang lebih besar.

(E) Mengevaluasi proses belajar. Tujuan utamanya evaluasi di sini adalah untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa mengenai tujuan pembelajaran, keefektifan media, pendekatan, dan guru sendiri.

Pada tingkat menyeluruh dan umum pemilihan media dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

  1. Hambatan pengembangan dan pembelajaran yang meliputi faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang telah tersedia, waktu yang tersedia(waktu mengajar dan pengembangan materi dan media), sumber-sumber yang tersedia(manusia dan material)
  2. Persyaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran. Isipembelajaran beragam dari sisi tugas yang ingin dilakukan siswa, misalnya penghafalan,penerapan keterampilan, pengertian hubungan-hubungan, atau penalaran dan pemikiran tingkatan yang lebih tinggi ssetiap kategori pembelajaran itu menuntut perilaku yang berbeda-beda, dan dengan demikian akan memeerlukan teknik dan media penyajian yang berbeda pula.
  3. Hambatan dari sisi siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal, seperti membaca, mengetik dan menggunakan komputer, dan kateristik siswa lainnya.
  4. Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesenangan(preferensi lembanga, guru, dan pelajar) dan keefektivan biaya.
  5. Pemilihan media sebaiknya mempertimbangkan pula:
    1. Kemampuan mengakomodasikan respons penyajian stimulus yang tepat(visual dan/atau audio);
    2. Kemampuan mengakomodasikan respons siswa yang tepat(tertulis, audio, dan/ atau kegiatan fisik)
    3. Kemampuan mengakomodasikan umpan balik;
    4. Pemilihan media utama dan media sekunder untuk penyajian informasi atau stimulus, dan untuk latihan dan tes(Sebaliknya latihan dan tes menggunakan media yang sama). Misalnya, untuk tujuan belajar yang melibatkan penghafalan.
    5. Media sekunder harus mendapat perhatian karena pembelajaran yang berhasil menggunakan media yang beragam. Dengan penggunaan media yang beragam, siswa memiliki kesempatan untuk menghubungkan dan berinteraksi dengan media yang paling efektif sesuai dengan kebutuhan belajar mereka secara perorangan.

Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendPt pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah sebagai berikut:

1)motivasi. Harus ada kebutuhan, minat, atau keinginan untuk belajar dari pihak siswa sebelum meminta perhatiannya untuk mengerjakan tugas dan latihan. Lagi pula, pengalaman yang akan dialami siswa harus relevan dengan dan bermakna baginya. Oleh karena itu,perlu untuk melahirkan minat itu dengan perlakuan yang memotivasi dari informasi yang terkandung dalam media pembelajaran itu.

Ada beberapa prinsip yang dapat digunakan oleh guru dalam rangka memotivasi siswa agar belajar,ialah:

1). Prinsip kebermaknaan; siswa termotivasi untuk mempelajari hal-hal yang bermakna baginya.

2). Prasyarat; siswa lebih suka mempelajari sesuatu yang baru jika dia memiliki pengalaman prasyarat.

3). Model; siswa lebih suka memproleh tingkah laku baru bila disajikan dengan suatu model prilaku yang dapat diamati dan ditiru.

4). Komunikasi terbuka; siswa lebih suka belajar bila penyajian ditata agar pesan-pesan guru terbuka terhadap pendapat siswa.

5). Daya tarik; siswa lebih suka belajar bila perhatiannya tertarik oleh penyajian yang menyenangkan /menarik.

6). Aktif dalam latihan; siswa lebih senang belajar bila dia dapat berperan aktif dalam latihan/praktik dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran.

7). Latihan yang terbagi; siswa lebih sula belajar dengan latihan-latihan dilaksanakan dalam jangka waktu yang pendek.

8). Tekanan intruksional siswa lebih suka belajar bila tekanan/kewajiban dalam pengajaran dimulai dari yang kuat, tetapi lambat laun semakin melemah.

9). Keadaannya menyenangkan; siswa lebih suka belajar terus jika kondisi-kondisi pembelajaran menyenangkan baginya.

 

 

2 Perbedaan individual. Siswa belajar dengan cara dan tingkat kecepatan yang berbeda-beda. Factor-faktor seperti kemampuan intelegensi, tingkat pendidikan, keperibadian, dan gaya belajar mempengaruhi kemampuan dan kesiapan siswa untuk belajar. Tingkat kecepatan penyajian informasi melalui media harus berdasarkan kepada tingkat pemahaman.

3) Tujuan pembelajaran.  Jika siswa diberitahukan apa yang diharapkan mereka pelajari melalui media pembelajaran itu,kesempatan untuk berhasil dalam pembelajaran semakin besar. Di samping itu pernyataan mengenai tujuan belajar yang ingin dicapai dapat menolong perancang dan penulis materi pelajaran. Tujuan ini akan menentukan bagian isi yang mana yang harus mendapatkan perhatian pokok dalam media pembelajaran.

4) Organisasi isi. Pembelajaran akan lebih mudah jika isi dan prosedur atau keterampilan fisik ayang akan dipelajari diatur dan diorganisasikan ke dalam urutan-urutan yang bermakna. Siswa akan memahami dan mengingat lebih lama materi pelajaranyang secara logis disusun dan diurut-urutkan secara teratur. Disamping itu, tingkatan materi yang akan disajikan ditetapkan berdasarkan kompleksitas dan tingkat kesulitan isi materi. Dengan cara seperti ini dalampengembangan dan penggunaan media, siswa dapat dibantu untuk secara lebih baik mensintesis dan memadukan pengetahuan yang akan dipelajari.

5) Persiapan sebelum belajar. Siswa sebaiknya telah menguasai secara bak pelajaran dasar atau memilliki pengalaman yang diperlukan secara memadai yang mungkin merupakan persyaratanuntuk penggunaan media dengan sukses. Dengan kata lain,ketika merancang materi pelajaran,perhatian harus ditujukan kepada sifat dan  tingkat persiapan siswa.

6) Emosi. Pembelajaran yang melibatkan emosi dan perasaan pribadi serta kecakapan amat berpengaruh dan bertahan. Media pembelajaran adalah cara yang sangat baik untuk menghasilkan respons emosional seperti takut, cemas, empati, cinta kasih, dan kesenangan. Oleh karena itu,perhatian khusus harus ditunjukkan kepada elemen-elemen rancangan media jika hasil yang diinginkan berkaitan dengan pengetahuan dan sikap.

7. Partisipasi. Agar pembelajaran berlangsung dengan baik, seorang siswa harus menginternalisasi informasi, tidak sekedar diberitahukan kepadanya. Oleh sebab itu,belajar memerlukan kegiatan. Partipasi aktif oleh siswa jauh lebih baik daripada mendengarkan dan menonton secara pasif. Partisipasi artinya kegiatan mental atau fisik yang terjadi di sela-sela penyajian materi pelajaran. Dengan partisipasi kesempatan lebih besar terbuka bagi siswa untuk memahami dan mengingat materi pelajaran itu.

8. Umpan balik. Hasil belajar dapat meningkat apabila secara berkala siswa diinformasikan kemajuan belajarnya. Pengetahuan tentang hasil belajar,pekerjaan yang baik, atau kebutuhan untuk perbaikan pada sisi-sisi tertentu akan memberikan sumbangan terhadap motivasi belajar yang berkelanjutan.

9. Penguatan(reinforcement). Apabila siswa berhasil belajar, ia di dorong untuk terus belajar. Pembelajaran yang didorong oleh keberhasilan amat bermanfaat karena dapat membangun kepercayaan diri, dan secara positif  mempengaruhi perilaku di masa-masa yang akan datang.

10. Latihan dan pengulangan. Sesuatu hal baru jarang sekali dapat dipelajari secara efektif hanya dengan sekali jalan. Agar suatu pengetahuan atau keterampilan dapat menjadi bagian kompetensi atau kacakapan intelektual seseorang, haruslah pengetahuan atau keterampilan itu sering diulangi dan dilatih dalam berbagai konteks. Dengan demikian ia dapat tinggal dalam ingatan jangka panjang.

11.Penerapan. Hasil belajar yang diinginkan adalah meningkatkan kemampuan seseorang untuk menerapkan atau mentransfer hasil belajar pada masalah atau situasi baru. Tanpa dapat melakukan ini, pemahaman sempurna belum dapat dikatakan dikuasai. Siswa mesti telah pernah dibantu untuk mengenali atau menemukan generalisasi(konsep, prinsip, atau kaidah) yang berkaitan dengan tugas. Kemudian siswa diberi kesempatan untuk bernalar dan memutuskan dengan menerapkan generalisasi atau prosedur terhadap berbagai masalah atau tugas baru.

Seperti telah diuraikan di atas, criteria pemilihan media bersumber dari konsep bahwa media merupakan bagian dari system instruksional secara keseluruhan. Untuk bagian itu, ada beberapa criteria yang patut di perhatikan dalam memilih media.

1)      Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah ditetapkan secara umum mengacau pada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif,afektif, dan psikomotor. Tujuan ini dapat digambarkan dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan/dipertunjukkan oleh siswa, seperti menghapal, melakukan kegiatan yang melibatkan kegiatan fisik atau pemakaian prinsip-prinsip seperti sebab dan akibat, melakukan tugas yang melibatkan pemahaman konsep-konsep atau hubungan-hubungan perubahan, dan mengerjakan tugas-tugas yang melibatkan pemikiran pada tingkatan lebih tinggi.

2)      Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, kosep, prinsip atau generalisasi. Media yang berbeda, misalnya film dan grafik memerlukan symbol dan kode yang berbeda, dan oleh karena itu memerlukan proses dan keterampilan mental yang berbeda untuk memahaminya. Agar dapat membantu proses pembelajaran secara efektif, media harus selaras dan sesuai dengan kebutuhan tugas pembelajaran dan kemampuan mental siswa. Televise, misalnya. Tepat untuk mempertunjukkan proses dan transformasi yang memerlukan manipulasi ruang dan waktu.

3)      Praktis, luwes, dan bertahan. Jika tidak tersedia waktu,dana,atau sumber daya lainnya untuk memproduksi, tidak perlu dipaksakan. Media yang terbaik. Kriteria ini menuntun para guru/instruktur untuk memilih media yang ada, mudah diproleh, atau mudah dibuat sendiri oleh guru. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan dimana pun dan kapanpun dengan pralatan yang tersedia di sekitarnya, serta mudah dipindahkan dan dibawa kemana-mana.

4)      Guru terampil menggunakannya. Ini merupakan salah satu kriteria utama. Apa pun media itu, guru harus mampu menggunakannya dalam proses pembelajaran. Nilai dan manfaat media amat ditentukan oleh guru yang menggunakannya. Proyektor tranparansi(OHP), proyektor slide dan film, computer, dan peralatan canggih lainnya tidak akan mempunyai arti apa-apa jika guru belum dapat menggunakannya dalam proses pembelajaran sebagai upaya mempertinggi mutu dan hasil belajar.

5)      Pengelompokan sasaran. Media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan. Ada media yang tepat untuk jenis kelompok besar, kelompok sedang, kelompok kecil, dan perorangan.

6)      Mutu teknis. Pengembangan visual baik gambar maupun fotograf harus memenuhi persyaratan teknis tertentu. Misalnya, visual pada slide harusjelas dan informasi atau pesan yang ditinjolkan dan ingin disampaikan tidak boleh terganggu oleh elemen lain yang berupa latar belakang.

 

 

 

Sumber-sumber yang digunakan sebagai bahan belajar terdapat pada:

1)      Buku pelajaran yang sengaja disiapkan dan berkenaan dengan mata ajaran tertentu. Bahan-bahan tersebut dapat berupa sumber pokok dan/atau sumber pelengkap. Pemilihan buku-buku sumber telah ditetapkan dalam pedoman kurikulum dan berdasarkan pilihan guu berdasarkan pertimbangan tertentu. Buku-buku tersebut mungkin telah tersedia di perpustakaan  sekolah atau harus dibeli di pasaran buku.

2)      Pribadi guru sendiri pada dasarnya merupakan sumber tak tertulis dan sangat penting serta sangat kaya dan luas, yang perlu dimanfaatkan secara maksimal. Itu sebabnya, guru-guru senantiasa diminta agar terus belajar untuk memperkaya  dan memperluas sertat mendalami ilmu pengetahuan, sehingga pada waktunya dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan belajar yang berdayaguna bagi kepentingan proses belajar siswa.

3)      Sumber masyarakat, juga merupakan sumber yang paling kaya bagi bahan belajar siswa. Hal-hal yang tidak tertulisdalam buku dan belum terkuasai oleh guru, ternyata ada dalam masyarat berupa objek, kejadian dan peninggalan sejarah. Hal-hal tersebut dapat digunakan sebagai bahan belajar. Untuk itu, guru perlu menyiapkan program pembelajaran dalam upaya memenfaatkan masyarakat sebagai sumber bahan belajar bagi siswanya.

Pengadaan alat-alat bantu belajar dilakukan oleh guru, siswa sendiri dan bantuan orang tua. Namun, harus dipertimbangkan kesesuaian alat bantu belajar itu dengan tujuan belajar, kemampuan siswa sendiri, bahan yang dipelajari, dan ketersediaan di sekolah. Prinsip kesesuaian ini perlu diperhatikan karena sering terjadi pemilihan dan penggunaan suatu alat bantu belajar ternyata tidak cocok untuk kegiatan belajar itu sendiri, dan ternyata tidak banyak pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar siswa. Prosedur yan dapat ditempuh adalah:

1). Memilih dan menggunakan alat bantuan yang tersedia di sekolah sesuai dengan rencana pembelajaran.

2). Siswa memilih dan membuat sendiri alat bantuan yang diperlukannya, berdasarkan petunjuk dan bantuan guru.

3). Membeli di pasaran bebas seandainya alat-alat yang diperlukan itu ada di pasaran dan cocok untuk kegiatan belajar yang akan dilakukan.

 

Daftar Bacaan

Mulyasa. 2007. KTSP. Bandung: Remaja Rosdakarya

Hamalik, Oemar. 2009. KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN. Jakarta: Bumi Aksara

Sudjana, Nana. 2009. PENILAIAN HASIL PROSES BELAJAR MENGAJAR. Bandung: Remaja Rosdakarya

Arsyad, Azhar. 2009. MEDIA PEMBELAJARAN. Jakarta: RajaGrafindo Persada

 

 

 

 

 

 

 

2 Tanggapan to “PENENTUAN SUMBER,ALAT DAN MEDIA PEMBELAJARAN DI DALAM PEMBUATAN RPP”

  1. fadhlin Agustus 23, 2011 pada 4:39 pm #

    good…
    mantaapp…
    siipp…

  2. darasyah Agustus 24, 2011 pada 6:11 am #

    he….
    makasih Lin-Lin
    dari mana tau blog dara?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: